Pulihkan Ekosistem Laut, BPI bersama UNDIP Luncurkan AFA dan APR Sebagai Produk Hilirisasi

Senin, 26 Oktober 2026 Jumadi Dibaca 48 kali Acara Pimpinan Daerah
Pulihkan Ekosistem Laut, BPI bersama UNDIP Luncurkan AFA dan APR Sebagai Produk Hilirisasi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawa (tengah), foto bersama penandatanganan MOU BPI Dengan UNDIP produk hilirisasi dengan meluncurkan AFA dan APR di Kantor PLTU Batang, Kabupaten Batang, Senin (26/10/2026).
Pemkab Batang, UNDIP, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memperkuat kolaborasi pemulihan ekosistem laut melalui pengembangan Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR) berbahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA). Program ini diharapkan menjadi habitat biota laut, mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, serta dikembangkan sebagai destinasi edukasi wisata pesisir. Kolaborasi tersebut juga disertai pemberdayaan nelayan dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.

Batang – Pemerintah Kabupaten Batang bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, memperkuat kolaborasi pengembangan dan hilirisasi riset Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR) untuk mendukung pemulihan ekosistem laut dan pelestarian keanekaragaman hayati di pesisir Kabupaten Batang.

Kolaborasi ini mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat diterapkan secara langsung di lapangan, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha dalam pengembangan inovasi berbasis riset tersebut. Menurutnya, hasil penelitian tidak cukup berhenti pada kajian akademis, tetapi perlu diwujudkan menjadi solusi konkret yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan hilirisasi riset tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari penerapan, kebermanfaatan, dan keberlanjutan hasilnya bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat,” katanya usai peluncuran AFA dan APR di Kantor PLTU Batang, Kabupaten Batang, Senin (26/10/2026).

Ia menegaskan, pengembangan AFA dan APR perlu memperhatikan keseimbangan antara pelestarian ekosistem pesisir dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat, terutama nelayan. Karena itu, masyarakat pesisir perlu dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan, pemeliharaan, dan pemantauan program. Dampak ekologis maupun manfaat ekonominya juga harus dievaluasi secara terukur.

“Komitmen Pemkab Batang untuk mengembangkan area implementasi AFA dan APR sebagai destinasi edukasi wisata atau eduwisata. AFA merupakan struktur buatan yang dirancang untuk menyediakan dan memperluas habitat ikan. Sementara itu, APR dikembangkan untuk membantu pemulihan habitat dasar laut dan mendukung pertumbuhan terumbu karang,” jelasnya.

Dalam pengembangannya, program ini memanfaatkan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), yaitu material sisa pembakaran batu bara dari PLTU Batang, sebagai bahan pembuatan habitat buatan. Pemanfaatan tersebut menerapkan pendekatan ekonomi sirkular, yakni mengoptimalkan pemanfaatan material dengan tetap memperhatikan kajian ilmiah, pengelolaan yang bertanggung jawab, serta pemantauan lingkungan secara berkala.

Rektor UNDIP Suharnomo menyampaikan, apresiasi atas kerja sama dengan BPI dalam mendorong hasil riset menjadi inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen UNDIP untuk terus bergerak bersama dunia industri dan menjawab kebutuhan industri di Kabupaten Batang melalui riset, inovasi, dan penerapan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Ia berharap, kerja sama tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi dunia industri, lingkungan, serta masyarakat. Dalam kolaborasi BPI dan UNDIP, sebanyak empat unit AFA dan delapan unit APR telah dipasang selama periode 2020–2025. Program tersebut dilanjutkan pada 2026 dengan penambahan 12 unit AFA dan 10 unit APR.

“Hasil pemantauan UNDIP pada 2025 di salah satu unit APR di Karang Sebapang mengidentifikasi 19 spesies ikan karang dengan total 208 individu. Temuan tersebut menjadi indikasi awal bahwa habitat buatan berpotensi mendukung kehidupan biota laut. Meski demikian, pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengevaluasi perkembangan habitat dan dampak ekologisnya berdasarkan data ilmiah,” terangnya.

Chief Operating Officer PT Bhimasena Power Indonesia Naofumi Yasuda mengatakan, pengembangan AFA dan APR merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), sekaligus dukungan terhadap pengelolaan lingkungan dan pelestarian ekosistem pesisir.

“Sebagai perusahaan yang beroperasi di Batang, kami senantiasa membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya bahwa hasil terbaik dapat dicapai ketika semua pihak bekerja bersama sebagai satu tim,” ujar dia.

BPI juga menyatakan terus menjalankan komitmen pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagaimana tercantum dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), termasuk Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL).

“Upaya tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, perlindungan ekosistem pesisir, serta pemantauan kondisi lingkungan dan keanekaragaman hayati bersama mitra yang memiliki kompetensi ilmiah. Selain pengembangan habitat buatan, BPI turut berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam program pemberdayaan masyarakat pesisir,” tegasnya.

Program tersebut meliputi pelatihan perawatan dan perbaikan mesin kapal bagi nelayan, bantuan 11 unit mesin kapal untuk 11 kelompok nelayan, serta pemberian jaminan kesehatan bagi 149 nelayan. BPI juga menjalankan program bedah rumah bagi tiga keluarga nelayan di Roban Timur, pemasangan listrik gratis, dan penanaman mangrove di sepanjang pesisir Kabupaten Batang.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menekankan, bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut perlu ditindaklanjuti melalui program nyata, pembagian peran yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta mekanisme evaluasi yang terstruktur.

“Pemantauan ilmiah terhadap pertumbuhan karang, keanekaragaman hayati, dan fungsi habitat ikan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perkembangan program dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Melalui kerja sama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, pengembangan AFA dan APR diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang. (MC Batang,Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar
Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar
Pemkab Batang bersama UNDIP mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar sebagai alternatif solusi penanganan sampah, mengurangi ketergantungan pada TPA, serta mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan dampak lingkungan.
26 Okt 2026 Jumadi 67
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar
Pemkab Batang melalui DPUPR memprioritaskan kontraktor lokal berdomisili di Batang untuk proyek pemerintah daerah dengan nilai di bawah Rp2 miliar. Kebijakan ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja bagi warga setempat, serta memberdayakan pemasok material lokal. DPUPR juga berencana mempercepat pengadaan proyek melalui lelang dini untuk tahun anggaran 2027.
26 Okt 2026 Jumadi 63
Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam
Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam
Kontingen Kabupaten Batang menunjukkan solidaritas dan belasungkawa atas meninggalnya atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026 melalui pemakaian pita hitam dan pembentangan spanduk. Kontingen Batang juga memperketat pengawasan kesehatan atlet dengan menyiagakan ambulans dan tenaga medis, sekaligus terus berjuang meraih prestasi di ajang Porprov.
26 Okt 2026 Jumadi 111
Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen
Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen
Pembangunan jalan tembus dari Desa Sembung menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui program TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736Batang telah mencapai progres lebih dari 50 persen, dengan target penyelesaian pada 5 November 2026. Jalan sepanjang 1.400 meter ini diharapkan mempermudah akses pekerja menuju kawasan industri, memperlancar pengangkutan hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
26 Okt 2026 Jumadi 78
Nyali Patriot Olahraga Batang Membara di Panggung Porprov XVII Jateng 2026 Nyali Patriot Olahraga Batang Membara di Panggung Porprov XVII Jateng 2026
Nyali Patriot Olahraga Batang Membara di Panggung Porprov XVII Jateng 2026
Semarang - Gelora semangat membara tampak di wajah para patriot olahraga asal Kabupaten Batang yang melangkah pasti di bawah lampu megah GOR Jatidiri, Semarang. Di hadapan gemuruh penonton, kontingen Batang resmi memulai perjuangan mereka di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026.
25 Okt 2026 Jumadi 171
Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November
Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November
Pembangunan jalan penghubung Desa Sembung menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui program TMMD Reguler Kodim 0736 Batang telah mencapai progres 530 meter dari target 987 meter atau sekitar 54 persen berdasarkan perhitungan panjang jalan. Pembangunan ditargetkan selesai awal November 2026 untuk memangkas waktu tempuh dari satu jam menjadi sekitar 10 menit, sekaligus meningkatkan akses pekerja, distribusi hasil pertanian, dan perekonomian masyarakat setempat.
25 Okt 2026 Jumadi 194