Hindari Gawai, Oi Kecepak Kenalkan Anak Permainan Jadul

Minggu, 07 September 2025 Jumadi Dibaca 437 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Hindari Gawai, Oi Kecepak Kenalkan Anak Permainan Jadul
Batang - Gelak tawa dan kegembiraan tersirat dari wajah anak-anak gen Z Desa Kecepak, saat memainkan ragam permainan tradisional era 90'an. Meski terkadang terlihat sedikit kesulitan, karena tampak asing bagi mereka, namun berkat ketekunan Fajar bersama anggota Oi Tanam Siram, mulai memahami dan memainkannya dengan senang hati.

Batang - Gelak tawa dan kegembiraan tersirat dari wajah anak-anak gen Z Desa Kecepak, saat memainkan ragam permainan tradisional era 90'an. Meski terkadang terlihat sedikit kesulitan, karena tampak asing bagi mereka, namun berkat ketekunan Fajar bersama anggota Oi Tanam Siram, mulai memahami dan memainkannya dengan senang hati.

Pembina Oi Tanam Siram Kecepak Fajar sengaja menggelar even Dolanan Jadul, karena timbul kecemasan mayoritas anak lebih sering bermain gawai, dibandingkan bermain permainan tradisional. Ia mencemaskan, dampak negatif bagi mental anak, apabila terlalu sering bermain gawai.

“Seringkali anak generasi z lebih sulit dalam mengontrol emosi, mereka lebih mudah marah karena sangat jarang bersosialisasi. Berbeda dengan generasi 90'an yang seluruh permainannya membutuhkan kerja sama dengan teman sebaya, sehingga lebih memiliki rasa empati terhadap sesama,” katanya, saat mendampingi putranya bermain permainan tempo dulu, di Kecepak Kabupaten Batang, Minggu (7/9/2025).

Sebanyak 17 permainan tradisional era 90'an yang dimainkan anak-anak Desa Kecepak, di antaranya congklak, ragam mainan dari pelepah pisang, telepon benang, lompat tali, engklek, perahu otok-otok dan lainnya.

“Even ini baru pertama kali digelar, tapi sambutannya luar biasa, walaupun sedikit terlambat karena direncanakan pertengahan Agustus lalu,” ungkapnya.

Salah satu anak, Muhammad Abay Alfareza yang tertarik memainkan pedang dan pistol terbuat dari pelepah pisang. Ia mengaku permainan tradisional itu baru pertama kali dimainkan bersama teman sebayanya, namun justru ada sisi unik dibandingkan bermain gawai.

“Lebih asyik mainan pistol sama keris pelepah pisang, tadi dibiatin sama ayah,” tuturnya.

Sementara respons positif pun diutarakan Nur Khasanah dan Hidayanti saat mendampingi anak-anaknya bermain permainan tradisional tempo dulu. Keduanya mendukung digelarnya even Dolanan Jadul, karena untuk memperkenalkan ragam permainan tradisional justru sangat menyenangkan dibanding gawai.

“Permainan zaman dulu itu cara memainkannya harus berkelompok jadi lebih seru, beda dengan mainan sekarang gawai membuat anak menyendiri. Semoga bisa dirutinkan tiap sebulan sekali biar anak-anak pada rukun,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Jabat Ketua Muslimat Batang, Minarsih Siapkan Data Pasti Anggota Jabat Ketua Muslimat Batang, Minarsih Siapkan Data Pasti Anggota
Jabat Ketua Muslimat Batang, Minarsih Siapkan Data Pasti Anggota
Batang - Usai melalui proses pemilihan yang cukup panjang, akhirnya terpilihlah Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Batang Minarsih untuk masa khidmat 2026-2031, menggantikan ketua sebelumnya Siti Mahmudah untuk masa khidmat 2021-2026. Sejumlah program telah disiapkan, termasuk adanya kepastian data anggota Muslimat hingga tiap Pimpinan Ranting.
26 Jul 2026 Jumadi 30
DP3AP2KB Peringati Hari Anak Nasional Bersama Forum Anak, Wujudkan Kabupaten Batang Ramah Anak DP3AP2KB Peringati Hari Anak Nasional Bersama Forum Anak, Wujudkan Kabupaten Batang Ramah Anak
DP3AP2KB Peringati Hari Anak Nasional Bersama Forum Anak, Wujudkan Kabupaten Batang Ramah Anak
Batang Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang bersama Forum Anak Kabupaten Batang menggelar kegiatan Peringatan HAN yang berlangsung meriah dengan melibatkan anak-anak dari berbagai sekolah dan komunitas di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (2672026).
26 Jul 2026 Jumadi 126
93 Tim Antusias Ikuti Susur Pantai Ilmiah IV, Telusuri 5,5 Kilometer Untuk Jaga Pesisir Batang 93 Tim Antusias Ikuti Susur Pantai Ilmiah IV, Telusuri 5,5 Kilometer Untuk Jaga Pesisir Batang
93 Tim Antusias Ikuti Susur Pantai Ilmiah IV, Telusuri 5,5 Kilometer Untuk Jaga Pesisir Batang
Batang - Sebanyak 93 tim dari kalangan pelajar dan masyarakat umum mengikuti kegiatan Susur Pantai Ilmiah IV yang digelar Remaja Anti Candu Narkotika Pecinta Alam Lingkungan Manusia (RACIKAPALM) Batang, di Pantai Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (2672026).
26 Jul 2026 Jumadi 34
Siapkan Generasi Berjiwa Aswaja, Muslimat Batang Optimalkan Peran Yayasan Siapkan Generasi Berjiwa Aswaja, Muslimat Batang Optimalkan Peran Yayasan
Siapkan Generasi Berjiwa Aswaja, Muslimat Batang Optimalkan Peran Yayasan
Batang - Kiprah Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Batang selama ini tak diragukan, terutama di bidang sosial. Namun, kontribusi di bidang pendidikan dirasa perlu ditingkatkan, mengingat pentingnya mendidik generasi penerus yang berjiwa Ahlussunah Waljama'ah (Aswaja).
26 Jul 2026 Jumadi 33
Susur Pantai Ilmiah IV, Edukasi Generasi Muda Jaga Kelestarian Pesisir Batang Susur Pantai Ilmiah IV, Edukasi Generasi Muda Jaga Kelestarian Pesisir Batang
Susur Pantai Ilmiah IV, Edukasi Generasi Muda Jaga Kelestarian Pesisir Batang
Batang - Komunitas Remaja Anti Candu Narkotika Pecinta Alam Lingkungan Manusia (RACIKAPALM) Batang menggelar kegiatan Susur Pantai Ilmiah IV di Pantai Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Sabtu (2572026) malam. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah edukasi sekaligus aksi nyata untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian kawasan pesisir.
25 Jul 2026 Jumadi 104
Luncurkan Single Baru, Suka Band Ajak Generasi Z Cintai Musik Indie Luncurkan Single Baru, Suka Band Ajak Generasi Z Cintai Musik Indie
Luncurkan Single Baru, Suka Band Ajak Generasi Z Cintai Musik Indie
Batang - Banyak cara mengungkapkan perasaan, mulai dari ucapan bahkan melalui sebuah karya lirik lagu yang dibalut menjadi rangkaian nada indah. Itulah ungkapan perasaan dari personel grup Suka Band yang berkolaborasi bersama komunitas perupa Serbuk Pensil dalam dua karyanya "Negasi dan Sisi Hati", untuk mengajak generasi z bermusik di kampung sendiri.
25 Jul 2026 Jumadi 82