Wabup Suyono Tekankan Moral dan Kompetensi Guru di Konferensi Kerja PGRI Batang

Kamis, 19 Juni 2025 Jumadi Dibaca 514 kali Acara Pimpinan Daerah
Wabup Suyono Tekankan Moral dan Kompetensi Guru di Konferensi Kerja PGRI Batang
Wakil Bupati Batang Suyono (ketiga kiri), menyerahkan tali asih kepada sejumlah guru di Gedung PGRI Batang.
Batang - Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur atau kemajuan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana mencetak generasi penerus yang cerdas dan berkarakter. Dan di sinilah peran guru menjadi sangat vital.

Batang - Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur atau kemajuan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana mencetak generasi penerus yang cerdas dan berkarakter. Dan di sinilah peran guru menjadi sangat vital.

Hal itu menjadi sorotan dalam Konferensi Kerja Kabupaten Batang I PGRI Batang Masa Bhakti XXIII.

Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan, pentingnya integritas dan moralitas para pendidik sebagai pondasi utama dalam dunia pendidikan.

“Saya ucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi para guru. Tapi tentu saja, itu semua harus dibarengi dengan integritas yang tinggi agar masyarakat Batang bisa memperoleh ilmu dari guru-guru yang mumpuni,” katanya saat ditemui di Gedung PGRI Batang, Kabupaten Batang, Kamis (19/6/2025).

Ia juga menyinggung masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang, yang menjadi tantangan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“IPM kita masih cukup rendah. Maka, sinergi seperti ini harus terus dibangun agar Batang bisa lebih baik di bidang pendidikan,” jelasnya.

Suyono mengingatkan agar kejadian kelam yang pernah mencoreng profesi guru di Batang tidak terulang kembali. Oleh sebab itu, menurutnya, perlu ada edukasi dan sosialisasi secara berkala untuk memperkuat kualitas serta kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya.

“Guru sejahtera, guru hebat, dan guru berintegritas adalah kunci utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Batang Arief Rohman menegaskan, bahwa peningkatan kualitas guru bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah kebutuhan.

“Peningkatan guru mengacu pada berbagai aspek, termasuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar mereka mampu memberikan pembelajaran yang efektif dan berkualitas kepada siswa,” terangnya.

Konferensi kerja ini juga menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi, menyusun program kerja, serta merumuskan kebijakan demi mutu pendidikan yang lebih baik.

Tak hanya soal kompetensi, kesejahteraan guru pun menjadi isu krusial yang dibahas. Arief menekankan bahwa kesejahteraan para guru merupakan faktor penting dalam mendukung lahirnya generasi emas.

“Peran guru sangat dominan. Maka, tak bisa dilepaskan dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka, terutama di Kabupaten Batang,” tandasnya.

Konferensi ini menjadi cermin harapan bersama: agar para guru tak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan moral dan pemantik perubahan menuju masa depan yang lebih cerah. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 99
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 138
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 149
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 92
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 55
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 68