Batang - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dimulai, ratusan calon siswa mulai memadati SMA Negeri 1 Batang, yang menjadi salah tujuan melanjutkan jenjang pendidikan. Panitia SPMB menerapkan sistem nomor antrean, untuk menghindari penumpukan pendaftar yang terlalu panjang.
Batang - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dimulai, ratusan calon siswa mulai memadati SMA Negeri 1 Batang, yang menjadi salah tujuan melanjutkan jenjang pendidikan. Panitia SPMB menerapkan sistem nomor antrean, untuk menghindari penumpukan pendaftar yang terlalu panjang.
Panitia membuka layanan dimulai sejak pagi untuk membantu para calon siswa pengajuan akun sekaligus verifikasi berkas 3-13 Juni 2026.
Kepala SMA Negeri 1 Batang, Sugeng menerjunkan petugas untuk membantu para calon siswa melakukan pendaftaran.
“Kami siapkan tenaga administrasi untuk membantu aktivasi akun, maupun pendaftaran yang dimulai 15-18 Juni 2026. Biar tertib setiap harinya kami buka nomor antrean hingga 100 layanan,” katanya, saat memantau proses pembuatan akun, di Aula SMAN 1 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (4/6/2026).
Perlu diketahui, panitia menyiapkan empat jalur pendaftaran SPMB, yakni domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen dan mutasi 5 persen. Daya tampung 324 siswa terbagi dalam sembilan kelas.
“Kendati pembuatan akun maupun pendaftaran dapat dilakukan secara online, namun untuk proses verifikasi calon siswa tetap datang ke sekolah. Sebetulnya proses bisa dilakukan dari rumah secara online, hanya saja masih banyak orang tua maupun calon siswa yang datang langsung karena lebih yakin kalau daftar langsung sekaligus melihat situasi tempat belajar nantinya,” jelasnya.
Beberapa kelengkapan administrasi yang perlu disiapkan sebelum verifikasi di antaranya Kartu Keluarga, Surat Keterangan Lulus dan piagam penghargaan bagi yang memiliki. Ia mengharapkan, prinsip "No Titip, No Jastip", dalam proses SPMB 2026/2027, dipatuhi seluruh masyarakat Batang.
“Ikuti prosedur dan alur yang ditentukan, jadi kalau pun tetap ada yang berupaya melakukan cara titip-titipan , kami tetap arahkan agar mengikuti prosedur yang ditentukan panitia provinsi,” tegasnya.
Salah satu calon murid baru, Hasna dari Desa Ujungnegoro mengaku mendaftar ke SMAN 1 Batang sebagai pilihan pertama karena menjadi unggulan bagi sebagian besar masyarakat Batang. Di samping itu, sistem pembelajaran yang terbilang baik karena mampu meluluskan siswa dengan nilai memuaskan.
“Saya daftar ke sini karena tentu sekolah favorit, walaupun sedikit cemas, karena hanya mengandalkan nilai. Semoga diterima, andaikan tidak diterima pun saya masih punya pilihan kedua di SMAN 2 Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)