Batang Pemerintah Kabupaten Batang memperkuat komitmen bersama Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya dalam pemberdayaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan dengan menerapkan pendekatan Integrated Area Development (IAD). Dari hasil diskusi, sejumlah lintas instansi turut berkomitmen mendukung pelestarian perhutanan sosial dan pengembangan ekonomi kreatif.
Batang – Pemerintah Kabupaten Batang memperkuat komitmen bersama Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya dalam pemberdayaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan dengan menerapkan pendekatan Integrated Area Development (IAD). Dari hasil diskusi, sejumlah lintas instansi turut berkomitmen mendukung pelestarian perhutanan sosial dan pengembangan ekonomi kreatif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus Pambudi memastikan seluruh instansi terkait akan mendukung langkah positif melalui peran masing-masing, mulai dari sosialisasi melalui publikasi berbagai media, hingga optimalisasi wisata edukasi.
“Salah satu contohnya memanfaatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengkampanyekan pelestarian hutan menggunakan media digital yang dimiliki,” katanya saat ditemui di Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (21/4/2026).
Instansi lain yang tak kalah pentingnya yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) yang siap mendorong sinergi dan kolaborasi antar desa.
“Instansi terkait tentu dekat dengan masyarakat desa setempat, sehingga pesan yang disampaikan akan mudah dan cepat dipahami,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam penguatan tata kelola perhutanan sosial yang inklusif. Pendekatan IAD mampu mengintegrasikan sektor kehutanan, pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Pemberdayaan KUPS perempuan perlu diperkuat melalui pelatihan, promosi digital, dan fasilitasi legalitas usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Field Officer PUPUK Surabaya, Thoriqul Huda memastikan pihaknya akan segera melakukan penyusunan program terpadu lintas dinas berbasis IAD. Serta melaksanakan pelatihan manajemen usaha dan keterampilan sesuai kapasitas.
“Kami segera melakukan pendampingan pengurusan izin PIRT dan BPOM, prnguatan promosi digital dan branding produk KUPS. Serta pengembangan wisata edukasi berbasis perhutanan sosial,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)