Mbah Tumari, Si Pelestari Kembang Sesaji

Sabtu, 01 Juni 2024 Jumadi Dibaca 2.600 kali Seni dan Budaya
Mbah Tumari, Si Pelestari Kembang Sesaji
Batang - Semerbak harum bunga tujuh rupa, beserta juwadah pasar melingkupi area salah satu los di Pasar Batang. Dengan penuh ketelatenan tangan renta Mbah Tumari itu mulai sejumput demi sejumput menata kembang setaman lengkap dengan juwadah pasar sebagai ubo rampe dalam sebuah upacara adat Jawa, sesuai pesanan pembeli.

Batang - Semerbak harum bunga tujuh rupa, beserta juwadah pasar melingkupi area salah satu los di Pasar Batang. Dengan penuh ketelatenan tangan renta Mbah Tumari itu mulai sejumput demi sejumput menata kembang setaman lengkap dengan juwadah pasar sebagai ubo rampe dalam sebuah upacara adat Jawa, sesuai pesanan pembeli.

Ya puluhan tahun sudah Mbah Tumari bergelut dengan kesibukannya itu. Bukan hanya demi sesuap nasi, namun alasan terbesarnya menekuni profesi itu, karena ingin melestarikan tradisi leluhur sebagai pedagang kembang sesaji.

Tak hanya kembang tujuh rupa yang sering dipesan, namun juwadah pasar seperti kembang telon, kinang, kupat (ketupat), lepet, tak lupa ragam pisang seperti klutuk, raja, emas dan ampyang, adalah ubo rampe yang tidak boleh terlupakan sebagai syarat utama, apabila seseorang akan menggelar sebuah hajatan besar.

“Paling murah Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, isinya pisang raja, klutuk, emas, ampyang, kinang, kupat sama rokok layar. Pernah juga melayani juwadah pasar termahal sampai Rp200 ribu, semua ubo rampenya lengkap dan ukuran besar, untuk hajatan pengantin,” katanya, saat ditemui sambil menata ubo rampe ke atas daun pisang sesuai takaran di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Jumat (31/5/2024).

Pekerjaan sebagai pedagang juwadah pasar atau kembang sesaji, tak hanya dilakoninya sendiri. Namun ada rekan sebayanya yang juga tetap melestarikan adat budaya, sekaligus memenuhi kebutuhan bagi warga yang menganggap penting juwadah pasar sebagai syarat setiap kali menggelar hajatan besar.

“Ya kalau tidak disyarati (diberi sesaji), wah mesti ada bala' (kesulitan). Makanya biar acaranya lancar harus disyarati,” tuturnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kunaenah, salah satu warga yang hampir setiap kali ada hajatan besar tak meninggalkan juwadah pasar beserta kembang tujuh rupa, sebagai ubo rampe wajib.

Ia mengaku telah dua kali membeli perlengkapan ubo rampe di los milik Mbah Tumari itu.

“Ya ini sudah dua kali beli di sini, tahun kemarin buat hajatan sunatan anak, sekarang untuk pernikahan anak. Ini bisa habis sampai Rp200 ribu untuk beli ubo rampe lengkap, yang mau ditaruh di tempat tertentu seperti kamar, waktu menggelar selamatan,” terangnya.

Ia meyakini jika syarat-syarat tidak terpenuhi, akan ada bala' yang muncul. Tradisi itu akan terus disampaikan ke anak cucunya, agar selain tradisi leluhur tetap lestari, tujuan utamanya adalah supaya acara yang digelar tetap terlaksana dengan lancar sampai usai.

“Itulah serba serbi adat Jawa yang masih tetap dilestarikan di tengah modernisasi. Para pelestari itu, tetap meyakini bahwa salah satu upaya agar hajatan yang mereka gelar dapat berjalan lancar, tanpa halangan apapun,” ungkapnya.

Bagaimana pun juga, modernisasi dan tradisi akan tetap berjalan pada relnya masing-masing. Tanpa saling mengganggu. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 18
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 40
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 25
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 24
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Pemkab Batang menyiapkan sekitar tujuh hingga delapan event berskala nasional pada 2027 untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dari luar daerah. Berbagai destinasi unggulan, mulai dari kawasan pegunungan seperti Silurah, Sikembang, Puncak Tombo, Curug Genting, dan Curug Gombong hingga kawasan pesisir Pantai Jodo dan Pantai Sigandu, diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan festival. Agenda tersebut direncanakan menghadirkan musisi papan atas dan seniman nasional, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM serta peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
05 Nov 2026 Jumadi 25
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang menyiapkan pembenahan akses jalan dan pengembangan transportasi umum untuk mempermudah mobilitas pekerja menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pembangunan ruas Banyuputih-Kedawung telah dilakukan pada 2025, sedangkan jalan di depan area PTPN ditargetkan rampung pada 2027. Selain itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berharap layanan Trans Jateng dapat beroperasi pada 2028 dengan dukungan angkutan pengumpan atau feeder untuk menjangkau kawasan industri.
05 Nov 2026 Jumadi 25