Cetuskan Remaja Ber-GAYA, Kebaya Foundation Tunjukkan Keanggunan Wanita Indonesia

Minggu, 22 September 2024 Jumadi Dibaca 2.599 kali Seni dan Budaya
Cetuskan Remaja Ber-GAYA, Kebaya Foundation Tunjukkan Keanggunan Wanita Indonesia
Batang - Bagi kaum hawa kebaya bukanlah sekadar pakaian yang hanya dikenakan di saat momentum tertentu saja, namun memiliki makna keanggunan bagi wanita yang mengenakannya. Kepengurusan Kebaya Foundation Kabupaten yang baru saja dikukuhkan, dengan Sri Beny sebagai ketua, oleh Ketua Umum Kebaya Foundation Tuti Nusandari Roesdiono dipandang perlu merealisasikan Gerakan Anak Muda Berkebaya (GAYA).

Batang - Bagi kaum hawa kebaya bukanlah sekadar pakaian yang hanya dikenakan di saat momentum tertentu saja, namun memiliki makna keanggunan bagi wanita yang mengenakannya. Kepengurusan Kebaya Foundation Kabupaten yang baru saja dikukuhkan, dengan Sri Beny sebagai ketua, oleh Ketua Umum Kebaya Foundation Tuti Nusandari Roesdiono dipandang perlu merealisasikan Gerakan Anak Muda Berkebaya (GAYA).

“Tujuannya agar kebaya sebagai busana hasil akulturasi dari berbagai budaya makin dikenal dan mampu meningkatkan perekonomian Nusantara lewat UMKM,” kata Ketua Umum Kebaya Foundation Tuti Nusandari Roesdiono, usai melantik, di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (21/9/2024).

Secara nasional, respons positif ditunjukkan kaum muda, pasca dikukuhkannya Kebaya Foundation di berbagai daerah.

“Dengan dibentuknya Gerakan Anak Muda Berkebaya (GAYA), bisa jadi pemicu ketertarikan anak muda pada kebaya. Sama halnya di sini dalam waktu dekat juga akan dibentuk gerakan yang sama,” jelasnya.

Ketua Kebaya Foundation Batang Sri Beny mendukung, penuh gerakan tersebut dengan segera mempromosikan gerakan berkebaya pada anak muda Batang.

“Kami mulai dulu dengan menyosialisasikan ke sekolah-sekolah, untuk dijadikan pembiasaan lewat gerakan Selasa Berkebaya,” tegasnya.

Pembudayaan itu akan dilakukan mulai dari anak-anak hingga dewasa, agar terbiasa mengenakan kebaya.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Kebaya Foundation GRAy Febri Hapsari Dipokusumo menerangkan, apabila kebaya akan dikenakan saat upacara adat di keraton manapun, tentu memiliki pakem yang tidak dibolehkan dihilangkan.

“Motif batiknya tidak boleh Parang dan Lereng begitu masuk Keraton Surakarta maupun Yogyakarta, berkonde dengan model tertentu, kebaya tidak boleh bermotif lurik dan panjang. Setidaknya harus mengenakan kebaya Kartini sedikit bermotif Kutu Baru,” ungkap wanita yang juga istri dari KGPH. Dipokusumo, Pengageng Parentah Keraton Surakarta Hadiningrat.

Namun dikarenakan perkembangan zaman, dikembangkan pula motif baru, di antaranya Kutu Baru, Labuh dari Riau, Encim dan yang sedang digandrungi kebaya Gulon yang tertutup sebagai alternatif bagi yang berhijab.

“Agar remaja putri terbiasa mengenakan kebaya, tentu mulai dari ibunya juga harus membiasakan diri mengenakan kebaya. Ibu adalah contoh nyata, jadi mari para perempuan Indonesia, tidak hanya menonjolkan kepandaiannya, tapi yang terpenting membangun mental dan karakter ketimuran,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan
Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan
Batang Suasana ruang kelas di berbagai SMP di Kabupaten Batang tampak berbeda pekan ini. Bukan sekadar rutinitas belajar biasa, para siswa kini tengah menempuh Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
09 Apr 2026 Jumadi 15
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).
09 Apr 2026 Jumadi 65
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.
09 Apr 2026 Jumadi 169
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat sejumlah capaian positif dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 53
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memprioritaskan penanganan banjir rob di wilayah pesisir barat sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 52
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar upacara peringatan Hari Jadi Ke-60 di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 65