Hindari Gawai, Oi Kecepak Kenalkan Anak Permainan Jadul

Minggu, 07 September 2025 Jumadi Dibaca 447 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Hindari Gawai, Oi Kecepak Kenalkan Anak Permainan Jadul
Batang - Gelak tawa dan kegembiraan tersirat dari wajah anak-anak gen Z Desa Kecepak, saat memainkan ragam permainan tradisional era 90'an. Meski terkadang terlihat sedikit kesulitan, karena tampak asing bagi mereka, namun berkat ketekunan Fajar bersama anggota Oi Tanam Siram, mulai memahami dan memainkannya dengan senang hati.

Batang - Gelak tawa dan kegembiraan tersirat dari wajah anak-anak gen Z Desa Kecepak, saat memainkan ragam permainan tradisional era 90'an. Meski terkadang terlihat sedikit kesulitan, karena tampak asing bagi mereka, namun berkat ketekunan Fajar bersama anggota Oi Tanam Siram, mulai memahami dan memainkannya dengan senang hati.

Pembina Oi Tanam Siram Kecepak Fajar sengaja menggelar even Dolanan Jadul, karena timbul kecemasan mayoritas anak lebih sering bermain gawai, dibandingkan bermain permainan tradisional. Ia mencemaskan, dampak negatif bagi mental anak, apabila terlalu sering bermain gawai.

“Seringkali anak generasi z lebih sulit dalam mengontrol emosi, mereka lebih mudah marah karena sangat jarang bersosialisasi. Berbeda dengan generasi 90'an yang seluruh permainannya membutuhkan kerja sama dengan teman sebaya, sehingga lebih memiliki rasa empati terhadap sesama,” katanya, saat mendampingi putranya bermain permainan tempo dulu, di Kecepak Kabupaten Batang, Minggu (7/9/2025).

Sebanyak 17 permainan tradisional era 90'an yang dimainkan anak-anak Desa Kecepak, di antaranya congklak, ragam mainan dari pelepah pisang, telepon benang, lompat tali, engklek, perahu otok-otok dan lainnya.

“Even ini baru pertama kali digelar, tapi sambutannya luar biasa, walaupun sedikit terlambat karena direncanakan pertengahan Agustus lalu,” ungkapnya.

Salah satu anak, Muhammad Abay Alfareza yang tertarik memainkan pedang dan pistol terbuat dari pelepah pisang. Ia mengaku permainan tradisional itu baru pertama kali dimainkan bersama teman sebayanya, namun justru ada sisi unik dibandingkan bermain gawai.

“Lebih asyik mainan pistol sama keris pelepah pisang, tadi dibiatin sama ayah,” tuturnya.

Sementara respons positif pun diutarakan Nur Khasanah dan Hidayanti saat mendampingi anak-anaknya bermain permainan tradisional tempo dulu. Keduanya mendukung digelarnya even Dolanan Jadul, karena untuk memperkenalkan ragam permainan tradisional justru sangat menyenangkan dibanding gawai.

“Permainan zaman dulu itu cara memainkannya harus berkelompok jadi lebih seru, beda dengan mainan sekarang gawai membuat anak menyendiri. Semoga bisa dirutinkan tiap sebulan sekali biar anak-anak pada rukun,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme
Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme
Batang - Ribuan kilometer perjalanan ditempuh Novrizal Eka Fadillah, warga Bogor, Jawa Barat, dengan berjalan kaki dalam aksi Long March Merah Putih Mandiri 2026. Perjalanan tersebut kini memasuki Kabupaten Batang. Novrizal beristirahat sekaligus melakukan wawancara di Kantor Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (2192026).
21 Sep 2026 Jumadi 72
Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan
Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan
Batang - Kawasan pesisir Pantai Kuripan di Kabupaten Batang kini tengah berpacu dengan waktu. Di balik gulungan ombaknya, ada ancaman nyata yang perlahan mengintai: garis pantai yang makin menyusut dari tahun ke tahun akibat erosi dan bahaya banjir rob.
21 Sep 2026 Jumadi 54
Cukup Baca Buku di Graha Pustaloka, Es Krim Gratis Menantimu Cukup Baca Buku di Graha Pustaloka, Es Krim Gratis Menantimu
Cukup Baca Buku di Graha Pustaloka, Es Krim Gratis Menantimu
Batang - Beragam cara untuk menarik minat anak mencintai buku dan segala serba serbi kegiatan bernuansa literasi, mulai dari sarana prasarana yang memadai, hingga memberikan penghargaan. Salah satu strategi yang dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang yakni dengan memberikan hadiah berupa satu es krim secara cuma-cuma, bagi pengunjung yang melakukan aktivitas literasi, sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca anak.
21 Sep 2026 Jumadi 44
Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat
Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat
Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) menyusul banyaknya laporan warga terkait dugaan peredaran minuman beralkohol hingga praktik prostitusi dan permesuman. Operasi penegakan Peraturan daerah (Perda) melibatkan Satpol PP, Disparpora, Disperindagkop, Polresta Batang dan Kodim 0736Batang.
20 Sep 2026 Jumadi 52
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
Batang World Cleanup Day (WCD) Kabupaten Batang menggelar aksi bersih bersama melalui kegiatan bertema Gerakan Bersih Sungai, Lingkungan dan Jalan di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (2092026).
20 Sep 2026 Jumadi 300
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Batang - Pertumbuhan aktivitas di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berdampak pada meningkatnya volume sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
20 Sep 2026 Jumadi 150