Batang Bersiap Naik Kelas: Mimpi Jadi Pelabuhan Perikanan Nusantara dan Tonggak Ekonomi Bahari

Kamis, 08 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.648 kali Acara Pimpinan Daerah
Batang Bersiap Naik Kelas: Mimpi Jadi Pelabuhan Perikanan Nusantara dan Tonggak Ekonomi Bahari
Batang - Cita-cita besar tengah digantungkan Kabupaten Batang di atas birunya samudra utara Jawa. Pelabuhan perikanan yang kini berstatus kelas C, diproyeksikan melesat menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) kelas B, sebuah lompatan strategis yang diyakini akan mendongkrak sektor perikanan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

Batang - Cita-cita besar tengah digantungkan Kabupaten Batang di atas birunya samudra utara Jawa. Pelabuhan perikanan yang kini berstatus kelas C, diproyeksikan melesat menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) kelas B, sebuah lompatan strategis yang diyakini akan mendongkrak sektor perikanan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

“Cita-cita kita bersama adalah peningkatan status pelabuhan perikanan. Saat ini, pelabuhan kita masih berstatus Pelabuhan Perikanan Pantai kelas C. Kita memiliki visi yang lebih jauh, menjadikannya Pelabuhan Perikanan Nusantara kelas B,” kata Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat Rembug Nelayan di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/5/2025).

Menurutnya, peningkatan status tersebut bukan sekadar perubahan label administratif. Lebih dari itu, akan membuka peluang bagi kapal-kapal perikanan berukuran besar di atas 100 Gross Ton (GT) untuk bersandar di Batang. Konsekuensinya, aktivitas bongkar muat ikan akan melonjak, retribusi daerah meningkat, dan kesejahteraan nelayan pun ikut terdongkrak.

Namun dampaknya tak berhenti di situ. Faiz menggambarkan bagaimana peningkatan status pelabuhan akan menjadi pemantik tumbuhnya berbagai industri turunan, mulai dari pengolahan ikan, pabrik es, cold storage, hingga galangan kapal. Semua ini diyakini akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat fondasi ekonomi berbasis bahari.

“Ini akan menjadi katalisator pertumbuhan sektor perikanan. Kita akan melihat industri pengolahan ikan semakin maju, ketersediaan es dan cold storage meningkat, serta galangan kapal berkembang. Ini semua memberi nilai tambah luar biasa bagi produk perikanan kita,” jelasnya.

Tantangan Nelayan: Harga, Izin, dan Pendangkalan

Meski penuh optimisme, Faiz tak menutup mata atas sejumlah tantangan yang masih membelit para nelayan. Harga ikan yang fluktuatif, terutama saat panen raya, sering membuat nelayan merugi. Ia menilai perlu ada solusi kolektif agar jerih payah nelayan dihargai lebih layak.

Tak hanya itu, proses perizinan kapal perikanan yang masih dirasa berbelit-belit turut menjadi perhatian. Faiz juga menekankan pentingnya penyederhanaan birokrasi, tentunya tetap mematuhi aturan dan prinsip keberlanjutan sumber daya laut.

“Permasalahan klasik lainnya adalah pendangkalan muara. Fenomena ini kerap menyulitkan kapal keluar-masuk pelabuhan, khususnya saat air surut. Selain itu, terbatasnya ruang tambat kapal juga memerlukan pengembangan infrastruktur pelabuhan secara menyeluruh, termasuk penambahan dermaga,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, semua persoalan ini harus kita carikan jalan keluar bersama. Lewat forum ‘Rembug Nelayan’ ini, saya mengajak semua pihak menyampaikan aspirasi, ide, bahkan keluhan. Suara Bapak/Ibu sekalian sangat penting untuk kami.

Optimisme Pemkab Batang terhadap sektor kelautan tak lepas dari kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian. Di tengah lesunya ekonomi nasional yang menurun dari 5,2% menjadi 4,83%, dan Provinsi Jawa Tengah yang juga melambat, Batang justru mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03%.

“Alhamdulillah, Batang masih aktif di angka 6,03%. Ini prestasi luar biasa. Kinerja semua komponen telah membantu pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.

Tiga sektor utama menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Batang. Pertama, industri pengolahan ikan yang menyumbang hingga 39%. Kedua, sektor perikanan dan nelayan, dan ketiga pertanian, yang menyumbang sekitar 19% terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dengan data tersebut, Faiz menegaskan bahwa eksistensi industri bahari bukan hanya penting, melainkan vital bagi masa depan ekonomi Batang. Maka dari itu, mimpi menjadikan pelabuhan sebagai PPN kelas B bukanlah sekadar ambisi kosong, melainkan strategi berbasis data dan kebutuhan nyata.

Faiz mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergi dan semangat gotong royong demi mewujudkan cita-cita besar ini.

“Kami berkomitmen penuh mendukung pengembangan sektor perikanan. Dengan kerja keras dan kebersamaan, saya yakin Batang mampu menjadi pusat kekuatan ekonomi maritim yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

 

Berita Lainnya

Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang Coffee Gelar Manual Brew Competition, Dorong Kebangkitan Tren Kopi Seduh Manual
Batang - Komunitas Batang Coffee menggelar Manual Brew Competition di kafe Hingga, Limpung, Kabupaten Batang, Minggu (1462026). Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi kopi sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap metode seduh manual (manual brew) di kalangan penggiat kopi.
14 Jun 2026 Jumadi 65
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 112
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 74
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 92
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 110
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 138