Batang - Penjualan kambing kurban di jalur Pantura Kabupaten Batang masih menunjukkan peningkatan, meski tak setinggi tahun 2025 lalu. Salah satunya lapak kambing milik Yayam di tepi Jalan Pantura Sambong, mampu menjual hingga 100 ekor untuk memenuhi kebutuhan kurban warga Batang hingga Pekalongan.
Batang - Penjualan kambing kurban di jalur Pantura Kabupaten Batang masih menunjukkan peningkatan, meski tak setinggi tahun 2025 lalu. Salah satunya lapak kambing milik Yayam di tepi Jalan Pantura Sambong, mampu menjual hingga 100 ekor untuk memenuhi kebutuhan kurban warga Batang hingga Pekalongan.
Diakuinya, tahun 2026 ini penjualan mengalami penurunan hingga 20 persen. Hal ini dikarenakan faktor perekonomian yang belum begitu stabil, hingga mengakibatkan pembeli mengalami penurunan.
“Tahun lalu bisa laku sampai 120 ekor kambing yang dipesan maupun dibeli langsung. Yang beli warga lokal, Pekalongan bahkan dari pabrik juga pesan untuk kurban,” katanya, saat melayani pembeli, di Jalan Pantura Sambong, Kabupaten Batang, Selasa (26/5/2026).
Beberapa jenis kambing yang laku terjual khususnya bagi konsumen wilayah Kabupaten Batang hingga Kota Pekalongan yakni didominasi jenis Jawa Randu. Kalau sini paling laku Jawa Randu, kambing lokalan yang paling disukai warga Batang sampai Pekalongan.
Ia berharap, perekonomian kian membaik, sehingga berdampak positif bagi para pedagang kambing kurban dalam meraup untung. Harga kambing mulai Rp2,5 juta hingga Rp5,5 juta.
Salah satu pembeli Zain dari Desa Tegalsari mengaku tiap tahun rutin membeli kambing kurban untuk dirinya sendiri maupun ibunya untuk menjalankan sunah sebagai umat Islam. Kendati demikian, ia memaklumi kondisi perekonomian saat ini, sehingga masih dianggap wajar.
“Memang harganya segitu, tadi tanya harga kambing antara Rp3,5 juta, tapi nyarinya yang Rp3 juta ukuran sedang. Ini masih nyari yang cocok harga sama jenisnya,” ungkapnya.
Ditemui secara terpisah, Petugas Medis Veteriner Dispaperta Batang Ambar Puspitaningrum bersama tim medis veteriner juga telah melakukan cek kesehatan hewan kurban di sejumlah sampel pengepul.
“Sebagain besar sehat, walau ada tiga ekor sapi kurban yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku, namun setelah diperiksa di laboratorium, ketiganya dipastikan aman untuk dikurbankan,” ujar dia.
Bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban, pastikan memiliki ciri fisik yang sehat. Mata terlihat berbinar, hidung basah, kulit mengkilap dan gemuk. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)