Bupati Batang: Kebutuhan PJU Capai 11.000 Titik Dipenuhi 2027

Kamis, 06 November 2025 Jumadi Dibaca 337 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang: Kebutuhan PJU Capai 11.000 Titik Dipenuhi 2027
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (kiri), mendengarkan aspirasi masyarakat saat Samabng Desa di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang.
Batang - Dalam kegiatan Sambang Desa, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memaparkan sejumlah isu mendasar yang masih menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Batang. Beberapa diantaranya adalah persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan jalan, serta pengelolaan sampah.

Batang - Dalam kegiatan Sambang Desa, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memaparkan sejumlah isu mendasar yang masih menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Batang. Beberapa diantaranya adalah persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan jalan, serta pengelolaan sampah.

Bupati Faiz menjelaskan, kebutuhan PJU di seluruh Kabupaten Batang mencapai sekitar 11.000 titik. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus melakukan pemasangan secara bertahap hingga tahun 2027.

“Untuk memenuhi seluruh kebutuhan PJU se-Kabupaten Batang, dibutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar,” katanya saat ditemui usai Sambang Desa di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, pemerataan penerangan jalan menjadi hal penting karena menyangkut keselamatan warga di berbagai wilayah, termasuk Wonotunggal dan Gringsing. Pemerintah menargetkan seluruh akses jalan di Kabupaten Batang sudah terpasang PJU pada 2027.

“Kalau seluruh anggaran itu langsung kita gunakan dalam satu tahun, maka perbaikan jalan dan sektor lain seperti kesehatan dan pendidikan tidak bisa berjalan,” jelasnya.

Faiz juga menegaskan, bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan secara bertahap dan berkeadilan. Aspirasi masyarakat menjadi masukan penting dalam penyusunan program pembangunan kabupaten ke depan.

“Kami mendengar semua aspirasi warga. Pembangunan akan dilakukan bertahap, agar semua sektor bisa tersentuh, mulai dari jalan, PJU, hingga layanan kesehatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, warga Desa Wonotunggal selaku kader PKK dan kader Kesehatan Muntasih menyampaikan, aspirasi masyarakat terkait sektor kesehatan dan pendidikan.

Muntasih menyoroti kondisi Jalan Raya Wonotunggal yang menjadi penghubung antara Bandar dan Batang. Menurutnya, jalan tersebut ramai dilalui kendaraan namun penerangannya masih minim, sehingga sering terjadi kecelakaan.

“Kami mohon agar Puskesmas Wonotunggal bisa memiliki IGD 24 jam. Kalaupun belum bisa melayani rawat inap, setidaknya IGD-nya saja yang buka penuh waktu,” harapnya.

Selain masalah kesehatan, Muntasih juga menyoroti pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di daerahnya.

Ia mengusulkan agar pemerintah mendirikan SMK Negeri di wilayah Wonotunggal untuk menyiapkan tenaga kerja yang lebih terampil, terutama menghadapi kebutuhan industri di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

“Harapannya pemerintah memberikan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau berprestasi,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 50
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 106
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 108
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 61
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 24
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 24