Strategi Bupati Batang Atasi Darurat Sampah,  Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar

Rabu, 06 Mei 2026 Jumadi Dibaca 393 kali Lingkungan
Strategi Bupati Batang Atasi Darurat Sampah,  Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar
Kepala DLH Batang menyampaikan, Strategi Bupati Batang Atasi Darurat Sampah, Bangun 3 TPS3R Senilai Rp1,8 Miliar.
Batang Masalah sampah bukan sekadar soal tumpukan limbah, melainkan tantangan lingkungan yang menjadi perhatian serius Bupati Batang M. Faiz Kurniawan. Untuk menekan volume sampah yang kian menggunung, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tancap gas membangun tiga titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di wilayah perkotaan dengan investasi mencapai Rp1,8 miliar.

Batang – Masalah sampah bukan sekadar soal tumpukan limbah, melainkan tantangan lingkungan yang menjadi perhatian serius Bupati Batang M. Faiz Kurniawan. Untuk menekan volume sampah yang kian menggunung, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tancap gas membangun tiga titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di wilayah perkotaan dengan investasi mencapai Rp1,8 miliar.

Kepala DLH Batang Rusmanto mengungkapkan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi Bupati untuk memodernisasi tata kelola sampah. Tiap titik pembangunan dialokasikan dana sekitar Rp600 juta, yang sudah mencakup infrastruktur bangunan hingga penyediaan alat pengolah sampah.

“Pemerintah telah memetakan lokasi-lokasi krusial di Kecamatan Batang guna memecah kepadatan sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan sementara. Untuk yang di Kecamatan Batang, itu nanti kita ada tiga titik. Lokasinya di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, dan Proyonanggan Selatan,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (6/5/2026).

Di Kauman, lokasi yang dipilih berada di sekitar area makam Kadilangu. Sementara itu, untuk wilayah Kasepuhan, rencana awal di Gorsari dialihkan ke wilayah Denasri Kulon demi efektivitas fasilitas.

Menariknya, salah satu proyek di Proyonanggan Selatan yang berlokasi di area THR Kramat akan mengusung konsep ramah pandangan. Rusmanto menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan peningkatan status dari TPS biasa menjadi TPS3R dengan sentuhan estetika.

“Untuk THR Kramat nanti kita pakai kamuflase. Jadi biar bangunannya nanti nggak terlihat langsung dari pinggir jalan, nanti kita kasih seperti tanaman-tanaman untuk memagari. Langkah ini diambil karena di lokasi tersebut sudah terdapat Bank Sampah yang berjalan aktif di bawah kelola aset Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Dengan hadirnya tiga TPS3R baru ini, setiap lokasi diproyeksikan mampu mengolah hingga 15 ton sampah per hari. Hal ini diharapkan menjadi solusi ampuh untuk mengurangi beban TPA Randu Kuning yang saat ini menerima kiriman 90 hingga 100 ton sampah harian.

Ke depan, fungsi TPA Randu Kuning pun akan bertransformasi total seiring dengan larangan praktik pembuangan terbuka (open dumping).

“TPA Randu Kuning itu sekarang mau kita rubah dari TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Harapannya kalau TPS3R dan TPST Sentul sudah jalan, sisanya baru kita olah di pengolahan sampah yang ada di Randu Kuning,” terangnya.

Berdasarkan data koefisien timbulan sampah sebesar 0,57 per penduduk, dengan populasi Batang yang mencapai 860 ribu jiwa, potensi sampah di kabupaten ini sebenarnya mencapai 430 ton per hari. Namun, belum semua sampah tersebut masuk ke sistem layanan DLH.

“Banyak masyarakat di pedesaan yang sudah mandiri mengelola sampahnya sendiri atau masih memanfaatkan lahan pekarangan,” ujar dia.

Dengan fokus Bupati M. Faiz Kurniawan pada infrastruktur pengolahan sampah tahun ini, Batang optimis perlahan bisa melepaskan diri dari ancaman darurat sampah dan beralih ke sistem sirkular yang lebih bersih. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Pramuka Kwarcab Batang Estafetkan Tunas Kelapa ke Pekalongan Pramuka Kwarcab Batang Estafetkan Tunas Kelapa ke Pekalongan
Pramuka Kwarcab Batang Estafetkan Tunas Kelapa ke Pekalongan
Pekalongan Bukan sekadar sebuah tunas yang berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Di balik perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) tersimpan pesan tentang persaudaraan, tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, dan pengabdian generasi muda kepada bangsa.
06 Sep 2026 Jumadi 71
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Batang - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batang menggandeng unsur Forkopimda dengan menggelar Sarasehan Dialogis, sebagai garda terdepan dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama. Dialog tersebut menjadi ruang diskusi, untuk menemukan solusi tiap kali munculnya permasalahan antar umat beragama.
06 Sep 2026 Jumadi 61
Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z
Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z
Batang - Kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah dikukuhkan oleh Bupati M Faiz Kurniawan dengan kembali memberikan mandat sebagai ketua kepada Subkhi untuk masa bakti 2026 - 2031, di Aula Kantor Bupati batang, Kabupaten Batang, Minggu (692026).
06 Sep 2026 Jumadi 61
Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial
Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial
Batang - Perubahan zaman dan laju industrialisasi di Kabupaten Batang membawa tantangan baru bagi kehidupan bermasyarakat. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menekankan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut menjaga stabilitas serta keutuhan sosial di tengah isu-isu publik yang kian kompleks.
06 Sep 2026 Jumadi 57
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 59
Amanah Kembali Berpindah, Etape Warungasem Siap Tuntaskan Perjalanan ETK Amanah Kembali Berpindah, Etape Warungasem Siap Tuntaskan Perjalanan ETK
Amanah Kembali Berpindah, Etape Warungasem Siap Tuntaskan Perjalanan ETK
Batang Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Cabang Batang terus bergerak. Setelah melewati Etape Wonotunggal, amanah pembawa Tunas Kelapa kini berpindah kepada Etape Warungasem dalam Upacara Timbang Terima Estafet Tunas Kelapa di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (692026).
06 Sep 2026 Jumadi 41