Batang - Banjir yang kembali menggenangi lingkungan SMP Negeri 9 Batang, Selasa (20/1/2026) malam, nyatanya tak berdampak pada pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, namun para pelajar tetap menyempatkan untuk datang ke sekolah mengambil jatah MBG-nya.
Batang - Banjir yang kembali menggenangi lingkungan SMP Negeri 9 Batang, Selasa (20/1/2026) malam, nyatanya tak berdampak pada pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, namun para pelajar tetap menyempatkan untuk datang ke sekolah mengambil jatah MBG-nya.
Sebanyak
595 porsi MBG telah disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk
diambil siswa dan dinikmati di rumah.
Salah
satu penerima MBG, Nuraini dan Dea mengaku senang karena MBG tak dihentikan,
meski kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.
“Ini
karena banjir sejak semalam, akhirnya belajar di rumah sambil bersih-bersih
soalnya rumahnya juga kebanjiran setinggi mata kaki. Ini disuruh guru ambil
jatah MBG sekalian buat teman yang nggak bisa datang,†katanya, saat ditemui di
halaman SMPN 9 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21/1/2026).
Keduanya
tak mempermasalahkan apabila harus berjalan kaki ke sekolah untuk mengambil
jatah MBG.
“Ya
pinginnya ada terus, nggak papa kalau banjir kan ambilnya bisa kalau udah
surut, yang penting ada terus karena enak, menunya hari ini nasi, ayam, sayur,
tempe sama semangka,†ungkapnya.
Senada,
Kepala SMPN 9 Batang Mas'ud membenarkan agar pendistribusian MBG tetap
berlanjut seperti hari biasa, meski kegiatan belajar mengajar dilakukan secara
daring. Ia menegaskan, agar MBG tidak boleh dihentikan meski proses
pendistribusian meminta anak atau orang tua mengambil langsung ke sekolah.
“MBG
harus jalan terus tidak boleh dihentikan, caranya anak kami minta datang ke
sekolah kalau sudah surut. Bagi mereka yang tidak bisa datang, bisa dititipkan
lewat teman yang tempat tinggalnya berdekatan,†jelasnya.
Sebelumnya,
seluruh ruang kelas dan ruang guru diterjang banjir berlumpur Selasa
(20/1/2026) pukul 22.00 WIB dengan ketinggian antara 40 - 70 sentimeter.
Beruntung seluruh peralatan elektronik, buku dan kelengkapan administrasi
lainnya telah disimpan ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
“Rencananya
kalau besok sudah tidak banjir lagi, anak langsung kami minta membersihkan
kelas,†tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)