Batang Bersiap Naik Kelas: Mimpi Jadi Pelabuhan Perikanan Nusantara dan Tonggak Ekonomi Bahari

Kamis, 08 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.693 kali Acara Pimpinan Daerah
Batang Bersiap Naik Kelas: Mimpi Jadi Pelabuhan Perikanan Nusantara dan Tonggak Ekonomi Bahari
Batang - Cita-cita besar tengah digantungkan Kabupaten Batang di atas birunya samudra utara Jawa. Pelabuhan perikanan yang kini berstatus kelas C, diproyeksikan melesat menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) kelas B, sebuah lompatan strategis yang diyakini akan mendongkrak sektor perikanan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

Batang - Cita-cita besar tengah digantungkan Kabupaten Batang di atas birunya samudra utara Jawa. Pelabuhan perikanan yang kini berstatus kelas C, diproyeksikan melesat menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) kelas B, sebuah lompatan strategis yang diyakini akan mendongkrak sektor perikanan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

“Cita-cita kita bersama adalah peningkatan status pelabuhan perikanan. Saat ini, pelabuhan kita masih berstatus Pelabuhan Perikanan Pantai kelas C. Kita memiliki visi yang lebih jauh, menjadikannya Pelabuhan Perikanan Nusantara kelas B,” kata Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat Rembug Nelayan di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/5/2025).

Menurutnya, peningkatan status tersebut bukan sekadar perubahan label administratif. Lebih dari itu, akan membuka peluang bagi kapal-kapal perikanan berukuran besar di atas 100 Gross Ton (GT) untuk bersandar di Batang. Konsekuensinya, aktivitas bongkar muat ikan akan melonjak, retribusi daerah meningkat, dan kesejahteraan nelayan pun ikut terdongkrak.

Namun dampaknya tak berhenti di situ. Faiz menggambarkan bagaimana peningkatan status pelabuhan akan menjadi pemantik tumbuhnya berbagai industri turunan, mulai dari pengolahan ikan, pabrik es, cold storage, hingga galangan kapal. Semua ini diyakini akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat fondasi ekonomi berbasis bahari.

“Ini akan menjadi katalisator pertumbuhan sektor perikanan. Kita akan melihat industri pengolahan ikan semakin maju, ketersediaan es dan cold storage meningkat, serta galangan kapal berkembang. Ini semua memberi nilai tambah luar biasa bagi produk perikanan kita,” jelasnya.

Tantangan Nelayan: Harga, Izin, dan Pendangkalan

Meski penuh optimisme, Faiz tak menutup mata atas sejumlah tantangan yang masih membelit para nelayan. Harga ikan yang fluktuatif, terutama saat panen raya, sering membuat nelayan merugi. Ia menilai perlu ada solusi kolektif agar jerih payah nelayan dihargai lebih layak.

Tak hanya itu, proses perizinan kapal perikanan yang masih dirasa berbelit-belit turut menjadi perhatian. Faiz juga menekankan pentingnya penyederhanaan birokrasi, tentunya tetap mematuhi aturan dan prinsip keberlanjutan sumber daya laut.

“Permasalahan klasik lainnya adalah pendangkalan muara. Fenomena ini kerap menyulitkan kapal keluar-masuk pelabuhan, khususnya saat air surut. Selain itu, terbatasnya ruang tambat kapal juga memerlukan pengembangan infrastruktur pelabuhan secara menyeluruh, termasuk penambahan dermaga,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, semua persoalan ini harus kita carikan jalan keluar bersama. Lewat forum ‘Rembug Nelayan’ ini, saya mengajak semua pihak menyampaikan aspirasi, ide, bahkan keluhan. Suara Bapak/Ibu sekalian sangat penting untuk kami.

Optimisme Pemkab Batang terhadap sektor kelautan tak lepas dari kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian. Di tengah lesunya ekonomi nasional yang menurun dari 5,2% menjadi 4,83%, dan Provinsi Jawa Tengah yang juga melambat, Batang justru mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03%.

“Alhamdulillah, Batang masih aktif di angka 6,03%. Ini prestasi luar biasa. Kinerja semua komponen telah membantu pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.

Tiga sektor utama menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Batang. Pertama, industri pengolahan ikan yang menyumbang hingga 39%. Kedua, sektor perikanan dan nelayan, dan ketiga pertanian, yang menyumbang sekitar 19% terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dengan data tersebut, Faiz menegaskan bahwa eksistensi industri bahari bukan hanya penting, melainkan vital bagi masa depan ekonomi Batang. Maka dari itu, mimpi menjadikan pelabuhan sebagai PPN kelas B bukanlah sekadar ambisi kosong, melainkan strategi berbasis data dan kebutuhan nyata.

Faiz mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergi dan semangat gotong royong demi mewujudkan cita-cita besar ini.

“Kami berkomitmen penuh mendukung pengembangan sektor perikanan. Dengan kerja keras dan kebersamaan, saya yakin Batang mampu menjadi pusat kekuatan ekonomi maritim yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

 

Berita Lainnya

Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Kontingen Kabupaten Batang menempati peringkat ke-30 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan raihan 4 medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu, belum mencapai target 10 besar. Meski demikian, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tetap memberikan apresiasi atas perjuangan atlet, pelatih, dan seluruh tim. Ke depan, KONI bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet dan fasilitas penunjang sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga Batang pada kompetisi berikutnya.
31 Okt 2026 Jumadi 195
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa kelas XII SMK Bintara Batang, Ivan Slamet Kurniawan, berhasil meraih juara pertama kategori boxing putra kelas 51 kilogram dalam Kejuaraan Pekalongan Gladiator Season 3. Prestasi tersebut menjadi hasil dari latihan dan persiapan fisik, sekaligus menambah pengalaman serta melatih mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.
31 Okt 2026 Jumadi 69
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Pemkab Batang merencanakan pembangunan rumah sakit daerah di wilayah selatan dengan mempertimbangkan Kecamatan Bawang, Reban, dan Bandar untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab Batang menargetkan kembali mencapai status Universal Health Coverage (UHC) pada November 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar per tahun untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.
30 Okt 2026 Jumadi 104
Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI
Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi langkah Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong digitalisasi pembayaran retribusi parkir dan objek wisata melalui QRIS untuk menekan kebocoran PAD. BI menilai tantangan utama bukan pada penyediaan sarana, melainkan membangun kebiasaan transaksi non-tunai bagi petugas dan masyarakat. Pendapatan yang terkumpul secara transparan diharapkan dapat dikembalikan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan wisata.
30 Okt 2026 Jumadi 182
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono menyerap aspirasi warga Desa Candirejo terkait perbaikan jalan desa dan bantuan RTLH. Pemkab Batang akan mempertimbangkan usulan tersebut dalam perencanaan anggaran 2027, sekaligus menyiapkan pemasangan 9.100 titik lampu penerangan jalan mulai Desember 2026. Bupati juga mendorong pemerintah desa mengoptimalkan anggaran melalui gotong royong masyarakat agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran desa terbatas.
30 Okt 2026 Jumadi 137
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 8044