Pemkab Batang Gencarkan Budaya Pilah Sampah dari Rumah

Kamis, 15 Mei 2025 Jumadi Dibaca 932 kali Acara Pimpinan Daerah
Pemkab Batang Gencarkan Budaya Pilah Sampah dari Rumah
Batang - “Siapa yang membuang sampah, dialah yang harus membayar.” Ungkapan tegas itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat membahas pentingnya membangun budaya kelola sampah di masyarakat. Menurutnya, penanganan sampah bukan semata urusan pemerintah, tetapi harus berangkat dari kesadaran kolektif warga, dimulai dari rumah tangga masing-masing.

Batang - “Siapa yang membuang sampah, dialah yang harus membayar.” Ungkapan tegas itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat membahas pentingnya membangun budaya kelola sampah di masyarakat. Menurutnya, penanganan sampah bukan semata urusan pemerintah, tetapi harus berangkat dari kesadaran kolektif warga, dimulai dari rumah tangga masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Batang pun membuka lebar peluang bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi dalam pengelolaan sampah. Namun, investasi tanpa kesadaran masyarakat hanya akan menjadi proyek jangka pendek.

“Kami menyambut pihak swasta yang mau berinvestasi dalam pengelolaan sampah di Batang, karena siapa yang membuang sampah itulah yang membayar,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15/5/2025).

Ia menilai, inisiatif harus muncul dari masyarakat. Salah satunya dengan membiasakan memilah sampah dari rumah. Sampah organik dan non-organik harus dipisahkan agar mudah diolah, bukan dicampur dan dibuang sembarangan.

“Kalau dari awal sampah plastik dicampur dengan sampah organik, lalu dibuang sembarangan di pinggir jalan, bahkan sambil naik motor itu menyulitkan proses pengelolaan,” tuturnya.

Faiz menyoroti banyaknya kasus di mana sampah yang sudah dipisahkan justru kembali bercampur saat sampai di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di TPA Randukuning misalnya, sampah yang datang sudah bercampur sehingga menyulitkan pemrosesan menjadi kompos atau energi alternatif. Padahal, menurutnya, jika dipilah dengan baik, sampah organik bisa menjadi pupuk, sedangkan plastik bisa didaur ulang.

“Untuk itu, Pemkab Batang mendorong setiap desa membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Keberadaan TPST di tingkat desa diyakini bisa menghentikan aliran sampah ke TPA, sekaligus mempercepat proses pemilahan dan pengolahan,” jelasnya.

Kita galakkan supaya setiap desa membuat TPST. Harus ada kontrol yang menjalankan dengan baik, sehingga sampah berhenti di desa. Namun, ia menekankan, secanggih apa pun fasilitas pengelolaan sampah, tidak akan berhasil bila tidak dibarengi dengan budaya bersih dari masyarakat.

“Tempat pengelolaan sampah tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik kalau budaya masyarakat tidak mendukung. Sungai sudah dibersihkan, eh sampah rumah dibuang ke sungai lagi,” tegasnya.

Senada dengan itu, saat ini Pemkab Batang juga sedang memperjuangkan pembangunan TPST berskala besar di Desa Sentul, Kecamatan Gringsing, dengan kapasitas hingga 120 ton per hari. Proyek ini mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Insyaallah dokumennya sudah lengkap, tinggal menunggu Detail Engineering Design (DED). Kita berharap tahun depan TPST di Gringsing sudah mulai dibangun,” ungkapnya.

Fasilitas tersebut nantinya dilengkapi teknologi pengolahan seperti pemilahan berbasis maggot dan sistem Refused Derived Fuel (RDF), sehingga pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat akan benar-benar bermanfaat dan menghasilkan nilai ekonomi.

Faiz kembali mengingatkan bahwa, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tapi justru dimulai dari hal paling sederhana: kesadaran individu untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah dari rumah. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

 

Berita Lainnya

Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Kontingen Kabupaten Batang menempati peringkat ke-30 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan raihan 4 medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu, belum mencapai target 10 besar. Meski demikian, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tetap memberikan apresiasi atas perjuangan atlet, pelatih, dan seluruh tim. Ke depan, KONI bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet dan fasilitas penunjang sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga Batang pada kompetisi berikutnya.
31 Okt 2026 Jumadi 174
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa kelas XII SMK Bintara Batang, Ivan Slamet Kurniawan, berhasil meraih juara pertama kategori boxing putra kelas 51 kilogram dalam Kejuaraan Pekalongan Gladiator Season 3. Prestasi tersebut menjadi hasil dari latihan dan persiapan fisik, sekaligus menambah pengalaman serta melatih mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.
31 Okt 2026 Jumadi 59
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Pemkab Batang merencanakan pembangunan rumah sakit daerah di wilayah selatan dengan mempertimbangkan Kecamatan Bawang, Reban, dan Bandar untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab Batang menargetkan kembali mencapai status Universal Health Coverage (UHC) pada November 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar per tahun untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.
30 Okt 2026 Jumadi 102
Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI
Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi langkah Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong digitalisasi pembayaran retribusi parkir dan objek wisata melalui QRIS untuk menekan kebocoran PAD. BI menilai tantangan utama bukan pada penyediaan sarana, melainkan membangun kebiasaan transaksi non-tunai bagi petugas dan masyarakat. Pendapatan yang terkumpul secara transparan diharapkan dapat dikembalikan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan wisata.
30 Okt 2026 Jumadi 179
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono menyerap aspirasi warga Desa Candirejo terkait perbaikan jalan desa dan bantuan RTLH. Pemkab Batang akan mempertimbangkan usulan tersebut dalam perencanaan anggaran 2027, sekaligus menyiapkan pemasangan 9.100 titik lampu penerangan jalan mulai Desember 2026. Bupati juga mendorong pemerintah desa mengoptimalkan anggaran melalui gotong royong masyarakat agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran desa terbatas.
30 Okt 2026 Jumadi 134
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 7724