Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan terus tancap gas dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayahnya. Salah satu senjata andalannya adalah program pendidikan kesetaraan atau "Kejar Paket". Meski jalur non-formal, nyatanya minat warga Batang untuk kembali "nyantri" di bangku sekolah justru kian meledak, bahkan diikuti oleh peserta hingga usia 65 tahun.
Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan terus tancap gas dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayahnya. Salah satu senjata andalannya adalah program pendidikan kesetaraan atau "Kejar Paket". Meski jalur non-formal, nyatanya minat warga Batang untuk kembali "nyantri" di bangku sekolah justru kian meledak, bahkan diikuti oleh peserta hingga usia 65 tahun.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Batang tahun 2026, tercatat sebanyak 5.009 peserta kini tersebar di 23 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Mereka bukan sekadar mencari selembar ijazah, melainkan sebuah kesempatan kedua yang sempat terputus.
Kepala Dindikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengungkapkan, bahwa peminat Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) didominasi oleh kalangan pekerja dan warga yang dahulu terpaksa putus sekolah.
“Alhamdulillah untuk Paket B dan C peminatnya sampai saat ini masih banyak. Utamanya kita menampung anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan formal,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (7/5/2026).
Menariknya, Pemerintah Kabupaten Batang memberikan dukungan penuh bagi mereka yang sudah lewat usia sekolah namun tetap ingin belajar. Jika peserta usia sekolah dibantu melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka peserta usia 24 tahun ke atas kini disokong oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Usia 24 tahun ke atas juga masih kami terima. Bahkan untuk yang usia 24 tahun ke atas ini diberi bantuan oleh APBD. Sekitar 2.000-an peserta mendapat bantuan, jadi gratis,” jelasnya.
Fleksibilitas menjadi daya tarik utama. Banyak buruh pabrik di kawasan industri Batang yang memanfaatkan program ini untuk meningkatkan jenjang karirnya. Bambang mencatat, pada tahun 2025 saja, peserta Paket C mencapai 1.139 orang.
“Paket C kebanyakan pekerja pabrik. Namun, yang paling menginspirasi adalah semangat belajar tanpa batas usia. Dindikbud menegaskan bahwa pintu kelas selalu terbuka bagi siapa saja, selama semangat belajar itu masih ada,” terangnya.
Bambang menyebutkan, tidak ada batas usia. Usia 65 tahun kalau mau sekolah juga kami persilakan. Ia juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu ragu dengan status ijazah kesetaraan ini. Ijazah Paket B dan C memiliki legalitas yang sama kuatnya dengan sekolah formal untuk melanjutkan studi.
“Lulusan Paket B bisa mendaftar ke SMA, lulusan Paket C juga bisa untuk kuliah,” ujar dia.
Langkah masif dalam dunia pendidikan ini berbuah manis pada potret kesejahteraan daerah. IPM Kabupaten Batang tahun 2025 sukses menyentuh angka 71,70. Angka ini melonjak signifikan dibanding tahun 2024 yang berada di angka 70,73.
“Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan Pemkab Batang dalam menyinergikan dimensi pengetahuan, kesehatan, dan standar hidup layak bagi warganya. Melalui program Kejar Paket, Bupati Batang membuktikan bahwa untuk membangun manusia Batang yang unggul, tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)