Pemkab Batang Gencarkan Budaya Pilah Sampah dari Rumah

Kamis, 15 Mei 2025 Jumadi Dibaca 898 kali Acara Pimpinan Daerah
Pemkab Batang Gencarkan Budaya Pilah Sampah dari Rumah
Batang - “Siapa yang membuang sampah, dialah yang harus membayar.” Ungkapan tegas itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat membahas pentingnya membangun budaya kelola sampah di masyarakat. Menurutnya, penanganan sampah bukan semata urusan pemerintah, tetapi harus berangkat dari kesadaran kolektif warga, dimulai dari rumah tangga masing-masing.

Batang - “Siapa yang membuang sampah, dialah yang harus membayar.” Ungkapan tegas itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat membahas pentingnya membangun budaya kelola sampah di masyarakat. Menurutnya, penanganan sampah bukan semata urusan pemerintah, tetapi harus berangkat dari kesadaran kolektif warga, dimulai dari rumah tangga masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Batang pun membuka lebar peluang bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi dalam pengelolaan sampah. Namun, investasi tanpa kesadaran masyarakat hanya akan menjadi proyek jangka pendek.

“Kami menyambut pihak swasta yang mau berinvestasi dalam pengelolaan sampah di Batang, karena siapa yang membuang sampah itulah yang membayar,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15/5/2025).

Ia menilai, inisiatif harus muncul dari masyarakat. Salah satunya dengan membiasakan memilah sampah dari rumah. Sampah organik dan non-organik harus dipisahkan agar mudah diolah, bukan dicampur dan dibuang sembarangan.

“Kalau dari awal sampah plastik dicampur dengan sampah organik, lalu dibuang sembarangan di pinggir jalan, bahkan sambil naik motor itu menyulitkan proses pengelolaan,” tuturnya.

Faiz menyoroti banyaknya kasus di mana sampah yang sudah dipisahkan justru kembali bercampur saat sampai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di TPA Randukuning misalnya, sampah yang datang sudah bercampur sehingga menyulitkan pemrosesan menjadi kompos atau energi alternatif. Padahal, menurutnya, jika dipilah dengan baik, sampah organik bisa menjadi pupuk, sedangkan plastik bisa didaur ulang.

“Untuk itu, Pemkab Batang mendorong setiap desa membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Keberadaan TPST di tingkat desa diyakini bisa menghentikan aliran sampah ke TPA, sekaligus mempercepat proses pemilahan dan pengolahan,” jelasnya.

Kita galakkan supaya setiap desa membuat TPST. Harus ada kontrol yang menjalankan dengan baik, sehingga sampah berhenti di desa. Namun, ia menekankan, secanggih apa pun fasilitas pengelolaan sampah, tidak akan berhasil bila tidak dibarengi dengan budaya bersih dari masyarakat.

“Tempat pengelolaan sampah tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik kalau budaya masyarakat tidak mendukung. Sungai sudah dibersihkan, eh sampah rumah dibuang ke sungai lagi,” tegasnya.

Senada dengan itu, saat ini Pemkab Batang juga sedang memperjuangkan pembangunan TPST berskala besar di Desa Sentul, Kecamatan Gringsing, dengan kapasitas hingga 120 ton per hari. Proyek ini mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Insyaallah dokumennya sudah lengkap, tinggal menunggu Detail Engineering Design (DED). Kita berharap tahun depan TPST di Gringsing sudah mulai dibangun,” ungkapnya.

Fasilitas tersebut nantinya dilengkapi teknologi pengolahan seperti pemilahan berbasis maggot dan sistem Refused Derived Fuel (RDF), sehingga pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat akan benar-benar bermanfaat dan menghasilkan nilai ekonomi.

Faiz kembali mengingatkan bahwa, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tapi justru dimulai dari hal paling sederhana: kesadaran individu untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah dari rumah. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

 

Berita Lainnya

Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang - Komunitas Batang Coffee menggelar Manual Brew Competition di kafe Hingga, Limpung, Kabupaten Batang, Minggu (1462026). Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi kopi sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap metode seduh manual (manual brew) di kalangan penggiat kopi.
14 Jun 2026 Jumadi 57
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 111
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 73
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 91
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 108
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 137