Strategi Bupati Batang Atasi Darurat Sampah,  Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar

Rabu, 06 Mei 2026 Jumadi Dibaca 200 kali Lingkungan
Strategi Bupati Batang Atasi Darurat Sampah,  Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar
Kepala DLH Batang menyampaikan, Strategi Bupati Batang Atasi Darurat Sampah, Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar.
Batang Masalah sampah bukan sekadar soal tumpukan limbah, melainkan tantangan lingkungan yang menjadi perhatian serius Bupati Batang M. Faiz Kurniawan. Untuk menekan volume sampah yang kian menggunung, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tancap gas membangun tiga titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di wilayah perkotaan dengan investasi mencapai Rp1,8 miliar.

Batang – Masalah sampah bukan sekadar soal tumpukan limbah, melainkan tantangan lingkungan yang menjadi perhatian serius Bupati Batang M. Faiz Kurniawan. Untuk menekan volume sampah yang kian menggunung, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tancap gas membangun tiga titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di wilayah perkotaan dengan investasi mencapai Rp1,8 miliar.

Kepala DLH Batang Rusmanto mengungkapkan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi Bupati untuk memodernisasi tata kelola sampah. Tiap titik pembangunan dialokasikan dana sekitar Rp600 juta, yang sudah mencakup infrastruktur bangunan hingga penyediaan alat pengolah sampah.

“Pemerintah telah memetakan lokasi-lokasi krusial di Kecamatan Batang guna memecah kepadatan sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan sementara. Untuk yang di Kecamatan Batang, itu nanti kita ada tiga titik. Lokasinya di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, dan Proyonanggan Selatan,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (6/5/2026).

Di Kauman, lokasi yang dipilih berada di sekitar area makam Kadilangu. Sementara itu, untuk wilayah Kasepuhan, rencana awal di Gorsari dialihkan ke wilayah Denasri Kulon demi efektivitas fasilitas.

Menariknya, salah satu proyek di Proyonanggan Selatan yang berlokasi di area THR Kramat akan mengusung konsep ramah pandangan. Rusmanto menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan peningkatan status dari TPS biasa menjadi TPS3R dengan sentuhan estetika.

“Untuk THR Kramat nanti kita pakai kamuflase. Jadi biar bangunannya nanti nggak terlihat langsung dari pinggir jalan, nanti kita kasih seperti tanaman-tanaman untuk memagari. Langkah ini diambil karena di lokasi tersebut sudah terdapat Bank Sampah yang berjalan aktif di bawah kelola aset Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Dengan hadirnya tiga TPS3R baru ini, setiap lokasi diproyeksikan mampu mengolah hingga 15 ton sampah per hari. Hal ini diharapkan menjadi solusi ampuh untuk mengurangi beban TPA Randu Kuning yang saat ini menerima kiriman 90 hingga 100 ton sampah harian.

Ke depan, fungsi TPA Randu Kuning pun akan bertransformasi total seiring dengan larangan praktik pembuangan terbuka (open dumping).

“TPA Randu Kuning itu sekarang mau kita rubah dari TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Harapannya kalau TPS3R dan TPST Sentul sudah jalan, sisanya baru kita olah di pengolahan sampah yang ada di Randu Kuning,” terangnya.

Berdasarkan data koefisien timbulan sampah sebesar 0,57 per penduduk, dengan populasi Batang yang mencapai 860 ribu jiwa, potensi sampah di kabupaten ini sebenarnya mencapai 430 ton per hari. Namun, belum semua sampah tersebut masuk ke sistem layanan DLH.

“Banyak masyarakat di pedesaan yang sudah mandiri mengelola sampahnya sendiri atau masih memanfaatkan lahan pekarangan,” ujar dia.

Dengan fokus Bupati M. Faiz Kurniawan pada infrastruktur pengolahan sampah tahun ini, Batang optimis perlahan bisa melepaskan diri dari ancaman darurat sampah dan beralih ke sistem sirkular yang lebih bersih. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Saka Anti Narkoba Dikukuhkan, Pramuka jadi Mitra BNN Berantas Narkotika Saka Anti Narkoba Dikukuhkan, Pramuka jadi Mitra BNN Berantas Narkotika
Saka Anti Narkoba Dikukuhkan, Pramuka jadi Mitra BNN Berantas Narkotika
Batang - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang menggandeng Kwarcab Pramuka setempat, kini bermitra dengan membentuk Saka Anti Narkoba, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Pramuka dipilih karena perannya sangat dekat dengan masyarakat khususnya kalangan generasi z, untuk mengedukasi sesamanya, agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
26 Jun 2026 Jumadi 52
Soroti Tren Bullying dan Depresi Remaja, Dinkes Batang Masukkan Edukasi Jiwa di Materi MPLS SMP dan SMA Soroti Tren Bullying dan Depresi Remaja, Dinkes Batang Masukkan Edukasi Jiwa di Materi MPLS SMP dan SMA
Soroti Tren Bullying dan Depresi Remaja, Dinkes Batang Masukkan Edukasi Jiwa di Materi MPLS SMP dan SMA
Batang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang memastikan kesiapan jajaran puskesmas di wilayahnya untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMP dan SMASMK.
26 Jun 2026 Jumadi 57
DP3AP2KB Batang Dorong Kehadiran Emosional Lewat Gerakan Mengantar Sekolah DP3AP2KB Batang Dorong Kehadiran Emosional Lewat Gerakan Mengantar Sekolah
DP3AP2KB Batang Dorong Kehadiran Emosional Lewat Gerakan Mengantar Sekolah
Batang Peran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak sering kali disalahpahami hanya sebatas pemenuh kebutuhan materi atau pencari nafkah. Padahal, kehadiran fisik dan emosional figur ayah sangat krusial dalam mengisi ruang kosong psikologis anak, terutama pada momen-momen penting seperti hari pertama masuk sekolah.
26 Jun 2026 Jumadi 51
Bupati Batang Apresiasi Pengabdian 330 Anggota KORPRI Purna Tugas Bupati Batang Apresiasi Pengabdian 330 Anggota KORPRI Purna Tugas
Bupati Batang Apresiasi Pengabdian 330 Anggota KORPRI Purna Tugas
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan apresiasi kepada ratusan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan tali asih kepada anggota KORPRI yang memasuki masa purna tugas.
26 Jun 2026 Jumadi 102
DPRD Batang Dorong Program Seragam Gratis Libatkan UMKM dan Penjahit Lokal DPRD Batang Dorong Program Seragam Gratis Libatkan UMKM dan Penjahit Lokal
DPRD Batang Dorong Program Seragam Gratis Libatkan UMKM dan Penjahit Lokal
Batang - Program pengadaan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Batang kembali menjadi perhatian berbagai pihak. DPRD Kabupaten Batang meminta pelaksanaan program tersebut tetap mengacu pada arahan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, yakni melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penjahit lokal, serta pengrajin di sekitar sekolah agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
26 Jun 2026 Jumadi 48
Bupati Batang Pastikan Mekanisme Seragam Gratis SD-SMP Tepat Sasaran Bupati Batang Pastikan Mekanisme Seragam Gratis SD-SMP Tepat Sasaran
Bupati Batang Pastikan Mekanisme Seragam Gratis SD-SMP Tepat Sasaran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan mekanisme penyaluran program seragam gratis bagi siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP tahun ajaran 20262027 dilakukan melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Skema tersebut dipilih agar penyaluran bantuan sesuai dengan regulasi yang berlaku sekaligus memastikan seragam diterima siswa tepat waktu. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Kantor Pengadilan Agama Batang, Kabupaten Batang, Jumat (2662026).
26 Jun 2026 Jumadi 81