Kepala DP3AP2KB Batang Joko Prasetyo (tengah), memimpin rapat dalam kesiapan Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak di Kantor DP3AP2KB Batang, Kabupaten Batang.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
pstrongBstrongstrongatangstrong ndash; Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.p pLangkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kecepatan perkembangan teknologi dianggap telah melampaui kemampuan pengawasan orang dewasa, sementara anak-anak kerap menjadi pihak yang paling rentan di ruang siber.p pKepala DP3AP2KB Batang Joko Prasetyo menegaskan, bahwa kebijakan ini jangan disalahartikan sebagai upaya memangkas hak anak. Sebaliknya, ini adalah "payung" sebelum hujan di tengah derasnya informasi digital.p pldquo;Pembatasan ini bukanlah bentuk pembatasan hak-hak anak, melainkan langkah preventif untuk melindungi mereka dari risiko seperti perundungan siber, eksploitasi, maupun paparan konten yang tidak sesuai dengan usia,rdquo; katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (1042026).p pMenurutnya, tanpa filter yang kuat, proses belajar anak bisa terdistorsi. Dengan adanya pembatasan yang bijak, ruang bagi anak untuk fokus pada pendidikan dan pembentukan karakter justru akan terbuka lebih lebar.p pldquo;Menyadari bahwa mengawasi dunia digital tidak bisa dilakukan sendirian, DP3AP2KB mulai merajut kolaborasi dengan berbagai instansi. Mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, hingga organisasi kemasyarakatan,rdquo; jelasnya.p pSalah satu motor penggerak utamanya adalah Tim Penggerak PKK dan Forum Anak yang selama ini telah aktif bergerak di akar rumput. Fokus utamanya adalah penguatan literasi, baik secara manual maupun digital.p pldquo;Ini memang kerja bareng. Kita akan berkolaborasi baik dengan Dinas Pendidikan, kemudian dengan Dinas Kominfo karena ini pembatasannya digital dan juga dengan organisasi-organisasi lain yang sangat konsisten terhadap perkembangan anak-anak kita,rdquo; terangnya.p pMeski PP tersebut sudah lahir sejak tahun lalu, implementasi praktisnya baru benar-benar digulirkan pada Maret 2026 ini. Saat ini, pihak Pemkab Batang masih menggodok formula yang paling tepat agar kebijakan ini efektif di lapangan.p pJoko juga menyebutkan, pihaknya masih menunggu apakah nantinya akan dibutuhkan aturan turunan yang lebih operasional di tingkat daerah. Namun, poin utamanya tetap pada sinergi kolektif.p pldquo;Perlindungan di era digital adalah tanggung jawab bersama. Melalui langkah yang bijak ini, kita berharap dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat bagi generasi masa depan kita,rdquo; pungkasnya. (MC Batang, JatengEdoJumadi)p
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).