Gubernur Jateng Serahkan 1.065 Sertifikat Tanah ke Petani Teh Eks PIR

Jumat, 22 Agustus 2025 Jumadi Dibaca 661 kali Acara Pimpinan Daerah
Gubernur Jateng Serahkan 1.065 Sertifikat Tanah ke Petani Teh Eks PIR
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi (kedua kiri), menyerahkan sertifikat tanah kepada petani teh eks Program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di Pendapa Kabupaten Batang.
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyerahkan sertifikat tanah kepada petani teh eks Program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di Pendapa Kabupaten Batang, Jumat (22/8/2025).

Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyerahkan sertifikat tanah kepada petani teh eks Program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di Pendapa Kabupaten Batang, Jumat (22/8/2025).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengatakan, penyerahan sertifikat tanah ini sejalan dengan kebijakan penghapusan piutang macet UMKM serta dorongan dari Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian.

“Sebanyak 1.065 sertifikat tanah untuk petani eks PIR di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Pekalongan. Dengan sertifikat ini, saya menghimbau para petani ini bisa memanfaatkannya untuk usaha yang produktif dan berkelanjutan, bukan untuk konsumsi seperti membeli motor atau pakaian,” jelasnya.

Program PIR teh sendiri sudah berjalan sejak 19841985 dengan melibatkan PT. Pagilaran sebagai inti dan petani sebagai plasma.

Ahmad Lutfi menyebutkan, tujuan utamanya adalah meningkatkan produksi, kesejahteraan petani, serta mendorong pengembangan wilayah sekitar. PT. Pagilaran juga mendapat apresiasi khusus karena dikenal sebagai produsen teh berkualitas yang sudah lama menembus pasar ekspor.

“Pemerintah provinsi menekankan akan terus mendampingi petani, baik melalui dukungan teknologi, modal, maupun perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan, terima kasihnya kepada Gubernur Jawa Tengah dan Kementrian Pertanian sudah menyerahkan sertifikat tanah kepada para petani teh di Kabupaten Batang.

“Di Kabupaten Batang sendiri terdapat kebun teh rakyat seluas 1.044 hektar dengan produksi mencapai sekitar 1,4 juta kilogram per tahun. Hasil produksi PIR disalurkan ke plasma serta dijual secara lokal dan diekspor,” terangnya.

Sedangkan PT Pagilaran juga mengelola hampir 1.000 hektar lahan produksi yang sebagian besar hasilnya dipasarkan untuk ekspor dan domestik.

“Dengan dibagikannya sertifikat petani harus dapat mengoptimalkan sertifikat tanah untuk usaha produktif,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 105
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 102
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 93
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 89
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, tidak takut gagal, terus belajar, dan mengukir prestasi. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ia menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pemuda diharapkan berperan aktif dalam pembangunan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 152
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 182