Terumbu Karang Buatan FABA PLTU Batang Mulai Dihuni Biota Laut

Senin, 08 September 2025 Jumadi Dibaca 662 kali Acara Pimpinan Daerah
Terumbu Karang Buatan FABA PLTU Batang Mulai Dihuni Biota Laut
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat Sosialisasi Diseminasi Hasil Kegiatan Pemantauan Artificial Fish di Aula Bupati Batang.
Batang - Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan mendukung ekonomi biru terus dilakukan di Kabupaten Batang. PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro memaparkan hasil pemantauan rumah ikan buatan (Artificial Fish Apartment/AFA) dan terumbu karang buatan (Artificial Patch Reef/APR) berbahan FABA PLTU Batang.

Batang - Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan mendukung ekonomi biru terus dilakukan di Kabupaten Batang. PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro memaparkan hasil pemantauan rumah ikan buatan (Artificial Fish Apartment/AFA) dan terumbu karang buatan (Artificial Patch Reef/APR) berbahan FABA PLTU Batang.

Chief Operating Officer PT Bhimasena Power Indonesia Naofumi Yasuda menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Batang, DKP Jawa Tengah, dan Universitas Diponegoro atas dukungan yang telah terjalin.

“Program pembuatan dan pemasangan terumbu karang buatan dan rumah ikan berbahan FABA PLTU Batang ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian kami pada kondisi dan pengembangan ekonomi biru di wilayah pesisir Kabupaten Batang,” katanya saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (8/9/2025).

Ia menambahkan, pihaknya berharap program ini bisa menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir.

“Kami percaya kesuksesan suatu program adalah hasil kerja sama solid dari berbagai pihak. Untuk itu, mari kita saling mendukung dan berkolaborasi demi kemajuan Kabupaten Batang,” tuturnya.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyatakan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Menurutnya, pemanfaatan FABA PLTU yang diolah menjadi rumah ikan buatan dan terumbu karang buatan adalah jawaban atas tantangan menurunnya kualitas ekosistem laut.

“Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan, wilayah cakupannya diperluas, dan berpotensi menjadi destinasi wisata di Kabupaten Batang yang memberi manfaat signifikan bagi masyarakat,” harapnya.

Kepala DKP Provinsi Jateng Endi Faiz Effendi yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Lilik Harnadi menyampaikan, bahwa kolaborasi antara DKP Jawa Tengah, BPI dan UNDIP merupakan upaya bersama untuk mengelola pesisir di Kabupaten Batang.

“Harapannya semua pihak dapat saling bekerja sama untuk menjaga wilayah pesisir, yang bukan hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat Batang,” jelasnya.

Guru Besar Ilmu Lingkungan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP Munasik menjelaskan, bahwa hasil pemantauan di Karang Sebapang dan Karang Ban sejak 2022 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

“Kondisi fisik AFA dan APR masih dalam keadaan baik dan mampu membentuk mikro-ekosistem serta berfungsi sebagai perangkat pengumpul ikan,” terangnya.

Munasik merekomendasikan agar kawasan Karang Sebapang ditetapkan sebagai Taman Bawah Laut. Tujuannya untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mengembangkan ekowisata dan edukasi lingkungan.

Sementara itu, Ketua HNSI Batang Teguh Tarmudjo menyampaikan, bahwa program tersebut memberi dampak positif bagi hasil tangkapan ikan.

“Program diseminasi ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai nelayan, karena bisa mengetahui hasil nyata dari program yang dilakukan BPI bersama DKP Jawa Tengah dan UNDIP. Dampaknya jelas meningkatkan hasil tangkapan ikan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar dia.

Ia menambahkan, nelayan sangat mengapresiasi kerja sama lintas pihak ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Bhimasena Power Indonesia, DKP Jawa Tengah, dan Universitas Diponegoro atas dukungannya,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 73
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 43