Desa Binaan KUPS PUPUK Surabaya Dilatih Bisnis Kopi

Jumat, 26 September 2025 Jumadi Dibaca 768 kali IKM UKM UMKM
Desa Binaan KUPS PUPUK Surabaya Dilatih Bisnis Kopi
Perwakilan KUPS binaan PUPUK Surabaya, melakukan kunjungan ke Ontosoro Coffee di Yogyakarta.
Yogyakarta - Beberapa perwakilan dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) binaan Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya, melakukan kunjungan ke Ontosoro Coffee di Yogyakarta, Jumat (26/9/2025).

Yogyakarta - Beberapa perwakilan dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) binaan Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya, melakukan kunjungan ke Ontosoro Coffee di Yogyakarta, Jumat (26/9/2025).

Beberapa desa binaan KUPS PUPUK Surabaya di antaranya dari Desa Sodong, Silurah, Pesantren, dan Bismo, mengikuti sarasehan mengenai proses ekspor kopi.

Perwakilan kelima desa tersebut mengikuti sarasehan mengenai proses ekspor kopi bersama Adrian, Founder Ontosoro Coffee yang juga merupakan eksportir kopi asal Jogja.

Adrian menyampaikan, sejak tahun 2016, telah mengekspor kopi Flores ke Belanda. Volume ekspor terus berkembang, dan pada tahun 2025 diperkirakan telah mencapai 200 ton untuk kopi grade 1 premium.

“Selain fokus pada ekspor, Ontosoro juga menjalin kerja sama dengan petani untuk peningkatan produktivitas. Antara lain untuk kopi dari Jawa Barat yang dijual ke Medan, harga maksimal saat ini mencapai Rp70.000/kg. Untuk pasar Eropa, harga kopi robusta bisa mencapai Rp120.000/kg, sedangkan arabika Rp80.000/kg,” jelasnya.

Ontosoro juga melayani capacity building dalam bidang pengolahan kopi, termasuk layanan buller dan pulping bagi kelompok petani atau pelaku usaha kopi yang membutuhkan.

Diskusi tersebut digunakan untuk berdiskusi seputar mengekspor kopi, serta prosedur memulai kerja sama, termasuk jumlah volume minimum yang dibutuhkan.

Pendamping KUPS Endang berharap, agar kelompok perempuan bertemu dengan eksportir hingga menjadi pioner kelompoknya.

“Kelompok tersebut bergerak dalam bisnis kopi bertaraf intrnasional yang terkenal adil dalam penentuan harga,” tegasnya.

Dari hasil diskusi, kelompok tersebut menyampaikan mereka membutuhkan penggilingan basah sebanyak 3 ton per bulan. Dengan kapasitas tersebut, mereka dinilai memiliki potensi kerja sama kopi.

Salah satu anggota KUPS Melati Sejahtera asal Blado, Kabupaten Batang Nuriyah memanfaatkan kesempatan diskusi untuk mendapatkan ilmu dan dan teknik penanaman kopi yang baik dan benar.

“Biar tambah paham soal nanam kopi yang batuk, makanya ikut ke sini,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 22
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 54
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 41
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 31
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, tidak takut gagal, terus belajar, dan mengukir prestasi. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ia menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pemuda diharapkan berperan aktif dalam pembangunan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 141
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 174