Disdikbud Batang Evaluasi Hasil TKA, Siapkan Bank Soal Dan Perkuat Numerasi Siswa

Kamis, 04 Juni 2026 Jumadi Dibaca 59 kali Pendidikan dan Latihan
Disdikbud Batang Evaluasi Hasil TKA, Siapkan Bank Soal Dan Perkuat Numerasi Siswa
SDN Kambangan 1 Desa Blado, Kabupaten Batang melaksanakan TKA.
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan kemampuan numerasi, literasi, dan pembelajaran berbasis berpikir kritis peserta didik.

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan kemampuan numerasi, literasi, dan pembelajaran berbasis berpikir kritis peserta didik.

Sekretaris Disdikbud Batang Tri Adi Susanto mengatakan, evaluasi TKA menjadi penting untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi capaian peserta didik sekaligus menyusun langkah perbaikan pembelajaran di satuan pendidikan.

“Kami sependapat bahwa hasil TKA perlu dilihat secara objektif sebagai bahan refleksi bersama. Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi capaian peserta didik sekaligus menyusun langkah perbaikan yang lebih efektif ke depan,” katanya saat ditemui di Kantor Disdikbud Batang, Kabupaten Batang, Kamis (4/6/2026).

Menurut Tri, evaluasi tersebut tidak hanya merespons masukan dari Kepala SMPN 2 Bandar, tetapi juga berdasarkan aspirasi kepala sekolah, pengawas, koordinator wilayah pendidikan, serta para guru yang menghadapi tantangan serupa pada pelaksanaan TKA tahun ini.

“Ini bukan hanya persoalan satu sekolah, tetapi menjadi pembelajaran bagi seluruh satuan pendidikan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, capaian kemampuan literasi peserta didik Kabupaten Batang menunjukkan hasil cukup baik dan berada di atas rata-rata Jawa Tengah. Namun demikian, kemampuan numerasi masih menjadi perhatian karena membutuhkan penguatan, terutama pada aspek penalaran, analisis, dan pemecahan masalah.

“Kondisi ini tidak hanya terjadi di Batang. Berbagai daerah di Jawa Tengah maupun nasional juga menghadapi tantangan yang relatif sama, terutama dalam membangun budaya berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan persoalan yang membutuhkan penalaran tingkat tinggi,” terangnya.

Tri menilai pelaksanaan TKA tahun ini memberikan banyak pembelajaran karena merupakan tahap awal implementasi asesmen dengan karakteristik soal yang berbeda dibanding evaluasi pembelajaran sebelumnya. Selain beririsan dengan agenda akademik akhir tahun, seperti asesmen semester, ujian praktik, dan persiapan kelulusan, sekolah juga masih membutuhkan waktu beradaptasi dengan pola asesmen berbasis penalaran.

“Persiapan perlu dilakukan lebih awal sehingga sekolah memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penguatan materi, pembiasaan soal berbasis penalaran, serta evaluasi hasil try out secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam TKA bukan semata pada penguasaan materi, melainkan kemampuan peserta didik memahami soal berbasis konteks, menganalisis informasi, menghubungkan konsep, dan menentukan solusi secara tepat.

“Karakteristik soal TKA, terutama pada aspek numerasi, lebih banyak disajikan dalam bentuk studi kasus atau soal cerita yang membutuhkan kemampuan membaca, berpikir logis, serta pengambilan keputusan berbasis analisis. Ini yang perlu terus dilatih dalam pembelajaran sehari-hari. Anak-anak perlu dibiasakan dengan soal yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS),” tegasnya.

Selain aspek akademik, Disdikbud juga mencatat sejumlah kendala teknis selama pelaksanaan TKA, mulai dari keterbatasan perangkat komputer atau laptop, pelaksanaan asesmen secara bergelombang, hingga kendala konektivitas internet di beberapa sekolah.

Meski demikian, Tri menegaskan hasil TKA tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan pendidikan, melainkan sebagai instrumen diagnosis untuk memetakan area pembelajaran yang masih perlu diperkuat.

“Yang paling penting bukan sekadar angka hasil asesmen, tetapi bagaimana hasil tersebut menjadi dasar perbaikan pembelajaran di sekolah. TKA harus dimaknai sebagai alat refleksi untuk meningkatkan kualitas proses belajar peserta didik,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Kabupaten Batang akan memperkuat peran bidang pembinaan SD dan SMP melalui penyediaan bank soal berbasis kisi-kisi nasional, peningkatan kapasitas guru melalui forum KKG dan MGMP, serta pelaksanaan try out yang lebih terencana.

Sekolah dengan capaian TKA yang baik juga akan dilibatkan untuk berbagi praktik baik guna mempercepat pemerataan mutu pendidikan di Kabupaten Batang. Di sisi lain, Disdikbud juga terus mendorong penerapan pembelajaran mendalam dengan mengintegrasikan numerasi dan literasi ke dalam pengalaman belajar sehari-hari.

“Numerasi dan literasi harus menjadi budaya belajar, bukan sekadar materi ujian. Anak-anak perlu dibiasakan menghadapi persoalan nyata sehingga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah dapat tumbuh secara alami,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Hindari Kepadatan Pendaftar, SMAN 1 Batang Terapkan Sistem Antrean Hindari Kepadatan Pendaftar, SMAN 1 Batang Terapkan Sistem Antrean
Hindari Kepadatan Pendaftar, SMAN 1 Batang Terapkan Sistem Antrean
Batang - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dimulai, ratusan calon siswa mulai memadati SMA Negeri 1 Batang, yang menjadi salah tujuan melanjutkan jenjang pendidikan. Panitia SPMB menerapkan sistem nomor antrean, untuk menghindari penumpukan pendaftar yang terlalu panjang.
04 Jun 2026 Jumadi 52
SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru
SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru
Batang - SMP Negeri 2 Bandar mulai mempersiapkan pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 2026 dengan target penerimaan sebanyak 144 siswa. Pada tahun ini, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) resmi berganti istilah menjadi PMB.
04 Jun 2026 Jumadi 19
Realisasi PAD Kabupaten Batang Capai 39,21 Persen Hingga Mei 2026 Realisasi PAD Kabupaten Batang Capai 39,21 Persen Hingga Mei 2026
Realisasi PAD Kabupaten Batang Capai 39,21 Persen Hingga Mei 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 22 Mei 2026 mencapai 39,21 persen. Capaian tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kontribusi sejumlah sektor pendapatan, termasuk kategori lain-lain PAD yang sah yang mengalami lonjakan signifikan.
03 Jun 2026 Jumadi 93
Giring Calon Siswa Baru, SMPN 2 Bandar Kerahkan Alumnus Giring Calon Siswa Baru, SMPN 2 Bandar Kerahkan Alumnus
Giring Calon Siswa Baru, SMPN 2 Bandar Kerahkan Alumnus
Batang - Menjelang Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 20262027, SMP Negeri 2 Bandar mengoptimalkan upaya agar jumlah peserta didik baru sesuai target yang diharapkan Disdikbud Batang. Seluruh pendidik bahkan para alumnus pun berjibaku menggiring pelajar dari jenjang SD maupun MI di desa-desa tetangga turut bergabung menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 2 Bandar.
03 Jun 2026 Jumadi 22
SMPN 2 Bandar Rayakan Dies Natalis Ke-35, Perkuat Sekolah Berbasis Agama SMPN 2 Bandar Rayakan Dies Natalis Ke-35, Perkuat Sekolah Berbasis Agama
SMPN 2 Bandar Rayakan Dies Natalis Ke-35, Perkuat Sekolah Berbasis Agama
Batang - SMP Negeri 2 Bandar Kabupaten Batang menggelar peringatan Dies Natalis Ke-35 sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan identitas sekolah berbasis agama. Kegiatan tersebut diisi dengan pengajian akbar dan dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono.
03 Jun 2026 Jumadi 65
Lulus 100 Persen, SMPN 2 Bandar Usul Perbaikan TKA di Batang Lulus 100 Persen, SMPN 2 Bandar Usul Perbaikan TKA di Batang
Lulus 100 Persen, SMPN 2 Bandar Usul Perbaikan TKA di Batang
Batang - Hasil rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kabupaten Batang menjadi perhatian berbagai pihak. Pasalnya, rerata nilai Bahasa Indonesia tercatat berada di angka 60, sementara Matematika masih relatif rendah dengan rata-rata sekitar 40.
03 Jun 2026 Jumadi 96