Pegiat Budaya Batang Mengungkap Sejarah Rempah di Banda

Rabu, 25 September 2024 Jumadi Dibaca 3.747 kali Seni dan Budaya
Pegiat Budaya Batang Mengungkap Sejarah Rempah di Banda
Batang - Tim Pegiat Budaya dan Sejarah Batang, melakukan napak tilas sejarah Jalur Rempah ke Kepulauan Banda Provinsi Maluku. Hal itu dilakukan menambah khazanah pengetahuan serta mengungkap sejarah Jalur Rempah Nusantara.

Batang - Tim Pegiat Budaya dan Sejarah Batang, melakukan napak tilas sejarah Jalur Rempah ke Kepulauan Banda Provinsi Maluku. Hal itu dilakukan menambah khazanah pengetahuan serta mengungkap sejarah Jalur Rempah Nusantara.

Meskipun Kabupaten Batang tidak termasuk bagian penting dari Jalur Rempah Nusantara, tapi pengetahuan ini sangat penting, karena merupakan cikal bakal terjadinya kolonialisme bangsa Eropa terhadap Indonesia. Ketua Tim Pegiat Budaya dan Sejarah Batang, Sodikin mengatakan, rempah nusantara telah mengubah wajah dunia, melahirkan kolonialisme Bangsa Eropa hingga lahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Tim memulai perjalanan sejak Rabu, 28 September 2024 melalui jalur udara dari Jakarta ke Makasar. Dilanjutkan, lewat jalur laut menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu Ambon menuju Pelabuhan Banda Neira, ditempuh selama 6 jam perjalanan,” katanya, saat dihubungi melalui gawai, Rabu (25/9/2024).

Banyak hal yang dapat dipelajari selama trip muhibbah sejarah kali ini.  Sebab di abad 16 pala merupakan komoditas yang menghebohkan dunia barat.

“Harganya jauh melebihi harga emas. Konon perbedaan harga pala di Banda dan Eropa mencapai 60.000 persen, sehingga Bangsa Eropa mempertaruhkan segalanya untuk mencari sumber buah tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan informasi ekspedisi berhasil dilakukan oleh penjajah Portugis, sebagai bangsa Eropa pertama yang memasuki Banda pada tahun 1512 Masehi.

“Portugis akhirnya membangun benteng Nasau di pulau Banda Neira sebagai pangkalan militer untuk mengamankan ekspedisi dagangnya. Belum sampai benteng selesai dibangun, ternyata misi dagang Belanda, VOC menyusul memasuki Kepulauan Banda,” terangnya.

Perebutan kuasa pun terjadi dan VOC memperoleh kemenangan. Portugis terusir dari Banda dan selanjutnya VOC memegang penuh monopoli perdagangan pala di Banda.

“Kemudian untuk memperkuat pertahanan militernya dibangunlah benteng baru yang dinamakan Benteng Belgica di Pulau Banda Neira. Berada tak jauh dari Benteng Nasau yang ditinggalkan PortugiKarena begitu pentingnya komoditas pala di Eropa, akhirnya Kerajaan Inggris pun tidak mau ketinggalan,” ungkapnya.

Mereka juga mengirimkan tim ekspedisi militernya ke Banda. Karena sebagian besar Kepulauan Banda sudah dikuasai Belanda, maka terjadilah peperangan antara Inggris dan Belanda di Pulau Banda. Inggris terdesak dan hanya mampu menguasai satu pulau yang bernama Pulau Rhun yang berjarak cukup jauh sekitar 10 mil laut ke arah barat dari pulau Banda Besar.

“Meskipun pulaunya tidak terlalu besar, namun ternyata Pulau Rhun juga luar biasa. Sebab seluruh pulau penuh tertutup pepohonan pala yang lebat. Konon, sekali panen pala di pulau itu, bisa memenuhi satu rombongan ekspedisi kapal Inggris,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

 

Berita Lainnya

Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila
Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila
Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang memberikan penyuluhan budidaya ikan lele dan nila kepada masyarakat Desa Sembung melalui kegiatan nonfisik TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736Batang. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengembangkan usaha perikanan air tawar sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.
04 Nov 2026 Jumadi 154
Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah
Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berencana mengembangkan tradisi Nyadran Gunung di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, menjadi festival budaya dan wisata berskala nasional mulai 2027. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Batang akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur berupa pelebaran jalan sekitar 2 kilometer, pengaspalan jalan sekitar 500 meter, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU).
04 Nov 2026 Jumadi 97
Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan
Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan
Pemerintah Kabupaten Batang menerapkan sistem jemput bola dalam rekrutmen calon peserta didik Sekolah Rakyat tanpa membuka pendaftaran umum. Calon siswa dijaring berdasarkan hasil temuan langsung di lapangan serta usulan masyarakat, tokoh lokal, dan kepala desa.
04 Nov 2026 Jumadi 99
Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat
Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat
Wakil Bupati Batang Suyono berpesan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batang definitif, Munif, agar menjalankan amanah kepemimpinan dengan menjunjung tinggi integritas, keteladanan, dan pelayanan prima kepada masyarakat. Kemenag diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Batang.
04 Nov 2026 Jumadi 84
Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut
Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut
BBPJN Jawa Tengah-DIY mempercepat preservasi jalan nasional di jalur Pantura Batang-Pekalongan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027. Hingga 3 November 2026, realisasi perkerasan beton (rigid pavement) mencapai 7.151 meter, dengan tambahan penanganan 1,4 kilometer serta rencana leveling aspal sepanjang 3.898 meter. Percepatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemantapan jalan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik selama libur Nataru.
03 Nov 2026 Jumadi 382
Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata
Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berkomitmen mengembangkan Desa Silurah sebagai destinasi wisata prioritas melalui peningkatan infrastruktur, termasuk rencana pelebaran jalan sepanjang dua kilometer, pengaspalan jalan baru sekitar 500 meter, serta pembenahan fasilitas pendukung wisata. Pembangunan tersebut diupayakan masuk perubahan APBD 2027 atau direalisasikan pada 2028. Pengembangan ini juga diarahkan untuk mengangkat potensi budaya lokal, khususnya tradisi Nyadran Gunung, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
03 Nov 2026 Jumadi 182