Batang Pemerintah Kabupaten Batang mengupayakan peningkatan insentif bagi para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), namun dengan tetap meningkatkan peran serta dalam pembangunan daerah. Peningkatan besaran insentif sebesar Rp50 ribu, yakni anggota dari Rp200 ribu menjadi Rp250 ribu serta ketua dari Rp250 ribu menjadi Rp300 ribu tiap bulannya.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang mengupayakan peningkatan insentif bagi para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), namun dengan tetap meningkatkan peran serta dalam pembangunan daerah. Peningkatan besaran insentif sebesar Rp50 ribu, yakni anggota dari Rp200 ribu menjadi Rp250 ribu serta ketua dari Rp250 ribu menjadi Rp300 ribu tiap bulannya.
Bupati
Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, peningkatan insentif ini hendaknya
diimbangi dengan kontribusi peranan yang makin mendukung peningkatan pengawasan
terhadap layanan publik. Beberapa aspek yang menjadi perhatian di
antara, BPD berfokus dalam membantu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami
akan mencarikan solusi yang paling proporsional untuk peningkatan insentif,
tapi dengan tetap ada penambahan tugas untuk membantu peningkatan PAD,†katanya,
usai menghadiri Silaturahmi BPD, di Pantai Merah Putih Sigandu Batang, Kabupaten
Batang, Rabu (21/5/2025).
Faiz
menerangkan, besaran insentif yang akan diberikan kepada anggota BPD mencapai
Rp50 ribu dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah.
“Tidak
hanya peningkatan jumlah insentifnya saja, tapi juga diimbangi dengan
peningkatan kualitas kinerjanya,†tegasnya.
Beberapa
hal yang menjadi fokus tugas BPD, di antaranya meminimalisir terjadinya anak
putus sekolah, mendampingi warga untuk memiliki semangat mengikuti berbagai
pelatihan kerja. Serta mendukung pengelolaan sampah di tiap desa.
Menanggapi
rencana peningkatan insentif, Ketua DPD Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa
Seluruh Indonesia (ABPEDSI) Agus Sumantoro mengapresiasi karena wewenang
pengawasan yang cukup berat. Hampir di seluruh lingkup pemerintahan desa,
termasuk pengawasan terhadap Dana Desa (DD), yang dirasa cukup berat.
“Alhamdulillah terima kasih dengan rencana peningkatan insentif tersebut, karena memang bisa dibilang besarannya saat ini sudah tidak layak, dengan tanggung jawab yang besar. Harapannya peningkatan itu bisa dilakukan tiap tahun, jadi sepadan dengan tanggung jawab pengawasan kami,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)