Batang - Tingginya semangat Kartini di Kabupaten Batang dapat dipastikan dari sisi jumlah dan intensitas kaum perempuan meniti jenjang karir, yang tak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti baik dari bidang pemerintahan mau sektor swasta, lebih dari 50 persen mendapat ruang berkarir sesuai bidang pekerjaannya.
Batang - Tingginya semangat Kartini di Kabupaten Batang dapat dipastikan dari sisi jumlah dan intensitas kaum perempuan meniti jenjang karir, yang tak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti baik dari bidang pemerintahan mau sektor swasta, lebih dari 50 persen mendapat ruang berkarir sesuai bidang pekerjaannya.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengapresiasi kaum perempuan yang mengaplikasikan semangat Kartini di bidang-bidang pekerjaan yang mereka tekuni. Hanya saja, kiprah perempuan di level pemimpin masih belum begitu maksimal.
“Artinya jumlah mereka yang saat ini duduk di jabatan Kepala OPD, masih belum begitu banyak. Demikian pula di dunia industri, hanya tujuh sampai delapan kaum perempuan yang menduduki posisi direktur, khususnya di perusahaan-perusahaan besar bertaraf nasional,” katanya, saat Memperingati Hari Kartini Ke-147, di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (21/4/2026).
Di sisi lain, Faelasufa pun tak mempermasalahkan bagi sebagian perempuan yang ingin berfokus sebagai ibu rumah tangga. Asalkan mereka menikmatinya, contohnya teman saya yang berpendidikan tinggi, setelah berumahtangga memilih untuk mengurus keluarganya, itu tidak masalah. Terkait jiwa kepemimpinan, ia memandang positif para kaum perempuan yang duduk di posisi pengambil kebijakan di lingkup Pemda.
“Perempuan yang berkarir sebagai pemimpin di Batang, adalah orang-orang berkualitas, karena tempaan dan tantangannya berkali-kali lipat dibandingkan pria, yang tentu memiliki nilai empati lebih tinggi dibandingkan lainnya,” tegasnya.
Menanggapi peringatan Hari Kartini, Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengapresiasi semangat dan prestasi dari para kaum perempuan yang berhasil menduduki posisi penting di Kabupaten Batang.
“Ada Bu Faela yang menunjukkan eksistensinya lewat pendidikan tinggi dan kemanfaatannya, ada Bu Sekda yang membuktikan keberhasilannya dalam mengatur Aparatur Sipil Negara (ASN), yang tentu menginsipirasi kaum perempuan di Batang,” jelasnya.
Terkait kesetaraan di bidang industri Faiz tak mempermasalahkan, asalkan berkompeten tentu bisa berpartisipasi di perusahaan-perusahaan yang tersebar di kawasan industri di Batang.
“Kalau mau berkerja, mereka harus berkompetisi, makanya kita buka pelatihan dan kesempatan kerja yang tidak membeda-bedakan gender,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)