Batang - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang sejak 20 Januari lalu menyisakan duka bagi warga. Di saat air setinggi 1,2 meter merendam permukiman dan material longsor menutup akses jalan, secercah harapan datang dari kepedulian sesama.
Batang - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang sejak 20 Januari lalu menyisakan duka bagi warga. Di saat air setinggi 1,2 meter merendam permukiman dan material longsor menutup akses jalan, secercah harapan datang dari kepedulian sesama.
Palang
Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang bergerak cepat menyalurkan bantuan
logistik hasil sumbangan masyarakat untuk mereka yang terdampak. Kesibukan
terlihat jelas di Markas PMI Batang. Para relawan tampak sigap menyiapkan
bantuan yang akan dikirimkan ke titik-titik pengungsian dan dapur umum.
Kepala
Markas PMI Batang Karyono menegaskan, bahwa pihaknya terus bersiaga penuh untuk
memastikan warga tidak kelaparan di tengah bencana. Koordinasi intensif dengan
BPBD pun terus dilakukan.
“PMI
tetap proaktif dalam suasana yang memprihatinkan ini. Kami sudah koordinasi
dengan BPBD, kemarin ada rapat segala macam di ruangan markas untuk persiapan
penanganan banjir,†katanya saat ditemui di markas PMI Batang, Kabupaten
Batang, Kamis (22/1/2026).
Bantuan
yang disalurkan bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata gotong-royong warga
Batang. PMI menyalurkan berbagai kebutuhan pokok mulai dari beras, minyak
goreng, mi instan, hingga telur melalui Dinas Sosial yang mengelola dapur umum.
Khusus pada hari Rabu, PMI memproduksi ribuan nasi bungkus untuk warga yang
terisolasi.
“Kami
membuatkan nasi bungkus sejumlah 1050 untuk Karangasem Utara 500, Klidang Lor
500, dan Karangasem 50. Sementara itu peran dari kami PMI, kami mulai hari ini
ada petugas poskonya yang sudah siap,†jelasnya.
Di
balik ribuan paket bantuan tersebut, ada tangan-tangan dingin para relawan yang
bekerja tanpa kenal lelah. Sebanyak 20 hingga 30 personel diterjunkan langsung
ke lokasi terdampak, baik untuk mengelola dapur umum maupun mendistribusikan
bantuan secara door-to-door.
“Kemarin
itu diterjunkan sekitar hampir 20-an. Ada yang di dapur umum, terus ada yang
bagi langsung nasi bungkus. Insya Allah PMI aktif dan akan membantu sebagaimana
prinsip kemanusiaan PMI,†ungkapnya.
Saat
ini, PMI Batang didukung oleh lebih dari 100 relawan aktif yang bersiaga 24
jam. Mereka menjadi garda terdepan tidak hanya saat banjir, tapi juga dalam
berbagai program sosial seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Untuk
memenuhi kebutuhan makan 2.400 jiwa (tiga kali makan), PMI telah menyiapkan
logistik dalam jumlah besar, di antaranya:
* Bahan Pokok: 3 kwintal beras, 70 liter
minyak goreng, dan 7 tong telur.
* Bumbu & Sayur: Puluhan kilogram cabe,
bawang merah, bawang putih, serta sayuran segar (kubis, wortel, seledri).
* Kebutuhan Dapur: Gas 12 kg, peralatan
pembungkus, hingga bumbu pelengkap lainnya.
“Meski
jalur transportasi seperti jalan raya Bandar-Batur sudah kembali normal setelah
sempat tertutup longsor, ancaman bencana belum sepenuhnya hilang. Berdasarkan
data dari Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah, masih ada warga yang
mengungsi seperti di Perum Nagita, Cepagan,†imbuhnya.
Sementara
itu, Wakil Bupati Batang Suyono, memberikan pesan mendalam bagi seluruh warga
untuk tidak lengah menghadapi cuaca yang sulit ditebak.
“Masyarakat
harus tetap waspada, antisipasi apa pun keadaan alam yang sulit diprediksi.
Yang penting waspada saja, hati-hati, jangan sampai lengah dalam menghadapi
cuaca yang sedang ekstrem. Belum tentu apa ini sudah berakhir atau belum, kita
tidak tahu,†ujar dia.
Hingga
saat ini, petugas dan relawan masih terus melakukan asesmen di Desa Klidang Lor
dan Kelurahan Karangasem Utara demi memastikan setiap warga mendapatkan
perlindungan yang layak. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)