Batang - SMA Negeri 2 Batang kembali mendapat bantuan Lighthouse Grant 2026, dari Pemerintah Australia, melalui Bridge School Partnership Program. Dukungan berupa dana 5.000 Dolar Australia yang dibagi dengan sekolah partner, MacKillop Catholic COllege, Darwin NT, Australia, melalui konten edukatif, untuk memotivasi kepedulian anak didik terhadap bahaya perubahan iklim.
Batang - SMA Negeri 2 Batang kembali mendapat bantuan Lighthouse Grant 2026, dari Pemerintah Australia, melalui Bridge School Partnership Program. Dukungan berupa dana 5.000 Dolar Australia yang dibagi dengan sekolah partner, MacKillop Catholic COllege, Darwin NT, Australia, melalui konten edukatif, untuk memotivasi kepedulian anak didik terhadap bahaya perubahan iklim.
Koordinator Program Bridge School Partnership, SMAN 2 Batang Arie Laksmi Dewie mendukung penuh program tersebut, karena sejalan dengan upaya untuk menuju Sekolah Adiwiyata Nasional. Sejumlah program telah dirancang bersama sekolah partner untuk menanamkan kepedulian anak terhadap dampak perubahan iklim.
“Dari dana tersebut, akan kami gunakan untuk melaksanakan serangkaian kegiatan yang telah kami rancang bersama dengan sekolah partner untuk satu tahun periode Lighthouse grant dan sebagai langkah awal adalah rangkaian lomba video konten climate change awareness,” katanya, saat memantau pembuatan video konten, di SMAN 2 Batang, Kabupaten Batang, Selasa (12/5/2026).
Selain direalisasikan dengan talkshow edukatif bersama para nara sumber ternama, para siswa juga diajak untuk memproduksi konten layanan masyarakat. Konten tersebut akan dilombakan dengan tema-tema yang telah ditentukan.
“Dampak positifnya tentu mendidik anak untuk memiliki kepedulian terhadap alam, pencegahan terhadap bahaya dari perubahan iklim, yang diperkuat dengan aksi nyata,” harapnya.
Salah satu siswi, Anggita merespons positif rencana digelarnya lomba vidio konten layanan masyarakat, untuk mencegah dampak perubahan iklim.
“Aku sih setuju banget, karena konten itu nantinya juga bisa menyokong SMAN 2, untuk jadi Sekolah Adiwiyata Nasional,” ungkapnya.
Rencana aksinya, bisa dengan membuat konten vidio penanaman bibit pohon langsung di lingkungan. Dengan aksi tersebut dapat dilihat langsung oleh netizen, sehingga memotivasi masyarakat lebih peduli terhadap alam tempat tinggalnya.
“Semoga banyak teman yang ikut lomba ini, jadi bisa membantu SMAN 2 cepat dapat predikat Sekolah Adiwiyata Nasional 2026,” tuturnya.
Sementra itu, Kepala SMAN 2 Batang Yulianto Nurul Furqon berharap, dengan lomba tersebut, anak lebih memiliki rasa kepedulian terhadap ancaman bahaya perubahan iklim. Konten-konten hasil produksi para siswa, nantinya dapat dipublikasikan melalui sejumlah platform media sosial yang dimiliki SMA Negeri 2 Batang.
“Beberapa platform di Instagram, YouTube dan lainnya , nanti bisa jadi media edukasi gerakan penyelamatan alam dari perubahan iklim. Kami juga memiliki platform Jurnalaska yang bisa membantu publikasi konten-konten edukatif anak didik,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)