Menolak Jadi "Tikus Mati di Lumbung Padi", Camat Gringsing Ajak Warga Gercep Tangkap Peluang KITB

Jumat, 29 Mei 2026 Jumadi Dibaca 724 kali Ekonomi
Menolak Jadi "Tikus Mati di Lumbung Padi", Camat Gringsing Ajak Warga Gercep Tangkap Peluang KITB
Camat Gringsing Ridho Budhi Kurniawan mengajak Warga Gercep Tangkap Peluang KITB.
Batang Kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di wilayah Kecamatan Gringsing diprediksi akan mengubah wajah perekonomian daerah secara drastis pada pertengahan 2027 mendatang. Namun, sebuah peringatan keras justru ditiupkan oleh Camat Gringsing Ridho Budhi Kurniawan.

Batang – Kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di wilayah Kecamatan Gringsing diprediksi akan mengubah wajah perekonomian daerah secara drastis pada pertengahan 2027 mendatang. Namun, sebuah peringatan keras justru ditiupkan oleh Camat Gringsing Ridho Budhi Kurniawan.

Ia meminta warganya untuk tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri. Ridho mengibaratkan potensi besar ini seperti lumbung padi yang melimpah. Ia sangat berharap masyarakat lokal tidak bernasib malang akibat pasif menghadapi perubahan zaman.

“Jangan sampai jadi tikus yang mati di lumbung padi. Jadi, peribahasa ini menurut kami pas untuk warning bagi masyarakat Gringsing. Peluang ekonomi yang dibawa oleh KITB sangatlah besar. Keuntungan tersebut tidak melulu harus didapat dengan menjadi karyawan atau buruh yang terlibat langsung di dalam pabrik kawasan industry,” katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (29/5/2026).

Sebagai wilayah penyangga, masyarakat Gringsing dituntut kreatif dalam membuka berbagai usaha baru, terutama di sektor jasa pendukung. Kalau menurut kami di sektor jasa. Jadi, mungkin dari segi kuliner, laundry, terus makanan, catering, dan lain sebagainya, kami rasa kos-kosan juga pasti, eh tukang cukur, dan lain sebagainya. Jadi, menurut kami sangat peluangnya sangat terbuka lebar," paparnya merinci peluang bisnis yang bisa digarap warga.

“Dampak nyata geliat ekonomi KITB saat ini sudah mulai terasa dari sektor properti. Bahwa nilai jual tanah di wilayah Gringsing mengalami lonjakan yang sangat signifikan, berbanding lurus dengan pertumbuhan kondisi ekonomi setempat,” jelasnya.

Ridho menyebut bahwa harga tanah dulu berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per meter persegi untuk lahan yang agak masuk ke area pedesaan. Harga sekarang melonjak naik hampir dua hingga tiga kali lipat.

“Sekarang ya bisa sampai minimal di rate harga Rp1 juta, Rp1,5 juta sampai Rp2 juta manakala di tempat yang strategis. Meski secara data urban belum tercatat angka pasti mengenai gelombang pendatang dari luar daerah,” terangnya.

Ridho mengamati bahwa masyarakat dari wilayah tetangga justru menunjukkan pergerakan yang jauh lebih agresif. Mereka dinilai lebih sigap dalam menangkap peluang bisnis di sekitar Gringsing.

Melihat fenomena tersebut, Ridho meminta warganya untuk segera berbenah dan mengubah pola pikir mindset agar investasi besar ini tidak menguap dan dinikmati oleh orang luar saja.

“Jangan sampai nanti setelah eh KITB berjalan lancar, eh peluang investasinya besar, ditangkap oleh daerah lain, oleh masyarakat dari luar Gringsing, ini menurut kami akan sangat merugikan,” tegasnya.

Sebenarnya, keterlibatan warga asli Gringsing di KITB saat ini sudah cukup banyak. Masalahnya tinggal pada kemauan dan keberanian untuk bertindak tanpa terlalu banyak memilah-milih kesempatan.

“Jangan sampai kita itu terlalu pilah-pilih tapi tidak ada action yang pasti untuk kelangsungan masa depan kita. Ya, harapannya eh mari kita fokus untuk pengembangan ekonomi pribadi ataupun keluarga yang ada di Gringsing,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 154
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 223
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 169
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 188
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 115
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 138