Menuju WBTb 2026, Pemkab Batang Perjuangkan Tari Babalu Jadi Identitas Budaya Nasional

Selasa, 06 Januari 2026 Jumadi Dibaca 818 kali Seni dan Budaya
Menuju WBTb 2026, Pemkab Batang Perjuangkan Tari Babalu Jadi Identitas Budaya Nasional
Sejumlah penari menari tari Babalu saat pentas di sebuah acara di Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.
Batang - Suara peluit melengking tajam, membelah kesunyian dan seketika memicu gerakan serempak para penari di atas panggung. Pemandangan ini mungkin terasa ganjil bagi yang baru pertama kali melihatnya sekelompok penari mengenakan kacamata hitam pekat, kaos kaki setinggi lutut, dan topi kupluk berkuncir.

Batang - Suara peluit melengking tajam, membelah kesunyian dan seketika memicu gerakan serempak para penari di atas panggung. Pemandangan ini mungkin terasa ganjil bagi yang baru pertama kali melihatnya sekelompok penari mengenakan kacamata hitam pekat, kaos kaki setinggi lutut, dan topi kupluk berkuncir.

Namun, di balik tampilan nyentrik ala agen rahasia itu, tersimpan memori kolektif tentang heroisme rakyat Kabupaten Batang dalam mengelabui penjajah. Inilah Tari Babalu, sebuah kesenian yang bukan sekadar estetika, melainkan sebuah sandi perjuangan.

Penyamaran di Balik Kelincahan Gerak

Tari Babalu lahir di tengah kecamuk kolonialisme sekitar tahun 1940-an. Secara etimologi, masyarakat setempat meyakini nama "Babalu" berasal dari frasa "Aba-aba Dahulu". Hal ini merujuk pada struktur tariannya yang sangat bergantung pada komando peluit.

Seorang pengamat sekaligus pemilik Sanggar Merti Desa Tatik Setianingsih menjelaskan, bahwa gerakan dalam tarian berdurasi tujuh menit ini sebenarnya adalah teknik bela diri yang disamarkan.

“Tari Babalu itu isinya penari dengan gerakan-gerakan silat. Peluit itu sebagai simbol aba-aba. Prit... itu tandanya gerak harus berganti. Ini tanda perjuangan warga Batang melawan penjajah,” katanya saat ditemui di Sanggar Merti Desa, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (6/1/2026).

Setiap bunyi peluit menandakan perubahan strategi. Menurut Tatik, gerakan-gerakannya melambangkan aksi nyata di medan laga.  Misalkan gerakan pembubukan racun atau gerakan menumpas penjajah.

Identitas yang Nyentrik dan Berkarakter

Secara visual, Babalu sering kali disalahpahami sebagai bagian dari Sintren karena beberapa kemiripan atribut. Namun, Babalu memiliki ruh yang berbeda, ia lebih maskulin dan gagah layaknya seragam tentara yang sedang menyamar.

“Memang Batang itu agak bau Sintren, tapi Babalu beda. Topinya ada kuncirnya, pakaiannya seperti tentara yang sedang menyamar atau berjuang,” jelasnya.

Menariknya, meski identik dengan kegagahan prajurit, tarian ini secara tradisional dibawakan oleh perempuan, walaupun kini penari laki-laki pun kerap terlibat. Bagi Tatik, melestarikan Babalu adalah harga mati. Di sanggarnya, Babalu menjadi menu wajib bagi para pemula.

“Tari Babalu itu tarian wajib dihafalkan. Kenapa? Karena gerakannya adalah dasar tari dan ini adalah identitas Batang. Kalau ada tamu dari luar kota, rata-rata mintanya disuguhkan Babalu karena beda dan berkarakter,” tegasnya.

Menuju Pengakuan Nasional

Setelah sempat "mati suri", Tari Babalu kembali menggeliat pada tahun 1998 dan mencapai puncak popularitasnya di era 2000-an. Kini, nilai sejarah dan keunikan tersebut sedang diperjuangkan untuk naik kelas menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah merampungkan berkas pengusulan.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Batang Camelia Dewi optimis, bahwa Babalu memiliki posisi kuat karena orisinalitasnya yang tidak ditemukan di daerah lain.

“Babalu sudah sangat memenuhi persyaratan itu karena eksis sejak 1940-an. Alasan kedua, kesenian ini menjadi identitas Kabupaten Batang. Setahu saya, tidak ada kesenian Babalu di tempat lain,” terangnya.

Seluruh naskah akademik, dokumentasi foto, hingga video pementasan telah dikirimkan ke pusat. Jika tak ada aral melintang, pada tahun 2026 mendatang, Tari Babalu akan menyusul jejak Serabi Kalibeluk, Nyadran Gunung, dan Batik Rifaiyah sebagai warisan budaya yang diakui secara nasional.

“Langkah ini bukan sekadar mengejar sertifikat, melainkan upaya memastikan agar pekik peluit "Aba-aba Dahulu" tetap terdengar oleh generasi masa depan, mengingatkan mereka bahwa seni pernah menjadi senjata paling mematikan bagi para pejuang di tanah Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 9
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 11
Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas
Hadirkan Satlantas, Kokam Batang Dilatih Kecakapan Berlalulintas
Batang -  Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Batang bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) berupaya memperkuat kapasitas anggota dengan menggelar Pelatihan Kokam Berlalulintas. Menghadirkan nara sumber Sofwan Sumadi anggota DPRD Jateng dan Satlantas Polresta Batang, untuk menyiapkan jajaran Kokam yang berkompeten dalam membantu kalancaran lalu lintas.
23 Ags 2026 Jumadi 47
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
22 Ags 2026 Jumadi 117
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Batang - Suasana peringatan HUT Ke-81 RI di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendadak riuh dan penuh warna. Ratusan buruh tampak antusias memadati area acara, melepaskan penat rutinitas pabrik demi merayakan hari kemerdekaan bersama sesama rekan kerja.
22 Ags 2026 Jumadi 130
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Batang - Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang untuk menyaksikan Batang Night Carnival dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum acara dimulai. Warga memenuhi sepanjang jalur yang menjadi lokasi pelaksanaan karnaval untuk melihat beragam atraksi dari para peserta.
22 Ags 2026 Jumadi 166