Batang - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang Faelasufa Faiz, memberikan motivasi kepada para siswa dalam kegiatan Infobatang Goes to School di SMK Negeri 1 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (652026).
Batang - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang Faelasufa Faiz, memberikan motivasi kepada para siswa dalam kegiatan Infobatang Goes to School di SMK Negeri 1 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (6/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Faelasufa menyoroti realitas dunia kerja yang semakin kompetitif, di mana jumlah pencari kerja jauh lebih besar dibandingkan ketersediaan lapangan pekerjaan.
“Sekarang ini kompetisinya sangat ketat. Misalnya ada 4.000 lowongan, tapi pelamarnya bisa mencapai 20.000 orang. Artinya hanya sebagian kecil yang bisa diterima,” jelasnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk tidak hanya berfokus mencari pekerjaan, tetapi juga mempersiapkan diri agar memiliki nilai tambah dibandingkan pelamar lainnya. Menurutnya, ijazah saat ini hanya menjadi syarat minimum untuk masuk ke tahap seleksi, sementara faktor penentu utama justru terletak pada kualitas diri.
“Ijazah itu hanya mengantarkan ke tahap wawancara. Setelah itu yang dilihat adalah nilai tambah, seperti kemampuan, pengalaman organisasi, hingga keaktifan dalam berbagai kegiatan,” terangnya.
Faelasufa juga membagikan pengalamannya dalam membangun usaha di bidang kuliner. Ia menuturkan, keberhasilan bisnisnya tidak ditentukan oleh latar belakang pendidikan karyawan, melainkan kontribusi dan kinerja yang diberikan.
“Di dunia kerja, yang dilihat adalah siapa yang paling memberikan kontribusi. Saya selalu tahu siapa top performer di usaha saya, karena mereka yang memberi nilai lebih,” ungkapnya.
Ia juga memperkenalkan konsep sederhana dalam membangun kualitas diri, yakni value atau nilai yang merupakan gabungan dari kemampuan (skill), sikap (attitude), dan kecepatan belajar (learning speed).
“Skill merupakan kemampuan teknis yang dimiliki, attitude mencakup etika kerja, disiplin, dan integritas, sementara learning speed adalah kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi. Kalau kalian punya tiga hal ini, kalian sudah berada di jalur yang tepat, baik untuk kerja, kuliah, maupun berwirausaha,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memiliki sikap proaktif dan berorientasi pada solusi (solution oriented) dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.
“Jangan hanya menunggu perintah. Biasakan mencari solusi ketika ada masalah. Itu yang paling dibutuhkan di dunia kerja,” ujar dia.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Batang berharap para siswa dapat lebih siap menghadapi dunia kerja yang dinamis, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)