Batang - Meski baru genap satu tahun menancapkan bisnisnya di Kawasan Batang Industrial Park (BIP), PT Yamani Asian Pacific langsung menunjukkan komitmen sosialnya. Produsen manufaktur tas dan dompet mewah ini merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah2026 Masehi dengan menggelar penyembelihan empat ekor sapi. Menariknya, seluruh daging kurban tersebut disalurkan kepada lebih dari 800 karyawan serta masyarakat di desa-desa penyangga sekitar pabrik.
Batang - Meski baru genap satu tahun menancapkan bisnisnya di Kawasan Batang Industrial Park (BIP), PT Yamani Asian Pacific langsung menunjukkan komitmen sosialnya. Produsen manufaktur tas dan dompet mewah ini merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar penyembelihan empat ekor sapi. Menariknya, seluruh daging kurban tersebut disalurkan kepada lebih dari 800 karyawan serta masyarakat di desa-desa penyangga sekitar pabrik.
Suasana kebersamaan begitu kental terasa di lokasi penyembelihan pada Sabtu 30 Mei 2026. Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perusahaan karena menjadi agenda kurban perdana sejak mereka mulai beroperasi di Kabupaten Batang.
Ketua Panitia Kurban sekaligus Leader Corporate Social Responsibility (CSR) PT Yamani Asian Pacific, Satya Utama mengungkapkan, bahwa perencanaan bahkan sudah digodok sejak April lalu.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak beberapa bulan lalu. Kami membentuk panitia yang terdiri dari beberapa divisi, mulai dari penanganan hewan kurban, pelaksanaan acara, distribusi daging, hingga komunikasi dengan desa-desa penyangga,” katanya saat ditemui di BIP, Kabupaten Batang, Sabtu (30/5/2026).
Hewan kurban yang dipilih pun tidak sembarangan. Panitia mendatangkan empat ekor sapi berbobot besar langsung dari peternak di wilayah Bojong, Kabupaten Pekalongan. Satya membocorkan bahwa awalnya ada opsi untuk menyertakan kambing. Namun, melihat pertumbuhan jumlah karyawan yang kini menembus angka 800 orang, perusahaan akhirnya fokus pada sapi agar porsi yang dibagikan bisa lebih luas dan merata.
“Karena kebutuhan penerima manfaat cukup banyak, kami memilih sapi sehingga distribusi daging bisa menjangkau lebih banyak pihak. Langkah PT Yamani Asian Pacific tidak berhenti di internal pabrik. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, masyarakat desa sekitar yang selama ini menjadi benteng pendukung perusahaan turut dilibatkan langsung dalam proses penyembelihan hingga distribusi,” jelasnya.
Satya Utama menyebutkan, ingin membangun kolaborasi yang baik dengan masyarakat sekitar. Karena itu, pelaksanaan kurban ini tidak hanya dilakukan oleh internal perusahaan, tetapi juga melibatkan warga dari desa-desa penyangga. Ada yang unik dari metode pembagian daging kali ini. Panitia memilih menanggalkan sistem kupon yang rawan memicu antrean panjang.
“Sebagai gantinya, mereka duduk bersama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat untuk merumuskan formula distribusi terbaik yang sesuai dengan kondisi geografi masing-masing wilayah. Kami mengundang delegasi desa dan perangkat desa untuk bersama-sama mengatur distribusi agar tepat sasaran dan merata,” terangnya.
Melihat antusiasme yang tinggi, Satya berharap tradisi baik ini bisa terus terjaga dan bertransformasi menjadi agenda tahunan perusahaan. Ini bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, jajaran manajemen melihat Iduladha sebagai momen refleksi yang pas bagi perusahaan yang baru seumur jagung ini.
Vice President PT Yamani Asian Pacific Mr Randy Wu dalam pidatonya menegaskan, bahwa nilai pengorbanan dan gotong royong dalam berkurban sangat sejalan dengan perjuangan membesarkan perusahaan di tengah berbagai tantangan industri.
“Kita harus belajar untuk berbagi, bekerja sama, dan saling mendukung. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tanamkan melalui kegiatan kurban ini,” ungkapnya.
Bagi manajemen, kunci kesuksesan korporasi tidak melulu soal angka dan profitabilitas bisnis, melainkan sejauh mana mereka mampu memanusiakan karyawan dan merangkul warga sekitar.
“Kita harus melepaskan ego masing-masing dan saling bahu-membahu. Dengan kebersamaan, tantangan apa pun dapat dihadapi bersama,” ujar dia.
Inisiasi kurban perdana ini pun menuai respons positif dari para buruh dan warga desa. Mereka berharap, pabrik tas mewah ini tidak sekadar tumbuh menjadi raksasa industri di Batang, tetapi juga tetap membumi dan konsisten menebar manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)