Batang - Pelaksanaan ibadah salat Iduladha 1446 Hijiriah di Masjid Tawakal Dukuh Bleder Tegalsari Batang, sangat istimewa. Pasalnya, yang bertindak sebagai khotib adalah orang nomor satu di Kabupaten Batang, yakni Bupati M. Faiz Kurniawan, di hadapan ratusan jemaah warga setempat.
Batang - Pelaksanaan ibadah salat Iduladha 1446 Hijiriah di Masjid Tawakal Dukuh Bleder Tegalsari Batang, sangat istimewa. Pasalnya, yang bertindak sebagai khotib adalah orang nomor satu di Kabupaten Batang, yakni Bupati M. Faiz Kurniawan, di hadapan ratusan jemaah warga setempat.
Dalam
khotbahnya, Bupati Faiz menyampaikan, tema seputar ketauhidan Nabi Ibrahim dan
keberhasilan dalam mendidik putra-putranya hingga berhasil menjadi para nabi.
Selain itu pelajaran penting lain yang hendaknya diambil hikmah yakni
ketawakalan beliau tatkala ada perintah dari Allah SWT.
“Hikmah
yang diambil dari kisah Nabi Ibrahim yakni kepasrahan beliau kepada Allah dan
kepedulian sosialnya terhadap lingkungan sekitarnya. Bahkan tiap menjelang
makan malam, selalu meminta pembantunya untuk mengecek apakah seluruh
tetangganya telah makan atau belum, baru beliau menyantap makanannya,â€
terangnya, saat ditemui salat Iduladha di Masjid Tawakal Dukuh Bleder, Desa
Tegalsari, Kabupaten Batang, Jumat (6/6/2025).
Warga
Dukuh Bleder merasa bersyukur karena daerahnya terpilih untuk mendapatkan
kesempatan menyimak langsung khotbah langsung dari orang nomor satu di
Kabupaten Batang di momentum Hari Raya Kurban. Salah seorang warga Desa
Tegalsari, Khusnul Khotimah mengaku bahagia bisa medengarkan khotbah Iduladha
langsung dari Bupati.
“Temannya
memotivasi warga agar ke depan bisa mengikuti warga lain yang sudah
mengorbankan kambing atau sapi, demi mendapatkan ridha Allah SWT,†ujar dia.
Dalam
kesempatan itu, warga juga berkesempatan mendapatkan santunan dari Bupati
Batang berupa beras seberat lima kilogram sebagai bentuk kepedulian terhadap
masyarakat. Selain itu, masyarakat juga berterima kasih atas bantuan sapi dari
Presiden Prabowo Subianto, dan merupakan kebanggaan tersendiri karena pertama
kalinya memperoleh sapi seberat 1 ton lebih. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)