Batang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan momen penting untuk kita mengukuhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh rakyat bangsa.
Batang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan momen penting untuk kita mengukuhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh rakyat bangsa.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan, bahwa
peringatan Hardiknas bukan sekedar seremonial yang ditandai dengan upacara atau
berbagai lomba.
“Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang
melekat dalam setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara, dan
hakikatnya pendidikn adalah proses membangun kepribadian dan yang utama, akhlak
mulia, dan peradaban bangsa,†katanya saat Upacara bendera di halaman Pendapa,
Kabupaten Batang, Jumat (2/5/2025).
Faiz Kurniawan menyebutkan, sesuai amanah konstitusi
tidak boleh ada deskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi,
jenis kelamin, domisili dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang
kehilangan kesempatan memperoleh Pendidikan.
“Didalam undang-undang sistem Pendidikan Nasional
Nomor 20 Tahun 2023 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan
Pendidikan yang bermutu,†jelasnya.
Secara individual pendidikan adalah proses
menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai makhluk Pendidikan, yang dengannya
manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki ketempilan dan berbagai kecerdasan
yang memungkinkan mereka meraih kejahteraan baik material maupun spiritual.
“Dalam konverensi kebangsaan Pendidikan adalah sarana
mobilitas sosial politik yang secara vertical mengangkat harkat dan martabat
bangsa. Oleh karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan
Pendidikan sebagai prioritas,†terangnya.
Melalui Pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen
memutus mata rantai kemiskinan. Presiden bertekad memajukan Pendidikan melalui
revitalisasi sarana dan prasarana Pendidikan, pembelajaran digital dan
peningkatan kualitas kualifikasi serta kinerja guru melalui pemenuhan
kualifikasi, meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan.
“Dengan demikian guru diharapkan, dapat menjadi agen
pembelajaran dan agen peradaban, para guru tidak hanya menjadi fasilitaror
pembelajaran, tetapi juga mentor dan konselor para murid, guru adalah orang tua
senantiasa disisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya
mencapai cita-cita luhur,†pungkasnya.
Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional mari kita
saling bergandeng tangan, bahu membahu dan bergtongroyong mewujudkan Pendidikan
bermutu untuk semua. (MC Batang, Jateng/Ela/Sri Rahayu)