Program Sambang Desa, Bupati Batang Serap Aspirasi Penggunaan Dana Desa Siaga

Senin, 06 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 553 kali Acara Pimpinan Daerah
Program Sambang Desa, Bupati Batang Serap Aspirasi Penggunaan Dana Desa Siaga
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (kiri), mendengarkan aspirasi warga dalam program Sambang Desa di Desa Tersono, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang kembali menggelar program Sambang Desa. Kali ini, giliran warga Desa Tersono, Kecamatan Tersono, yang mendapat kesempatan mengakses langsung beragam layanan publik tanpa harus datang ke pusat kota.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang kembali menggelar program Sambang Desa. Kali ini, giliran warga Desa Tersono, Kecamatan Tersono, yang mendapat kesempatan mengakses langsung beragam layanan publik tanpa harus datang ke pusat kota.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono turun langsung ke lokasi Tempat Pelayanan Sementara (TPS TT) Desa Tersono. Tak hanya hadir secara simbolis, rombongan pemerintah daerah juga membawa sejumlah pelayanan, mulai dari pengurusan KTP, KK, PBB, pajak, hingga sertifikat tanah.

Faiz Kurniawan mengatakan, layanan ini semua kami bawa agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota. Monggo, silakan dimanfaatkan sampai siang nanti,” jelasnya.

“Selain layanan administrasi, pemerintah daerah juga membuka ruang untuk berbagai kebutuhan lain, seperti perpustakaan keliling, donor darah, hingga konsultasi perizinan dan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM,” katanya saat ditemui di Desa Tersono, Kabupaten Batang, Senin (6/10/2025).

Kehadiran program Sambang Desa juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan masukan. Salah satunya terkait keterbatasan dana bagi program Desa Siaga dan kegiatan PKK.

Faiz menilai PKK memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat, terutama terkait perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.

“Kalau TPST itu hilirnya. Hulunya adalah perilaku masyarakat. PKK ini strategis karena dipercaya masyarakat, meski tanpa anggaran besar mereka tetap aktif,” ungkapnya.

Ia mendorong agar desa-desa memberikan alokasi anggaran yang adil bagi PKK, karena organisasi ini dinilai sebagai instrumen penting dalam perubahan sosial.

“PKK adalah ujung tombak edukasi di masyarakat. Karena itu perlu penganggaran yang terencana,” tegasnya.

Salah satu warga Yulianita Ningsih menyampaikan, Desa Siaga itu menyedot dana besar, sementara Dana Desa tidak ada alokasi khusus. Akhirnya kami mengada-adakan agar kegiatan tetap berjalan, kami butuh solusi.

“Selain itu, warga juga meminta perhatian pemerintah daerah terkait perpustakaan sekolah yang kurang aktif, serta nasib guru RA dan guru honorer yang belum terdata di Dapodik,” ujar dia.

Melalui Sambang Desa, Pemkab Batang berharap bisa mendekatkan layanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung untuk perbaikan kebijakan di tingkat desa hingga kabupaten. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 65
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 119
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 118
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 68
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 31
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 36