Batang - Tak hanya mengajak warga menjaga aliran sungai dengan Run for River, Komunitas Sungai Watch juga mengedukasi pelajar SMA Negeri 1 Batang. Yakni menggelar diskusi dan menjabarkan beberapa metode pencegahan sampah plastik, agar siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempatnya menempa ilmu.
Batang - Tak hanya mengajak warga menjaga aliran sungai dengan Run for River, Komunitas Sungai Watch juga mengedukasi pelajar SMA Negeri 1 Batang. Yakni menggelar diskusi dan menjabarkan beberapa metode pencegahan sampah plastik, agar siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempatnya menempa ilmu.
Perwakilan Komunitas Sungai Watch Niken Ayu menyampaikan, misi Sungai Watch untuk menangani dampak menumpuknya sampah plastik di aliran sungai.
“Salah satu caranya dengan memasang jaring di aliran sungai, agar sampah plastik tak ikut terhanyut, termasuk cara pengolahan dan pengangkutan sampah,” katanya, saat ditemui di Aula SMAN 1 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (6/5/2026).
Peserta pun diharapkan memahami dan meneruskan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, agar di masa mendatang tidak terjadi penumpukan sampah plastik.
“Semoga materi yang disampaikan ini menjadikan mereka lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya, dimulai dari tempat belajar yang terbebas dari sampah plastik,” harapnya.
Salah satu pelajar Hasan Pralambang mendapat banyak pengetahuan terhadap ragam sampah plastik yang dampak tidak bisa terurai selama ratusan tahun. Hal ini menjadi pengingat agar pelajar ikut berperan aktif dengan meminimalisir penggunaan plastik selama beraktivitas di sekolah.
“Aksi nyatanya dari sekolah sudah menginstruksikan agar ketika membeli makanan atau minuman menggunakan tempat yang dibawa dari rumah. Sehingga tidak menumpuk sampah plastik di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Waka Kurikulum SMAN 1 Batang, Adib Lutfi mengakui permasalahan sampah plastik masih belum dapat teratasi seutuhnya. Namun seluruh elemen salah satunya, Komunitas Sungai Watch berupaya meminimalisir dampak tumpukan sampah plastik.
“Saat ini kami memang belum memiliki tempat atau media pengolahan sampah plastik. Namun, setidaknya kami mengupayakan dengan meminimalisirnya dengan anak yang diarahkan untuk membawa tempat makan dan minum dari rumah,” ujar dia.
Langkah kecil tersebut dapat menjadi edukasi positif bagi anak agar dapat mengurangi timbulnya sampah plastik di lingkungan sekolah. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)