Batang - Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya menggelar diskusi untuk memfasilitasi akses pembiayaan dan legalitas usaha bersama, bagi para petani kopi, di Desa Kemusu Reban, Kabupaten Batang, Kamis (1642026).
Batang - Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya menggelar diskusi untuk memfasilitasi akses pembiayaan dan legalitas usaha bersama, bagi para petani kopi, di Desa Kemusu Reban, Kabupaten Batang, Kamis (16/4/2026).
Menghadirkan Palawija Batang Coffee, para petani mendapatkan pendampingan khusus agar hasil panennya nanti dapat terserap langsung produsen dengan harga yang bersaing.
Field Officer PUPUK Surabaya Thoriqul Huda menerangkan, diskusi ini bertujuan untuk membantu pembiayaan bagi para petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Usaha Pertanian Sosial (KUPPS).
“Ke depan permasalahan pembiayaan akan lebih ringan bagi para petani karena saat masa panen tiba, kopi akan jadi komoditas utama,” tegasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk membantu para petani kopi mendapat harga yang tepat dan menguntungkan. Apabila selama ini para petani seringkali menjual hasil panennya kepada tengkulak, yang terkadang terjual dengan harga murah, namun nanti dengan skema yang tepat petani akan memperoleh harga yang sesuai.
“Skema yang ditawarkan lewat diskusi ini petani mendapatkan harga dan keuntungan yang sesuai, berbeda ketika dijual ke tengkulak,” jelasnya.
Pihaknya akan terus berupaya menjalin kemitraan dengan seluruh anggota KUPPS, agar perekonomian para petani kopi lebih meningkat.
Salah satu peserta, Khusupiyah dari Kelompok Usaha Bersama Srikandi Rimba, berharap setelah dikukuhkannya kepengurusan tersebut akan berdampak positif bagi para petani kopi. Secara ekonomi tentu hasil panen akan terjual dengan harga yang menguntungkan.
“Tadi sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pak Sutanto, selalu pengelola Palawija Batang Coffee. Insya Allah nanti saat pengumpulan panen bulan Juni hingga Agustus, hasilnya lebih maksimal dan menguntungkan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)