Menolak Jadi "Tikus Mati di Lumbung Padi", Camat Gringsing Ajak Warga Gercep Tangkap Peluang KITB

Jumat, 29 Mei 2026 Jumadi Dibaca 46 kali Ekonomi
Menolak Jadi "Tikus Mati di Lumbung Padi", Camat Gringsing Ajak Warga Gercep Tangkap Peluang KITB
Camat Gringsing Ridho Budhi Kurniawan mengajak Warga Gercep Tangkap Peluang KITB.
Batang Kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di wilayah Kecamatan Gringsing diprediksi akan mengubah wajah perekonomian daerah secara drastis pada pertengahan 2027 mendatang. Namun, sebuah peringatan keras justru ditiupkan oleh Camat Gringsing Ridho Budhi Kurniawan.

Batang – Kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di wilayah Kecamatan Gringsing diprediksi akan mengubah wajah perekonomian daerah secara drastis pada pertengahan 2027 mendatang. Namun, sebuah peringatan keras justru ditiupkan oleh Camat Gringsing Ridho Budhi Kurniawan.

Ia meminta warganya untuk tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri. Ridho mengibaratkan potensi besar ini seperti lumbung padi yang melimpah. Ia sangat berharap masyarakat lokal tidak bernasib malang akibat pasif menghadapi perubahan zaman.

“Jangan sampai jadi tikus yang mati di lumbung padi. Jadi, peribahasa ini menurut kami pas untuk warning bagi masyarakat Gringsing. Peluang ekonomi yang dibawa oleh KITB sangatlah besar. Keuntungan tersebut tidak melulu harus didapat dengan menjadi karyawan atau buruh yang terlibat langsung di dalam pabrik kawasan industry,” katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (29/5/2026).

Sebagai wilayah penyangga, masyarakat Gringsing dituntut kreatif dalam membuka berbagai usaha baru, terutama di sektor jasa pendukung. Kalau menurut kami di sektor jasa. Jadi, mungkin dari segi kuliner, laundry, terus makanan, catering, dan lain sebagainya, kami rasa kos-kosan juga pasti, eh tukang cukur, dan lain sebagainya. Jadi, menurut kami sangat peluangnya sangat terbuka lebar," paparnya merinci peluang bisnis yang bisa digarap warga.

“Dampak nyata geliat ekonomi KITB saat ini sudah mulai terasa dari sektor properti. Bahwa nilai jual tanah di wilayah Gringsing mengalami lonjakan yang sangat signifikan, berbanding lurus dengan pertumbuhan kondisi ekonomi setempat,” jelasnya.

Ridho menyebut bahwa harga tanah dulu berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per meter persegi untuk lahan yang agak masuk ke area pedesaan. Harga sekarang melonjak naik hampir dua hingga tiga kali lipat.

“Sekarang ya bisa sampai minimal di rate harga Rp1 juta, Rp1,5 juta sampai Rp2 juta manakala di tempat yang strategis. Meski secara data urban belum tercatat angka pasti mengenai gelombang pendatang dari luar daerah,” terangnya.

Ridho mengamati bahwa masyarakat dari wilayah tetangga justru menunjukkan pergerakan yang jauh lebih agresif. Mereka dinilai lebih sigap dalam menangkap peluang bisnis di sekitar Gringsing.

Melihat fenomena tersebut, Ridho meminta warganya untuk segera berbenah dan mengubah pola pikir mindset agar investasi besar ini tidak menguap dan dinikmati oleh orang luar saja.

“Jangan sampai nanti setelah eh KITB berjalan lancar, eh peluang investasinya besar, ditangkap oleh daerah lain, oleh masyarakat dari luar Gringsing, ini menurut kami akan sangat merugikan,” tegasnya.

Sebenarnya, keterlibatan warga asli Gringsing di KITB saat ini sudah cukup banyak. Masalahnya tinggal pada kemauan dan keberanian untuk bertindak tanpa terlalu banyak memilah-milih kesempatan.

“Jangan sampai kita itu terlalu pilah-pilih tapi tidak ada action yang pasti untuk kelangsungan masa depan kita. Ya, harapannya eh mari kita fokus untuk pengembangan ekonomi pribadi ataupun keluarga yang ada di Gringsing,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 45
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 44
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 52
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 65
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 117
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1262026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal petugas sensus oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
12 Jun 2026 Jumadi 146