Batang - 44 tahun berkarya menghidupkan denyut nadi seni tari tradisional, Sanggar Tari Putra Budaya Batang mempersembahkan pagelaran sebagai wujud apresiasi peserta didiknya di hadapan publik. Sebanyak 88 peserta menunjukkan kompetensinya, untuk menakar sejauh mana kelincahannya dalam mempersembahkan belasan tari tradisional maupun kreasi baru.
Batang - 44 tahun berkarya menghidupkan denyut nadi seni tari tradisional, Sanggar Tari Putra Budaya Batang mempersembahkan pagelaran sebagai wujud apresiasi peserta didiknya di hadapan publik. Sebanyak 88 peserta menunjukkan kompetensinya, untuk menakar sejauh mana kelincahannya dalam mempersembahkan belasan tari tradisional maupun kreasi baru.
Ketua
Panitia Apresiasi Seni Sanggar Putra Budaya Suyanta menunjukkan sejuah mana
kompetensi tari para peserta didik setelah rutin mendapatkan materi dari
pelatih, lewat pementasan. Apresiasi berupa pementasan ini merupakan ajang bagi
penari untuk mengevaluasi kemampuannya sekaligus menakar kepercayaan diri di
hadapan publik.
“Prinsipnya
karya seorang penari itu nantinya akan ditonton penikmatnya, maka pementasan
kali ini sebagai uji coba mereka di hadapan orang tua masing-masing,†katanya,
saat menyaksikan kemampuan tari anak didiknya, di Ballroom Hotel Sendang Sari Batang,
Kabupaten Batang, Minggu (14/12/2025).
Di
sisi lain, pementasan ini juga sangat penting bagi pelatih, karena untuk
mengetahui capaian target kemampuan dalam menyerap materi dan
mengaplikasikannya dalam gerak tari.
“88
penari dari rentang usia 5-20 tahun semuanya menampilkan ragam tari di
antaranya Tari Bebek, Kupu-kupu, Molek, Soyong, Semarang Hebat, Babalu, Kiprah
Ratu Sewu, Nala Phala Serang, Gado-Gado dan Sawur,†jelasnya.
Tak
hanya menakar kemampuan dalam gerak tari, puluhan peserta didik juga akan
memperoleh sertifikat sebagai bukti penguat kompetensi selama bergabung dalam
sanggar.
“Ini
inovasi kami untuk pertama kalinya, yang diharapkan nantinya bisa mendukung
selama menempuh pendidikan formal, maupun bagi mereka akan menekuni dunia tari
dalam menapaki kehidupan di tengah masyarakat,†tegasnya.
Ia
meyakini nantinya seni tari di Kabupaten Batang akan menjadi sebuah industri
yang menjanjikan, terlebih saat ini telah berada di bawah naungan Kementerian
Kebudayaan.
“Saya
yakin dengan kami bekerja sama dengan instansi-instansi pemerintah daerah
maupun pusat, akan menjadi simbiosis mutualisme yang menguntungkan pelaku seni
tari maupun pemangku kebijakan,†ungkapnya.
Sementara
itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah Batang Achmad Suroso mengapresiasi Sanggar
Putra Budaya di usia lebih dari 40 tahun, telah banyak menelurkan banyak
seniman tari dan karya yang dinikmati di tingkat Jateng maupun Nasional.
“Semoga
apresiasi seni yang diinisiasi Sanggar Putra Budaya, bisa diteladani sanggar
lain untuk melestarikan seni tari di Kabupaten Batang,†harapnya.
Melihat
antusiasme puluhan penari cilik yang total dalam menyuguhkan ragam tarian, ia
mengharapkan ke depan para pelaku seni dari tiap sanggar tari, dapat
mempersembahkan tari secara massal di momentum khusus.
“Tidak
hanya berhenti sampai di sini, tapi dilanjutkan di even tari yang lebih besar,
untuk ditampilkan dalam momen spesial, seperti Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan,
Hari Jadi Kabupaten Batang dan lainnya,†tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri
Rahayu)