Sidak Pembangunan Alun-Alun Bandar, Bupati Batang Tekankan Kualitas Material dan Kebersihan Area

Rabu, 08 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 923 kali Acara Pimpinan Daerah
Sidak Pembangunan Alun-Alun Bandar, Bupati Batang Tekankan Kualitas Material dan Kebersihan Area
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (tenah), melakukan Sidak Progres pembangunan Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang.
Batang - Progres pembangunan Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Oktober 2025, pengerjaan proyek yang digadang-gadang menjadi ikon baru Kecamatan Bandar itu telah mencapai 25 persen.

Batang - Progres pembangunan Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Oktober 2025, pengerjaan proyek yang digadang-gadang menjadi ikon baru Kecamatan Bandar itu telah mencapai 25 persen.

Pembangunan alun-alun bandar dibangun dengan anggaran sebesar Rp1,3 miliar program yang menggunakan dana Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) secara khusus lewat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Batang.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau, langsung lokasi proyek dalam inspeksi mendadak (sidak). Ia optimistis pembangunan tersebut akan selesai tepat waktu sesuai kontrak, yakni pada pertengahan Desember mendatang.

“Pertama, dari sisi progres sudah sesuai timeline. Kontrak selesai pertengahan Desember, dan sekarang di awal Oktober sudah 25 persen. Artinya dari sisi progres sudah sesuai,” katanya saat ditemui di Alun-alun Bandar, Kabupaten Batang, Rabu (8/10/2025).

Dalam sidaknya, Faiz turut memeriksa secara langsung kualitas material yang digunakan di lapangan. Meski sebagian besar bahan, seperti paving block untuk area parkir, dinilai sudah sesuai standar, ia memberikan dua catatan penting kepada pihak pelaksana proyek.

Catatan pertama terkait kualitas pasir urug. Ia merekomendasikan penggunaan pasir dari Wonosobo yang dinilai memiliki kualitas lebih baik untuk menjaga kekuatan dan daya tahan konstruksi.

“Saya hanya kasih sedikit saran terkait dengan pasir. Kalau bisa pakai pasir dari Wonosobo yang memang kualitasnya bagus, sesuai dengan spek yang kita harapkan,” tegasnya.

Faiz menambahkan, Pemkab Batang tidak akan segan memberikan sanksi apabila ditemukan material yang tidak sesuai spesifikasi. Kalau sampai tidak sesuai, ya nanti tentunya kita berikan sanksi.

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan tumpukan sampah dari pasar di sekitar area proyek. Ia meminta agar permasalahan ini segera ditangani agar kawasan alun-alun nantinya bersih dan nyaman bagi masyarakat.

“Masih ada tumpukan sampah dari pasar, nanti akan kita carikan solusi ke depan supaya enggak ada lagi sampah di situ. Pembangunan Alun-Alun Bandar diharapkan dapat menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus pusat aktivitas masyarakat baru di wilayah selatan Kabupaten Batang,” terangnya.

Proyek ini juga diharapkan mampu menjadi pemecah keramaian yang selama ini terpusat di kawasan kota.

“Harapannya begitu jadi dapat menjadi pemecah keramaian. Karena memang kita punya empat wilayah yang ditarget menjadi kota baru, yaitu selain Batang kota sendiri adalah Bandar, Gringsing, dan Limpung. Mungkin ke depan akan nambah Banyuputih,” harapnya.

Menanggapi kekhawatiran soal potensi menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di area alun-alun, Faiz menegaskan bahwa fungsi utama kawasan tersebut adalah untuk aktivitas publik, bukan tempat berjualan.

“Ini tugas kita bersama, termasuk Pak Camat. Begitu ini jadi, jangan sampai dimanfaatkan tidak sesuai fungsinya. Fungsinya ruang terbuka hijau adalah akses masyarakat untuk aktivitas, bukan untuk berjualan. Berjualan sudah ada tempatnya,” ujar dia.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keindahan kawasan tersebut.

“Penataan di Kecamatan Bandar ini sudah cukup rapi. Jangan sampai setelah alun-alun jadi, justru semrawut lagi,” pungkasnya.

Pembangunan Alun-alun Bandar menjadi bagian dari upaya Pemkab Batang memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan ruang publik di luar wilayah perkotaan, sejalan dengan visi pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 65
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 119
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 118
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 68
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 31
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 36