BPS Batang Catat Angka Penurunan Kemiskinan

Selasa, 13 Januari 2026 Jumadi Dibaca 1.342 kali Pelayanan Publik
BPS Batang Catat Angka Penurunan Kemiskinan
Kepala BPS Batang Heni Djumadi (tengah), memberikan sambutan saat rapat koordinasi DTSEN di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Angka kemiskinan di Kabupaten Batang menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2025. Persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat sebesar 7,79 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 8,73 persen dan tahun 2023 sebesar 8,92 persen.

Batang - Angka kemiskinan di Kabupaten Batang menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2025. Persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat sebesar 7,79 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 8,73 persen dan tahun 2023 sebesar 8,92 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batang Heni Djumadi, dalam rapat koordinasi terkait Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13/1/2026).

Dijelaskannya, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Batang tidak terlepas dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Salah satu faktor pendorongnya adalah Program Dapat Kerja (Daker) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Batang untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Batang yang berusia di atas 15 tahun mencapai 653.735 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 482.846 orang tercatat telah bekerja, sementara jumlah pengangguran berada di angka 25.796 orang. Selama periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Batang mencapai sekitar 8.200 orang,” jelasnya.

Selain itu, proporsi penduduk yang bekerja di sektor formal juga mengalami peningkatan. Kondisi ini terutama didorong oleh bertambahnya pekerja dengan status buruh, karyawan, dan pegawai yang mencapai 38,34 persen.

“Sementara itu, penduduk yang bekerja dengan status berusaha sendiri atau berwirausaha menempati posisi kedua dengan persentase sebesar 23,23 persen,” terangnya.

Ia menambahkan, mayoritas penduduk yang bekerja di Kabupaten Batang merupakan lulusan pendidikan menengah ke bawah. Sebaliknya, tingkat pengangguran justru lebih banyak berasal dari kelompok penduduk berpendidikan tinggi.

“Data tersebut, menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Matangkan RDTR Subah dan Batang, Dorong Kepastian Hukum Lahan dan Investasi Pemkab Batang Matangkan RDTR Subah dan Batang, Dorong Kepastian Hukum Lahan dan Investasi
Pemkab Batang Matangkan RDTR Subah dan Batang, Dorong Kepastian Hukum Lahan dan Investasi
Batang - Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Kabupaten Batang terus dimatangkan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi Publik Tahap I yang digelar oleh Kementerian Agraria dan Tata RuangBadan Pertanahan Nasional (ATRBPN), dua wilayah utama Kecamatan Batang dan Kecamatan Subah kini menjadi fokus penataan tata ruang yang presisi.
08 Okt 2026 Jumadi 35
Waspada Ancaman Kebakaran di Dapur, Kaum Ibu Diedukasi Damkar Batang Waspada Ancaman Kebakaran di Dapur, Kaum Ibu Diedukasi Damkar Batang
Waspada Ancaman Kebakaran di Dapur, Kaum Ibu Diedukasi Damkar Batang
Batang - Kerawanan kebakaran yang terjadi di area dapur menjadi hal yang patut diwaspadai, agar sedini mungkin diantisipasi melalui edukasi dan praktik langsung. Kerawanan tersebut menginisiasi para kaum ibu bersama putra-putrinya berkunjung ke Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Batang, untuk mendapatkan edukasi cara pemadaman api secara ringan dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
08 Okt 2026 Jumadi 45
Batang Jadi Pilot Project MBG Prasmanan, Dengan Konsep Makan Sekolah di Jepang Batang Jadi Pilot Project MBG Prasmanan, Dengan Konsep Makan Sekolah di Jepang
Batang Jadi Pilot Project MBG Prasmanan, Dengan Konsep Makan Sekolah di Jepang
Batang Kabupaten Batang, menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pilot project program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan. Uji coba tersebut dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro 1 di SMP Negeri 2 Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (8102026).
08 Okt 2026 Jumadi 42
RDTR Batang dan Subah Diperkuat, Pemkab Pastikan Tata Ruang Beri Kepastian bagi Investor RDTR Batang dan Subah Diperkuat, Pemkab Pastikan Tata Ruang Beri Kepastian bagi Investor
RDTR Batang dan Subah Diperkuat, Pemkab Pastikan Tata Ruang Beri Kepastian bagi Investor
Batang Pemerintah Kabupaten Batang, terus memperkuat kepastian tata ruang melalui penyusunan dan pemanfaatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Upaya tersebut disosialisasikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang melalui kegiatan Sosialisasi Tata Ruang terkait RDTR di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8102026).
08 Okt 2026 Jumadi 43
DPRD Batang Soroti Serapan APBD Perubahan 2026, Pemkab Diminta Percepat Pelaksanaan Kegiatan DPRD Batang Soroti Serapan APBD Perubahan 2026, Pemkab Diminta Percepat Pelaksanaan Kegiatan
DPRD Batang Soroti Serapan APBD Perubahan 2026, Pemkab Diminta Percepat Pelaksanaan Kegiatan
Batang DPRD Kabupaten Batang menggelar rapat paripurna penyampaian tindak lanjut hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Raperda Perubahan APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026. Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah diminta mempercepat pelaksanaan sejumlah kegiatan yang telah dianggarkan mengingat waktu pelaksanaan APBD 2026 tinggal sekitar dua bulan.
08 Okt 2026 Jumadi 36
Pemkab Batang Gelontorkan Tim Terpadu Perlinsos Digital Penerima Bansos Pemkab Batang Gelontorkan Tim Terpadu Perlinsos Digital Penerima Bansos
Pemkab Batang Gelontorkan Tim Terpadu Perlinsos Digital Penerima Bansos
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat memperbarui data penerima bantuan sosial (bansos) untuk tahun 2027. Melalui skema digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos), masyarakat diajak melakukan registrasi ulang agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan transparan.
08 Okt 2026 Jumadi 44