Wabup Batang Minta, Dapur Makan Bergizi Juga Harus Berkontribusi Bayar Retribusi Sampah

Kamis, 07 Mei 2026 Jumadi Dibaca 44 kali Lingkungan
Wabup Batang Minta, Dapur Makan Bergizi Juga Harus Berkontribusi Bayar Retribusi Sampah
Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan, Dapur Makan Bergizi Juga Harus Berkontribusi Bayar Retribusi Sampah.
Batang Hiruk-pikuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang tak hanya soal menu sehat di atas piring, tapi juga menyisakan "buah bibir" di tempat pembuangan akhir.

Batang – Hiruk-pikuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang tak hanya soal menu sehat di atas piring, tapi juga menyisakan "buah bibir" di tempat pembuangan akhir.

Dengan puluhan dapur produksi yang kini beroperasi, Pemerintah Kabupaten Batang mulai memperketat pengawasan limbah agar tidak menjadi beban baru bagi TPA Randukuning yang sudah kelebihan beban.

Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan, pentingnya langkah preventif agar operasional dapur-dapur ini tidak memicu masalah lingkungan di kemudian hari. Koordinasi lintas sektor menjadi harga mati.

“Dapur SPPG harus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kalau tidak, nanti bermasalah. Urusan sampah bukan sekadar membuang, tapi soal tanggung jawab bersama. Pihak Pemda menekankan bahwa setiap entitas yang menghasilkan limbah harus berkontribusi dalam pengelolaannya,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (7/5/2026).

Seluruhnya harus kerja sama, karena itu menjadi beban Pemda yang dia harus berkontribusi. Karena dia membuang sampah di situ. Masyarakat saja kena retribusi, apalagi (lembaga).

Sementara itu, Kepala DLH Batang Rusmanto menjelaskan, bahwa saat ini sudah ada sekitar 60 hingga 70 Dapur MBG yang beroperasi di wilayah Batang. Beberapa di antaranya telah menjalin kesepakatan resmi melalui Memorandum of Understanding (MOU) dengan DLH.

“MOU ini dalam arti sampahnya dibuang di TPA Randukuning. Ada yang secara mandiri dari mereka, ada yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk pengangkutannya di situ,” jelasnya.

Meski terlihat sederhana, skema pembayaran sampah ini mengalami transisi aturan. Menurut Rusmanto, MOU tersebut berfungsi sebagai dasar penghitungan retribusi, terutama dengan adanya perubahan sasaran objek retribusi di tahun 2026.

“Jika di tahun 2025 lembaga pemerintah seperti sekolah masih bisa dikenakan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD), maka di tahun 2026 mendatang, lembaga-lembaga tersebut tidak lagi menjadi objek ketetapan retribusi. Hal ini membuat tata kelola sampah dari Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) menjadi perhatian khusus,” terangnya.

Berdasarkan data di lapangan, satu titik SPPG rata-rata menghasilkan 50 hingga 100 kilogram sampah per hari. Jika ditotal dari 70 titik yang ada, terdapat tambahan sekitar 3,5 ton sampah harian.

“Angka ini memang terlihat kecil dibanding total sampah se-kabupaten, namun menjadi krusial karena kondisi TPA Randukuning yang sudah kritis. Sebenarnya sih belum terlalu signifikan kalau dibandingkan dengan jumlah total sampah di Batang. Cuma karena TPA kita itu sudah overload,” ujar dia.

Ironisnya, TPA Randukuning kini ibarat "lansia" yang dipaksa bekerja keras. Beroperasi sejak tahun 1995 dengan estimasi umur teknis hanya 20 tahun, kini TPA tersebut telah bertahan hingga 33 tahun melampaui batas kemampuannya demi menampung sisa konsumsi warga Batang. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Gandeng Duta Muda, BPJS Kesehatan Pekalongan Tingkatkan Kepesertaan Gen Z Gandeng Duta Muda, BPJS Kesehatan Pekalongan Tingkatkan Kepesertaan Gen Z
Gandeng Duta Muda, BPJS Kesehatan Pekalongan Tingkatkan Kepesertaan Gen Z
Batang - BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan menggandeng kalangan generasi z melalui perannya sebagai Duta Muda Edu Tour, untuk meningkatkan kepesertaan masyarakat. Hal ini  penting, sebagai upaya untuk mengembalikan status kabupatenkota kembali menjadi Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta Prioritas.
07 Mei 2026 Jumadi 60
Dislutkan Batang Bersihkan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Kauman, Cegah Kerusakan Ekosistem Dislutkan Batang Bersihkan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Kauman, Cegah Kerusakan Ekosistem
Dislutkan Batang Bersihkan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Kauman, Cegah Kerusakan Ekosistem
Batang - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Batang menggelar gerakan pembersihan ikan sapu-sapu di aliran sungai Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kauman, Kabupaten Batang, Kamis (752026).
07 Mei 2026 Jumadi 116
Bupati Batang Upayakan Dongkrak IPM Lewat Jalur Kesetaraan Bupati Batang Upayakan Dongkrak IPM Lewat Jalur Kesetaraan
Bupati Batang Upayakan Dongkrak IPM Lewat Jalur Kesetaraan
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan terus tancap gas dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayahnya. Salah satu senjata andalannya adalah program pendidikan kesetaraan atau "Kejar Paket". Meski jalur non-formal, nyatanya minat warga Batang untuk kembali "nyantri" di bangku sekolah justru kian meledak, bahkan diikuti oleh peserta hingga usia 65 tahun.
07 Mei 2026 Jumadi 35
Sudah Mandiri Kelola Limbah, Desa-Desa di Batang Kini Menanti Realisasi Reward Bupati Sudah Mandiri Kelola Limbah, Desa-Desa di Batang Kini Menanti Realisasi Reward Bupati
Sudah Mandiri Kelola Limbah, Desa-Desa di Batang Kini Menanti Realisasi Reward Bupati
Batang Sejumlah desa di Kabupaten Batang kini tengah menunjukkan taringnya dalam urusan kemandirian lingkungan. Di tengah peliknya persoalan limbah, desa-desa ini berhasil mengelola sampahnya secara mandiri. Kini, mereka tinggal menunggu realisasi janji manis berupa reward finansial dari Bupati Batang M. Fais Kurniawan.
07 Mei 2026 Jumadi 43
Komunitas Sungai Watch Ajak Warga Jateng Jaga Kebersihan Sungai  Komunitas Sungai Watch Ajak Warga Jateng Jaga Kebersihan Sungai 
Komunitas Sungai Watch Ajak Warga Jateng Jaga Kebersihan Sungai 
Batang - Komunitas Sungai Watch yang digawangi Gary Bencheghib akhirnya tiba di Kabupaten Batang dalam misi lingkungan bertajuk Run for Rivers, dari Bali hingga Jakarta sejauh 1.200 km. Tak sekadar berlari, ia bersama komunitasnya pun terjun langsung mengedukasi warga bahkan membersihkan sungai dengan intensitas tumpukan sampah cukup banyak.
06 Mei 2026 Jumadi 70
Proyek TPST Sentul Terkena Efisiensi, Kapasitas Pengolahan Sampah Dipangkas Separuh Proyek TPST Sentul Terkena Efisiensi, Kapasitas Pengolahan Sampah Dipangkas Separuh
Proyek TPST Sentul Terkena Efisiensi, Kapasitas Pengolahan Sampah Dipangkas Separuh
Batang - Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul di Kecamatan Gringsing harus menyesuaikan diri dengan kondisi anggaran pusat. Proyek strategis yang diharapkan menjadi solusi darurat sampah di wilayah timur Kabupaten Batang ini mengalami efisiensi anggaran yang cukup signifikan dari Kementerian.
06 Mei 2026 Jumadi 88