Ekskavasi Candi Bata Gringsing Terhenti, Anggaran Belum Memadai

Senin, 02 Februari 2026 Jumadi Dibaca 1.031 kali Seni dan Budaya
Ekskavasi Candi Bata Gringsing Terhenti, Anggaran Belum Memadai
Ekskavasi Candi Bata Gringsing Terhenti, Anggaran Belum Memadai.
Batang - Candi Bata Gringsing yang tercatat sebagai candi tertua di Jawa Tengah ternyata belum sepenuhnya terungkap.

Batang - Candi Bata Gringsing yang tercatat sebagai candi tertua di Jawa Tengah ternyata belum sepenuhnya terungkap.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Batang Camelia Dewi menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan sejumlah penelitian lanjutan ke Bapperida Kabupaten Batang. Usulan tersebut mencakup rencana besar penataan kawasan Candi Bata Gringsing dan Balekambang. 

“Kawasan candi masih membutuhkan ekskavasi lanjutan untuk membuka bagian atas bukit.  Kami masih membutuhkan ekskavasi lagi untuk membuka candi di atas bukit,” katanya, saat ditemui di Kantornya, Senin (2/2/2026).

Selain ekskavasi, kajian zonasi menjadi agenda penting dalam pengembangan kawasan. Kajian zonasi diperlukan untuk mengatur batas perlindungan, pemanfaatan, dan pengembangan situs. 

“Disdikbud juga mengusulkan kajian konsolidasi struktur bangunan candi. Langkah ini dilakukan agar bangunan bata yang rapuh dapat kembali mendekati bentuk aslinya,” jelasnya. 

Camelia menegaskan perbaikan akan difokuskan pada penguatan dan penataan ulang struktur. Ia menyebut keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional sudah cukup dalam tahap kajian awal.  Namun, untuk tahap lanjutan, dukungan anggaran tetap menjadi kunci utama. 

Ia juga mengungkapkan, kebutuhan dana untuk ekskavasi lanjutan Candi Bata Gringsing tidak kecil. 

“Untuk usulan ekskavasi ini kebutuhannya sekitar Rp2 miliar. Meski demikian, anggaran tersebut masih sebatas usulan. Hingga saat ini anggaran tahun 2026 belum mengakomodasi hal itu,” terangnya.

Disdikbud Batang telah menggelar rapat bersama beberapa dinas terkait untuk penataan kawasan tersebut. Keterlibatan banyak pihak diharapkan mampu mempercepat realisasi penataan kawasan cagar budaya. 

“Kami sudah rapat dengan beberapa pihak, ada Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Dishub, dan DPUPR. Di sisi lain, proses pembangunan cungkup Candi Bata Gringsing sempat tertahan proses penataannya akibat ditemukannya reruntuhan baru di area situs,” tegasnya. 

Penemuan tersebut memaksa tim teknis melakukan penyesuaian desain gambar agar tidak merusak struktur asli candi. Ia menyebut perubahan desain dilakukan demi menjaga keaslian dan keselamatan bangunan bersejarah tersebut. 

“Di akhir Desember kemarin memang sempat terlambat karena ada penemuan reruntuhan, sehingga gambar harus diganti,” ujar dia. 

Ia menilai Candi Bata Gringsing memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi sejarah. Selain itu, penataan yang tepat diyakini mampu mendorong sektor pariwisata budaya di Batang. Namun, Candi Bata Gringsing kini berada di persimpangan antara pelestarian dan keterbatasan anggaran.  (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar
Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar
Pemkab Batang bersama UNDIP mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar sebagai alternatif solusi penanganan sampah, mengurangi ketergantungan pada TPA, serta mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan dampak lingkungan.
26 Okt 2026 Jumadi 120
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar
Pemkab Batang melalui DPUPR memprioritaskan kontraktor lokal berdomisili di Batang untuk proyek pemerintah daerah dengan nilai di bawah Rp2 miliar. Kebijakan ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja bagi warga setempat, serta memberdayakan pemasok material lokal. DPUPR juga berencana mempercepat pengadaan proyek melalui lelang dini untuk tahun anggaran 2027.
26 Okt 2026 Jumadi 76
Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam
Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam
Kontingen Kabupaten Batang menunjukkan solidaritas dan belasungkawa atas meninggalnya atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026 melalui pemakaian pita hitam dan pembentangan spanduk. Kontingen Batang juga memperketat pengawasan kesehatan atlet dengan menyiagakan ambulans dan tenaga medis, sekaligus terus berjuang meraih prestasi di ajang Porprov.
26 Okt 2026 Jumadi 393
Pulihkan Ekosistem Laut, BPI bersama UNDIP Luncurkan AFA dan APR Sebagai Produk Hilirisasi Pulihkan Ekosistem Laut, BPI bersama UNDIP Luncurkan AFA dan APR Sebagai Produk Hilirisasi
Pulihkan Ekosistem Laut, BPI bersama UNDIP Luncurkan AFA dan APR Sebagai Produk Hilirisasi
Pemkab Batang, UNDIP, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memperkuat kolaborasi pemulihan ekosistem laut melalui pengembangan Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR) berbahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA). Program ini diharapkan menjadi habitat biota laut, mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, serta dikembangkan sebagai destinasi edukasi wisata pesisir. Kolaborasi tersebut juga disertai pemberdayaan nelayan dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.
26 Okt 2026 Jumadi 89
Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen
Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen
Pembangunan jalan tembus dari Desa Sembung menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui program TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736Batang telah mencapai progres lebih dari 50 persen, dengan target penyelesaian pada 5 November 2026. Jalan sepanjang 1.400 meter ini diharapkan mempermudah akses pekerja menuju kawasan industri, memperlancar pengangkutan hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
26 Okt 2026 Jumadi 111
Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November
Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November
Pembangunan jalan penghubung Desa Sembung menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui program TMMD Reguler Kodim 0736 Batang telah mencapai progres 530 meter dari target 987 meter atau sekitar 54 persen berdasarkan perhitungan panjang jalan. Pembangunan ditargetkan selesai awal November 2026 untuk memangkas waktu tempuh dari satu jam menjadi sekitar 10 menit, sekaligus meningkatkan akses pekerja, distribusi hasil pertanian, dan perekonomian masyarakat setempat.
25 Okt 2026 Jumadi 220