Wabup Batang Minta, Dapur Makan Bergizi Juga Harus Berkontribusi Bayar Retribusi Sampah

Kamis, 07 Mei 2026 Jumadi Dibaca 368 kali Lingkungan
Wabup Batang Minta, Dapur Makan Bergizi Juga Harus Berkontribusi Bayar Retribusi Sampah
Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan, Dapur Makan Bergizi Juga Harus Berkontribusi Bayar Retribusi Sampah.
Batang Hiruk-pikuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang tak hanya soal menu sehat di atas piring, tapi juga menyisakan "buah bibir" di tempat pembuangan akhir.

Batang – Hiruk-pikuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang tak hanya soal menu sehat di atas piring, tapi juga menyisakan "buah bibir" di tempat pembuangan akhir.

Dengan puluhan dapur produksi yang kini beroperasi, Pemerintah Kabupaten Batang mulai memperketat pengawasan limbah agar tidak menjadi beban baru bagi TPA Randukuning yang sudah kelebihan beban.

Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan, pentingnya langkah preventif agar operasional dapur-dapur ini tidak memicu masalah lingkungan di kemudian hari. Koordinasi lintas sektor menjadi harga mati.

“Dapur SPPG harus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kalau tidak, nanti bermasalah. Urusan sampah bukan sekadar membuang, tapi soal tanggung jawab bersama. Pihak Pemda menekankan bahwa setiap entitas yang menghasilkan limbah harus berkontribusi dalam pengelolaannya,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (7/5/2026).

Seluruhnya harus kerja sama, karena itu menjadi beban Pemda yang dia harus berkontribusi. Karena dia membuang sampah di situ. Masyarakat saja kena retribusi, apalagi (lembaga).

Sementara itu, Kepala DLH Batang Rusmanto menjelaskan, bahwa saat ini sudah ada sekitar 60 hingga 70 Dapur MBG yang beroperasi di wilayah Batang. Beberapa di antaranya telah menjalin kesepakatan resmi melalui Memorandum of Understanding (MOU) dengan DLH.

“MOU ini dalam arti sampahnya dibuang di TPA Randukuning. Ada yang secara mandiri dari mereka, ada yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk pengangkutannya di situ,” jelasnya.

Meski terlihat sederhana, skema pembayaran sampah ini mengalami transisi aturan. Menurut Rusmanto, MOU tersebut berfungsi sebagai dasar penghitungan retribusi, terutama dengan adanya perubahan sasaran objek retribusi di tahun 2026.

“Jika di tahun 2025 lembaga pemerintah seperti sekolah masih bisa dikenakan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD), maka di tahun 2026 mendatang, lembaga-lembaga tersebut tidak lagi menjadi objek ketetapan retribusi. Hal ini membuat tata kelola sampah dari Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) menjadi perhatian khusus,” terangnya.

Berdasarkan data di lapangan, satu titik SPPG rata-rata menghasilkan 50 hingga 100 kilogram sampah per hari. Jika ditotal dari 70 titik yang ada, terdapat tambahan sekitar 3,5 ton sampah harian.

“Angka ini memang terlihat kecil dibanding total sampah se-kabupaten, namun menjadi krusial karena kondisi TPA Randukuning yang sudah kritis. Sebenarnya sih belum terlalu signifikan kalau dibandingkan dengan jumlah total sampah di Batang. Cuma karena TPA kita itu sudah overload,” ujar dia.

Ironisnya, TPA Randukuning kini ibarat "lansia" yang dipaksa bekerja keras. Beroperasi sejak tahun 1995 dengan estimasi umur teknis hanya 20 tahun, kini TPA tersebut telah bertahan hingga 33 tahun melampaui batas kemampuannya demi menampung sisa konsumsi warga Batang. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 96
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 145
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 101
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 145
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 177
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 143