Menuju WBTb 2026, Pemkab Batang Perjuangkan Tari Babalu Jadi Identitas Budaya Nasional

Selasa, 06 Januari 2026 Jumadi Dibaca 716 kali Seni dan Budaya
Menuju WBTb 2026, Pemkab Batang Perjuangkan Tari Babalu Jadi Identitas Budaya Nasional
Sejumlah penari menari tari Babalu saat pentas di sebuah acara di Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.
Batang - Suara peluit melengking tajam, membelah kesunyian dan seketika memicu gerakan serempak para penari di atas panggung. Pemandangan ini mungkin terasa ganjil bagi yang baru pertama kali melihatnya sekelompok penari mengenakan kacamata hitam pekat, kaos kaki setinggi lutut, dan topi kupluk berkuncir.

Batang - Suara peluit melengking tajam, membelah kesunyian dan seketika memicu gerakan serempak para penari di atas panggung. Pemandangan ini mungkin terasa ganjil bagi yang baru pertama kali melihatnya sekelompok penari mengenakan kacamata hitam pekat, kaos kaki setinggi lutut, dan topi kupluk berkuncir.

Namun, di balik tampilan nyentrik ala agen rahasia itu, tersimpan memori kolektif tentang heroisme rakyat Kabupaten Batang dalam mengelabui penjajah. Inilah Tari Babalu, sebuah kesenian yang bukan sekadar estetika, melainkan sebuah sandi perjuangan.

Penyamaran di Balik Kelincahan Gerak

Tari Babalu lahir di tengah kecamuk kolonialisme sekitar tahun 1940-an. Secara etimologi, masyarakat setempat meyakini nama "Babalu" berasal dari frasa "Aba-aba Dahulu". Hal ini merujuk pada struktur tariannya yang sangat bergantung pada komando peluit.

Seorang pengamat sekaligus pemilik Sanggar Merti Desa Tatik Setianingsih menjelaskan, bahwa gerakan dalam tarian berdurasi tujuh menit ini sebenarnya adalah teknik bela diri yang disamarkan.

“Tari Babalu itu isinya penari dengan gerakan-gerakan silat. Peluit itu sebagai simbol aba-aba. Prit... itu tandanya gerak harus berganti. Ini tanda perjuangan warga Batang melawan penjajah,” katanya saat ditemui di Sanggar Merti Desa, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (6/1/2026).

Setiap bunyi peluit menandakan perubahan strategi. Menurut Tatik, gerakan-gerakannya melambangkan aksi nyata di medan laga.  Misalkan gerakan pembubukan racun atau gerakan menumpas penjajah.

Identitas yang Nyentrik dan Berkarakter

Secara visual, Babalu sering kali disalahpahami sebagai bagian dari Sintren karena beberapa kemiripan atribut. Namun, Babalu memiliki ruh yang berbeda, ia lebih maskulin dan gagah layaknya seragam tentara yang sedang menyamar.

“Memang Batang itu agak bau Sintren, tapi Babalu beda. Topinya ada kuncirnya, pakaiannya seperti tentara yang sedang menyamar atau berjuang,” jelasnya.

Menariknya, meski identik dengan kegagahan prajurit, tarian ini secara tradisional dibawakan oleh perempuan, walaupun kini penari laki-laki pun kerap terlibat. Bagi Tatik, melestarikan Babalu adalah harga mati. Di sanggarnya, Babalu menjadi menu wajib bagi para pemula.

“Tari Babalu itu tarian wajib dihafalkan. Kenapa? Karena gerakannya adalah dasar tari dan ini adalah identitas Batang. Kalau ada tamu dari luar kota, rata-rata mintanya disuguhkan Babalu karena beda dan berkarakter,” tegasnya.

Menuju Pengakuan Nasional

Setelah sempat "mati suri", Tari Babalu kembali menggeliat pada tahun 1998 dan mencapai puncak popularitasnya di era 2000-an. Kini, nilai sejarah dan keunikan tersebut sedang diperjuangkan untuk naik kelas menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah merampungkan berkas pengusulan.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Batang Camelia Dewi optimis, bahwa Babalu memiliki posisi kuat karena orisinalitasnya yang tidak ditemukan di daerah lain.

“Babalu sudah sangat memenuhi persyaratan itu karena eksis sejak 1940-an. Alasan kedua, kesenian ini menjadi identitas Kabupaten Batang. Setahu saya, tidak ada kesenian Babalu di tempat lain,” terangnya.

Seluruh naskah akademik, dokumentasi foto, hingga video pementasan telah dikirimkan ke pusat. Jika tak ada aral melintang, pada tahun 2026 mendatang, Tari Babalu akan menyusul jejak Serabi Kalibeluk, Nyadran Gunung, dan Batik Rifaiyah sebagai warisan budaya yang diakui secara nasional.

“Langkah ini bukan sekadar mengejar sertifikat, melainkan upaya memastikan agar pekik peluit "Aba-aba Dahulu" tetap terdengar oleh generasi masa depan, mengingatkan mereka bahwa seni pernah menjadi senjata paling mematikan bagi para pejuang di tanah Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Kejari Pasang Badan Kawal ABPEDNAS Batang, Dari Pengawasan Desa hingga Mandiri Pakan Kejari Pasang Badan Kawal ABPEDNAS Batang, Dari Pengawasan Desa hingga Mandiri Pakan
Kejari Pasang Badan Kawal ABPEDNAS Batang, Dari Pengawasan Desa hingga Mandiri Pakan
Batang Angin perubahan dalam tata kelola pemerintahan desa mulai berembus kencang dari Kabupaten Batang. Lewat nakhoda Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), fungsi pengawasan di tingkat akar rumput kini kembali dibangkitkan. Menariknya, geliat perubahan ini tidak berjalan sendirian, melainkan mendapat kawalan ketat langsung dari Korps Adhyaksa.
04 Jun 2026 Jumadi 31
Disdikbud Batang Evaluasi Hasil TKA, Siapkan Bank Soal Dan Perkuat Numerasi Siswa Disdikbud Batang Evaluasi Hasil TKA, Siapkan Bank Soal Dan Perkuat Numerasi Siswa
Disdikbud Batang Evaluasi Hasil TKA, Siapkan Bank Soal Dan Perkuat Numerasi Siswa
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan kemampuan numerasi, literasi, dan pembelajaran berbasis berpikir kritis peserta didik.
04 Jun 2026 Jumadi 94
SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru
SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru
Batang - SMP Negeri 2 Bandar mulai mempersiapkan pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 2026 dengan target penerimaan sebanyak 144 siswa. Pada tahun ini, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) resmi berganti istilah menjadi PMB.
04 Jun 2026 Jumadi 31
Hindari Kepadatan Pendaftar, SMAN 1 Batang Terapkan Sistem Antrean Hindari Kepadatan Pendaftar, SMAN 1 Batang Terapkan Sistem Antrean
Hindari Kepadatan Pendaftar, SMAN 1 Batang Terapkan Sistem Antrean
Batang - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dimulai, ratusan calon siswa mulai memadati SMA Negeri 1 Batang, yang menjadi salah satu tujuan melanjutkan jenjang pendidikan. Panitia SPMB menerapkan sistem nomor antrean, untuk menghindari penumpukan pendaftar yang terlalu panjang.
04 Jun 2026 Jumadi 105
Dies Natalis Ke-35, SMPN 2 Bandar Maksimalkan Pembentukan Karakter Dies Natalis Ke-35, SMPN 2 Bandar Maksimalkan Pembentukan Karakter
Dies Natalis Ke-35, SMPN 2 Bandar Maksimalkan Pembentukan Karakter
Batang - Peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Batang dengan upaya meningkatkan mutu pendidik maupun pembentukan karakter anak didiknya. Dalam membentuk karakter positif anak didik, tentu harus diawali dari pola pembinaan yang tepat para pendidik.
03 Jun 2026 Jumadi 67
Wakil Bupati Batang Tekankan Monitoring dan Deteksi Dini Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah Wakil Bupati Batang Tekankan Monitoring dan Deteksi Dini Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah
Wakil Bupati Batang Tekankan Monitoring dan Deteksi Dini Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan pentingnya langkah antisipasi melalui monitoring dan deteksi dini guna mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Hal tersebut disampaikan saat menanggapi maraknya kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan, usai menghadiri Dies Natalis Ke-35 SMP Negeri 2 Bandar, di halaman SMPN 2 Bandar, Kabupaten Batang, Rabu (362026).
03 Jun 2026 Jumadi 96