Batang Bersiap Naik Kelas: Mimpi Jadi Pelabuhan Perikanan Nusantara dan Tonggak Ekonomi Bahari

Kamis, 08 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.664 kali Acara Pimpinan Daerah
Batang Bersiap Naik Kelas: Mimpi Jadi Pelabuhan Perikanan Nusantara dan Tonggak Ekonomi Bahari
Batang - Cita-cita besar tengah digantungkan Kabupaten Batang di atas birunya samudra utara Jawa. Pelabuhan perikanan yang kini berstatus kelas C, diproyeksikan melesat menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) kelas B, sebuah lompatan strategis yang diyakini akan mendongkrak sektor perikanan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

Batang - Cita-cita besar tengah digantungkan Kabupaten Batang di atas birunya samudra utara Jawa. Pelabuhan perikanan yang kini berstatus kelas C, diproyeksikan melesat menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) kelas B, sebuah lompatan strategis yang diyakini akan mendongkrak sektor perikanan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

“Cita-cita kita bersama adalah peningkatan status pelabuhan perikanan. Saat ini, pelabuhan kita masih berstatus Pelabuhan Perikanan Pantai kelas C. Kita memiliki visi yang lebih jauh, menjadikannya Pelabuhan Perikanan Nusantara kelas B,” kata Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat Rembug Nelayan di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/5/2025).

Menurutnya, peningkatan status tersebut bukan sekadar perubahan label administratif. Lebih dari itu, akan membuka peluang bagi kapal-kapal perikanan berukuran besar di atas 100 Gross Ton (GT) untuk bersandar di Batang. Konsekuensinya, aktivitas bongkar muat ikan akan melonjak, retribusi daerah meningkat, dan kesejahteraan nelayan pun ikut terdongkrak.

Namun dampaknya tak berhenti di situ. Faiz menggambarkan bagaimana peningkatan status pelabuhan akan menjadi pemantik tumbuhnya berbagai industri turunan, mulai dari pengolahan ikan, pabrik es, cold storage, hingga galangan kapal. Semua ini diyakini akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat fondasi ekonomi berbasis bahari.

“Ini akan menjadi katalisator pertumbuhan sektor perikanan. Kita akan melihat industri pengolahan ikan semakin maju, ketersediaan es dan cold storage meningkat, serta galangan kapal berkembang. Ini semua memberi nilai tambah luar biasa bagi produk perikanan kita,” jelasnya.

Tantangan Nelayan: Harga, Izin, dan Pendangkalan

Meski penuh optimisme, Faiz tak menutup mata atas sejumlah tantangan yang masih membelit para nelayan. Harga ikan yang fluktuatif, terutama saat panen raya, sering membuat nelayan merugi. Ia menilai perlu ada solusi kolektif agar jerih payah nelayan dihargai lebih layak.

Tak hanya itu, proses perizinan kapal perikanan yang masih dirasa berbelit-belit turut menjadi perhatian. Faiz juga menekankan pentingnya penyederhanaan birokrasi, tentunya tetap mematuhi aturan dan prinsip keberlanjutan sumber daya laut.

“Permasalahan klasik lainnya adalah pendangkalan muara. Fenomena ini kerap menyulitkan kapal keluar-masuk pelabuhan, khususnya saat air surut. Selain itu, terbatasnya ruang tambat kapal juga memerlukan pengembangan infrastruktur pelabuhan secara menyeluruh, termasuk penambahan dermaga,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, semua persoalan ini harus kita carikan jalan keluar bersama. Lewat forum ‘Rembug Nelayan’ ini, saya mengajak semua pihak menyampaikan aspirasi, ide, bahkan keluhan. Suara Bapak/Ibu sekalian sangat penting untuk kami.

Optimisme Pemkab Batang terhadap sektor kelautan tak lepas dari kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian. Di tengah lesunya ekonomi nasional yang menurun dari 5,2% menjadi 4,83%, dan Provinsi Jawa Tengah yang juga melambat, Batang justru mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03%.

“Alhamdulillah, Batang masih aktif di angka 6,03%. Ini prestasi luar biasa. Kinerja semua komponen telah membantu pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.

Tiga sektor utama menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Batang. Pertama, industri pengolahan ikan yang menyumbang hingga 39%. Kedua, sektor perikanan dan nelayan, dan ketiga pertanian, yang menyumbang sekitar 19% terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dengan data tersebut, Faiz menegaskan bahwa eksistensi industri bahari bukan hanya penting, melainkan vital bagi masa depan ekonomi Batang. Maka dari itu, mimpi menjadikan pelabuhan sebagai PPN kelas B bukanlah sekadar ambisi kosong, melainkan strategi berbasis data dan kebutuhan nyata.

Faiz mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergi dan semangat gotong royong demi mewujudkan cita-cita besar ini.

“Kami berkomitmen penuh mendukung pengembangan sektor perikanan. Dengan kerja keras dan kebersamaan, saya yakin Batang mampu menjadi pusat kekuatan ekonomi maritim yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

 

Berita Lainnya

ETK Singgah di Batang, Wabup Dorong Pramuka Jadi Wadah Pengabdian Generasi Muda ETK Singgah di Batang, Wabup Dorong Pramuka Jadi Wadah Pengabdian Generasi Muda
ETK Singgah di Batang, Wabup Dorong Pramuka Jadi Wadah Pengabdian Generasi Muda
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono memimpin prosesi penerimaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kendal di SMP Negeri 2 Bawang, Kabupaten Batang, Sabtu (592026). Setelah diterima di Batang, ETK akan kembali dilanjutkan menuju Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan pada Minggu (692026).
05 Sep 2026 Jumadi 105
Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah
Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah
Australia - Warisan budaya Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, kembali melangkah ke panggung internasional. Dua perempuan pegiat dan perajin Batik Rifaiyah, Tri Handayani Mulyati dan Nandiroh, mendapat kehormatan memenuhi undangan untuk memperkenalkan, memamerkan, sekaligus berbagi pengetahuan tentang Batik Rifaiyah melalui kegiatan pameran dan workshop di Darwin, Australia, 1628 Agustus 2026.
05 Sep 2026 Jumadi 456
Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo
Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo
Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batang menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Wisata Sidawung, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Sabtu (592026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Indonesia Asri yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat dari Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Bina Wilayah. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong terwujudnya Satpol PP yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.
05 Sep 2026 Jumadi 118
Peringati HPN 2026, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik Peringati HPN 2026, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Peringati HPN 2026, BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Batang Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) yang jatuh pada 4 September 2026, BPJS Ketenagakerjaan menggelar kegiatan khusus sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada para peserta.
04 Sep 2026 Jumadi 175
Bakal Ada Food Court di Sisi Timur Alun-Alun Batang, Fasad Aspol Bangunan Lama Dipastikan Tetap Utuh Bakal Ada Food Court di Sisi Timur Alun-Alun Batang, Fasad Aspol Bangunan Lama Dipastikan Tetap Utuh
Bakal Ada Food Court di Sisi Timur Alun-Alun Batang, Fasad Aspol Bangunan Lama Dipastikan Tetap Utuh
Batang - Wajah kawasan Alun-Alun Batang sisi timur bakal makin cantik. Program penataan kota yang digagas Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, terus bergulir dengan rencana penyulapan area bekas Asrama Polisi (Aspol) di Jalan Diponegoro menjadi pusat jajanan modern (food court).
04 Sep 2026 Jumadi 142
Bupati Batang Targetkan UHC Pulih Oktober 2026, Warga Bisa Berobat Gratis Lagi Pakai KTP Bupati Batang Targetkan UHC Pulih Oktober 2026, Warga Bisa Berobat Gratis Lagi Pakai KTP
Bupati Batang Targetkan UHC Pulih Oktober 2026, Warga Bisa Berobat Gratis Lagi Pakai KTP
Batang - Kabar segar menghampiri warga Kabupaten Batang. Pemerintah daerah setempat tengah bersiap memulihkan program Universal Health Coverage (UHC) pada penghujung tahun ini, sehingga masyarakat bisa kembali mengandalkan kartu identitas untuk mengakses layanan kesehatan gratis.
04 Sep 2026 Jumadi 119