Batang Ruang rapat pemerintahan seringkali identik dengan setelan formal, suasana kaku, dan deretan angka yang sulit dicerna. Dalam lingkungan seperti itu, suara anak-anak seringkali tenggelam. Mereka hadir, namun hanya sebagai pendengar yang malu-malu di balik dominasi orang dewasa.
Batang Ruang rapat pemerintahan seringkali identik dengan setelan formal, suasana kaku, dan deretan angka yang sulit dicerna. Dalam lingkungan seperti itu, suara anak-anak seringkali tenggelam. Mereka hadir, namun hanya sebagai pendengar yang malu-malu di balik dominasi orang dewasa.
Menyadari hal tersebut,
Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah (Bapperida) memutuskan untuk mendobrak sekat tersebut.
Pada 3 Maret 2026
mendatang, Aula Kantor Bupati Batang akan disulap menjadi ruang aspirasi yang
ramah bagi generasi muda dalam tajuk Musrenbang Anak Kabupaten Batang.
Kepala Bidang
Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang Eni Triwiyanti mengungkapkan,
bahwa selama ini anak-anak cenderung sulit bersuara jika dicampur dalam forum
besar.
“Kalau dicampur dengan
forum besar orang-orang dewasa, mereka itu kan tidak berani bersuara. Masih
labil, takut, dan malu. Padahal perencanaan itu harus komprehensif, harus
memenuhi kebutuhan semua level usia,†katanya saat ditemui di Kantornya, Senin
(23/2/2026).
Berbeda dengan rapat
dinas pada umumnya, Musrenbang Anak ini dirancang dengan pendekatan yang lebih
cair. Bapperida bahkan menggandeng fasilitator dari UNICEF untuk memastikan
suasana tetap hidup dan tidak menegangkan.
“Mungkin kami di
perangkat daerah itu agak kaku. Kalau ada fasilitator, suasana bisa dibuat
nyaman supaya anak-anak bisa memberikan gambaran apa yang mereka inginkan.
Jangan sampai mereka tegang karena konsepnya kayak rapat biasa,†jelasnya.
Nantinya, sekitar 8
hingga 10 pengurus Forum Anak yang baru saja terbentuk akan menjadi motor
penggerak. Mereka bertugas mendorong perwakilan siswa SMP dan SMA dari 15
kecamatan untuk berani "speak up" mengenai kebutuhan nyata mereka di
lapangan.
Sementara itu, Kepala
Bapperida Batang Bagus Pambudi menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar
seremoni. Ada misi besar untuk membawa Batang naik kelas menjadi Kabupaten
Layak Anak (KLA).
Bagus menekankan
pentingnya mendokumentasikan dan mengakomodir usulan anak secara administratif
ke dalam sistem penganggaran. Jika tahun-tahun sebelumnya usulan anak hanya
bersifat selaras secara kebetulan dengan program desa atau kecamatan, maka
untuk tahun perencanaan 2027, pemerintah akan memberikan perlakuan khusus.
“Khusus untuk tahun
2027 ini, kita akan ada afirmasi atau alokasi khusus. Usulan anak harus
terakomodir dalam dokumen perencanaan maupun penganggaran. Kita ingin
mendengarkan ide mereka terhadap penyempurnaan program kegiatan kita,†tegasnya.
Berdasarkan agenda
kegiatan, acara yang akan dimulai pukul 08.00 WIB ini akan diisi dengan
berbagai metode partisipatif, mulai dari ice breaking, curah pendapat melalui
media post-it, hingga perumusan "Pernyataan Suara Anak" yang akan
dibacakan secara resmi.
“Dengan langkah ini,
Kabupaten Batang berharap pembangunan tidak lagi hanya tentang perspektif orang
dewasa, tetapi juga tentang mewujudkan mimpi-mimpi kecil yang akan menjadi
fondasi besar di masa depan,†tandasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)