Sudah Mandiri Kelola Limbah, Desa-Desa di Batang Kini Menanti Realisasi Reward Bupati

Kamis, 07 Mei 2026 Jumadi Dibaca 291 kali Lingkungan
Sudah Mandiri Kelola Limbah, Desa-Desa di Batang Kini Menanti Realisasi Reward Bupati
Kepala DLH Batang mengatakan, Desa-Desa di Batang Kini Menanti Realisasi Reward Bupati.
Batang Sejumlah desa di Kabupaten Batang kini tengah menunjukkan taringnya dalam urusan kemandirian lingkungan. Di tengah peliknya persoalan limbah, desa-desa ini berhasil mengelola sampahnya secara mandiri. Kini, mereka tinggal menunggu realisasi janji manis berupa reward finansial dari Bupati Batang M. Fais Kurniawan.

Batang – Sejumlah desa di Kabupaten Batang kini tengah menunjukkan taringnya dalam urusan kemandirian lingkungan. Di tengah peliknya persoalan limbah, desa-desa ini berhasil mengelola sampahnya secara mandiri. Kini, mereka tinggal menunggu realisasi janji manis berupa reward finansial dari Bupati Batang M. Fais Kurniawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Rusmanto mengakui, bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir warga. Hingga kini, kesadaran untuk memisahkan sampah dari rumah tangga masih tergolong minim.

“Kelemahan kita yang di Kabupaten Batang ini, kesadaran dari masyarakat untuk melakukan pilah sampah itu masih rendah,” katanya saat ditemui di Kantonya, Kamis (7/5/2026).

Padahal, menurut Rusmanto, jika pemilahan dilakukan sejak dari dapur warga, beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan berkurang drastis. Berdasarkan data DLH, sekitar 60 persen sampah yang menumpuk di TPA justru merupakan sampah organik yang sebenarnya bisa diolah di tingkat desa.

“Meski kesadaran umum masih rendah, beberapa titik di Kabupaten Batang sudah menjadi oase keberhasilan. Rusmanto membeberkan sejumlah wilayah yang sudah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang aktif beroperasi,” jelasnya.

Beberapa wilayah yang tercatat sudah berjalan dengan baik antara lain:

 * Kecamatan Batang: Desa Kalipucang Wetan.

 * Kecamatan Reban: Sudah mulai konsisten mengelola limbah.

 * Kecamatan Limpung & Banyuputih: Menjadi pionir pengelolaan sampah mandiri di wilayahnya.

“Meski sudah bekerja keras menjaga kebersihan wilayah, para pengelola sampah di desa-desa tersebut rupanya belum mencicipi bonus atau reward finansial yang sempat dijanjikan pemerintah daerah. Kalau sementara sampai saat ini belum (mendapatkan reward),” terangnya.

Kendati demikian, pihak DLH berharap janji tersebut segera terealisasi. Kehadiran apresiasi berupa bantuan dana atau insentif dari Bupati diharapkan menjadi "bahan bakar" baru bagi desa-desa lain untuk ikut bergerak.

“Mudah-mudahan nanti dengan adanya reward dari Pak Bupati ini bisa memicu teman-teman dari desa itu untuk bisa melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di masing-masing desa,” ujar dia.

Jika janji ini ditepati, bukan tidak mungkin Batang akan menjadi kabupaten dengan sistem pengelolaan sampah berbasis desa terbaik, di mana sampah tak lagi berakhir jadi masalah, melainkan berkah. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 97
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 145
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 101
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 145
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 177
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 143