Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo

Jumat, 10 April 2026 Jumadi Dibaca 331 kali Acara Pimpinan Daerah
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Perwakilan MURI Sri Widayanti (kedua kanan), menyerahkan Piagam Rekor MURI kepada Ketua TP PKK Batang Faelasufa dalam pemecahan Rekor Muri di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.

Batang – Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.

Pencapaian ini bukan sekadar soal angka di atas kertas. Langkah inovatif ini resmi mencatatkan sejarah baru dalam Rekor MURI untuk pengumpulan minyak jelantah terbanyak dengan total mencapai 10.000 liter.

Menariknya, gerakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar pesawat ramah lingkungan (bioavtur).

Perjalanan menuju rekor ini tidaklah instan. Ketua TP PKK Batang Faelasufa Faiz Kurniawan, mengisahkan bagaimana timnya bergerak "gerilya" untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang limbah.

“Awalnya program ini hanya bergerak di skala kecil dengan bergerak dari rumah ke rumah, warung ke warung, dan gerobak makanan ke gerobak makanan untuk mengedukasi tentang bahaya minyak jelantah bagi lingkungan,” katanya usai menerima piagam Rekor MURI di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (10/4/2026).

Faelasufa menegaskan, bahwa meski fokus awalnya adalah menjaga ekosistem, manfaat ekonomi yang menyertainya ternyata sangat nyata bagi masyarakat.

“Sistem yang dibangun PKK Batang tergolong sederhana namun efektif. Mereka bersedia membeli minyak jelantah dari warga dengan harga Rp7 ribu per liter. Limbah yang terkumpul kemudian disalurkan ke penyedia jasa (supplier) untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang luar biasa,” jelasnya.

Nantinya oleh supplier akan digunakan untuk bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan pengganti avtur. Langkah ini sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada para ASN, PPPK, hingga tenaga honorer yang ikut andil dalam pengumpulan massal tersebut.

“Tahun ini, PKK Batang semakin tancap gas. Mereka mulai menggandeng mitra strategis seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh kabupaten dan bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda),” terangnya.

Potensinya pun tidak main-main. Menurut Setyo Prabowo Ketua Pokja Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah, satu titik SPPG rata-rata bisa menghasilkan 50 hingga 60 liter minyak jelantah setiap harinya. Bagi Faelasufa, ini adalah perwujudan nyata dari konsep ekonomi sirkuler.

“Misalkan, SPPG yang minyak jelantahnya dibuang itu kan akan terputus, tapi jika minyak jelantahnya dijual dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar pesawat, maka itu merupakan salah satu contoh ekonomi sirkuler yang positif,” ujar dia.

Melalui gerakan ini, ibu-ibu PKK di Batang tidak hanya berhasil menyelamatkan lingkungan dari pencemaran, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan. Sebuah bukti nyata bahwa "cuan" bisa datang dari mana saja, bahkan dari tetesan minyak bekas di dapur rumah tangga. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Wonotunggal Expo Siap jadi Ajang Promo Produk dan Gelaran Seni
Batang - Kegiatan Wonotunggal Expo yang merupakan rintisan dari Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa digelar dalam rangka gelar budaya yang secara rutin setiap tahunnya. Gelaran ini merupakan upaya untuk meningkatkan geliat UMKM Di Kabupaten Batang pada umumnya dan khususnya Kecamatan Wonotunggal.
26 Ags 2026 Jumadi 59
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Hari Pramuka Ke-65 di Batang, Gerakan Pramuka Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan
Batang - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Batang menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026). Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
26 Ags 2026 Jumadi 162
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Wabup Batang Minta, Pelajar Tak Manja dan Bijak Gunakan Gawai
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
26 Ags 2026 Jumadi 141
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Rela Pecah Celengan TK, Aksi Haru Siswa SDN Kauman 7 Batang Galang Dana untuk NTT
Batang - Kardus bekas bertuliskan penggalangan donasi memutar pelan di tengah lingkaran ratusan anak. Jemari-jemari kecil bergantian memasukkan lembaran rupiah, bahkan ada yang merelakan celengan yang mereka rawat bertahun-tahun demi meringankan beban korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
26 Ags 2026 Jumadi 70
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Pemkab Batang Siapkan Langkah Antispasi Pestisida Untuk Hama Tikus
Batang - Musim kemarau di Kabupaten Batang tak hanya membawa hawa kering, tetapi juga ancaman nyata bagi para petani: pergerakan hama tikus yang mulai bergerilya di sejumlah sentra pertanian. Kendati demikian, Dinas Pangan, Pertanian dan Perkebunan (Dispaperta) Kabupaten Batang memastikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, kondisi di lapangan masih aman dan belum ada tanaman yang sampai mengalami puso atau gagal panen.
26 Ags 2026 Jumadi 220
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Tingkatkan Pengelolaan Kantong Parkir Truk, Dishub Batang Kaji Sistem E-Parking Berbasis QRIS
Batang - Pemandangan barisan truk besar yang parkir berderet di sekitar Exit Tol Kandeman masih jadi pemandangan sehari-hari. Berhentinya armada bongkar muat ini tak sekadar membikin estetika gerbang masuk Kabupaten Batang tampak semrawut, tetapi juga mengancam ketertiban jalan. Rencana Pemkab Batang menyulap kawasan tersebut menjadi kantong parkir resmi pun harus jalan di tempat lantaran terganjal lahan.
26 Ags 2026 Jumadi 74