Waxinda Resmi Beroperasi, Investasi Tembus Rp2,6 Triliun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Selasa, 09 Desember 2025 Jumadi Dibaca 1.698 kali Acara Pimpinan Daerah
Waxinda Resmi Beroperasi, Investasi Tembus Rp2,6 Triliun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat diresmikannya Pabrik Waxinda di KEK Industropolis Kabupaten Batang.
Batang - Pabrik Waxinda di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Kabupaten Batang resmi beroperasi, menandai akselerasi besar investasi industri di kawasan tersebut. Peresmian dihadiri Bupati Batang M. Faiz Kurniawan serta jajaran Waxinda sebagai investor utama.

Batang - Pabrik Waxinda di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Kabupaten Batang resmi beroperasi, menandai akselerasi besar investasi industri di kawasan tersebut. Peresmian dihadiri Bupati Batang M. Faiz Kurniawan serta jajaran Waxinda sebagai investor utama.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, bahwa perkembangan KEK Batang dalam dua tahun terakhir menunjukkan percepatan signifikan. Bahwa Presiden Prabowo Subianto meresmikan KEK Batang hanya beberapa bulan lalu, yang mencakup empat klaster industri, pariwisata, properti, dan logistik.

“Pertumbuhan ekonomi kita pada 2024 tumbuh 6,03 persen dan pada kuartal kedua tahun 2025 mencapai 7,49 persen. Insyaallah akhir tahun ini Batang menjadi salah satu daerah yang achieve target Presiden, tumbuh di angka 8 persen,” katanya saat ditemui di KEK Industropolis Kabupaten Batang, Selasa (9/12/2025).

Investasi Waxinda tembus Rp2,6 triliun, Waxinda menjadi salah satu investor terbesar di KEK Industropolis Batang. Sejak mulai berinvestasi pada Desember 2023, perusahaan asal Tiongkok tersebut telah merealisasikan investasi mencapai Rp2,6 triliun hingga Oktober 2025.

“Investasi dilakukan melalui dua anak perusahaan PT Waxinda Green Travel Industry Development dan PT Waxinda Batang Industrial Land Investment di lahan seluas sekitar 100 hektar,” jelasnya.

Hari peresmian itu juga menandai beroperasinya enam bangunan pabrik siap pakai tahap pertama yang akan ditempati beberapa perusahaan, termasuk KCC Glass dan Indonesia Full-care Medical. Enam pabrik tersebut diproyeksikan menyerap 5.950 tenaga kerja.

“Pertumbuhan ekonomi yang mendekati 8 persen juga diikuti rasio yang semakin mengecil. Tahun ini lebih dari 8.000 tenaga kerja lokal terserap, dan ke depan jumlahnya akan meningkat seiring golden time KEK pada 2027, yang memproyeksikan serapan lebih dari 70.000 tenaga kerja,” terangnya.

Pemkab Batang berkomitmen menjadikan daerahnya ramah investasi. Faiz menyebut Perda Investasi terbaru memberikan diskon hingga 50 persen pajak bangunan dengan sejumlah syarat, antara lain 70 persen tenaga kerja berasal dari Kabupaten Batang, perusahaan menerapkan integrasi ESG, memiliki roadmap pemulihan tutupan lahan.

Ia menambahkan, bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk pelatihan tenaga kerja lokal guna menutup kesenjangan kompetensi.

Sementara itu, Executive Chairman PT Waxinda Dan Chen menegaskan, bahwa pembangunan di KEK Industropolis berlangsung sangat cepat. Ia menyebut bahwa dua tahun lalu kawasan itu masih berupa hutan.

“Dalam waktu setengah tahun kami meratakan kawasan ini. Hingga saat ini sekitar 200.000 meter persegi bangunan pabrik telah selesai. Wanxinda menargetkan penambahan 200.000 meter persegi area pabrik pada 2026, dengan total 22 perusahaan beroperasi dan proyeksi penyerapan 20.000 tenaga kerja,” tegasnya.

Saat ini, 4.000 pekerja telah bekerja di kawasan tersebut, dan 99 persen diantaranya adalah warga Batang. Hanya dua orang merupakan tenaga kerja asing. Kami sangat efisien. Pabrik pintu di sebelah, misalnya, hanya tiga bulan dari survei hingga berdiri.

Menurut Dan Chen, percepatan investasi di KEK Batang merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia di sektor industri dan ekspor. Ia menilai Indonesia memiliki potensi lebih besar dibanding Vietnam yang saat ini lebih unggul di bidang industri.

“Penduduk Pulau Jawa saja sudah dua kali lipat dibanding Vietnam. Kenapa kita bisa kalah? Kita harus menang,” ungkapnya.

Ia juga menilai stabilitas politik Indonesia menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan investor. Melihat SBY, Jokowi, dan Prabowo bisa tampil bersama dalam suasana positif memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia aman untuk investasi.

Dan Chen menyebutkan, bahwa semakin banyak perusahaan asing masuk ke Indonesia, semakin besar peluang penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekspor nasional.

“Jika kita membuka pintu untuk investor, lapangan kerja bertambah dan ekspor meningkat. Dengan begitu Indonesia bisa bersaing di pasar global,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN
Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar Sosialisasi Program Perumahan melalui Pembiayaan atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 32
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
Batang - Praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Batang masih dibayang-bayangi angka yang cukup tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mencatat, sebanyak 61 pasangan anak di bawah umur mengajukan dispensasi kawin sepanjang Januari hingga Juli 2026.
28 Jul 2026 Jumadi 51
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Batang - Beban berat pengobatan seumur hidup dan rentannya kelelahan mental (caregiver burnout) mendorong Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggandeng Rizal Bawazier Center (RB Center) untuk menggelar konseling psikologis gratis. Agenda bertajuk Temu Tumbuh Talasemia tersebut berlangsung di RB Center, Jalan Pemuda Pasekaran, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 73
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Pattimura. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan penataan kawasan yang akan dilanjutkan dengan relokasi pedagang ke Pasar Batang dan Pasar Sambong.
28 Jul 2026 Jumadi 92
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Batang - Melihat kerawanan bencana yang muncul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bekerja sama dengan Disdikbud Batang menggelar Bimtek bagi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sebanyak 50 lembaga pendidikan dari jenjang SD hingga SMA sederajat yang rawan terdampak bencana langsung mendapat pembekalan, agar warga sekolah tetap aman dan memiliki kesiapan dalam menghadapi peristiwa kebencanaan.
28 Jul 2026 Jumadi 68
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Data Statistik Sektoral dan Geospasial Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah daerah yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
28 Jul 2026 Jumadi 62