Mbah Tumari, Si Pelestari Kembang Sesaji

Sabtu, 01 Juni 2024 Jumadi Dibaca 2.555 kali Seni dan Budaya
Mbah Tumari, Si Pelestari Kembang Sesaji
Batang - Semerbak harum bunga tujuh rupa, beserta juwadah pasar melingkupi area salah satu los di Pasar Batang. Dengan penuh ketelatenan tangan renta Mbah Tumari itu mulai sejumput demi sejumput menata kembang setaman lengkap dengan juwadah pasar sebagai ubo rampe dalam sebuah upacara adat Jawa, sesuai pesanan pembeli.

Batang - Semerbak harum bunga tujuh rupa, beserta juwadah pasar melingkupi area salah satu los di Pasar Batang. Dengan penuh ketelatenan tangan renta Mbah Tumari itu mulai sejumput demi sejumput menata kembang setaman lengkap dengan juwadah pasar sebagai ubo rampe dalam sebuah upacara adat Jawa, sesuai pesanan pembeli.

Ya puluhan tahun sudah Mbah Tumari bergelut dengan kesibukannya itu. Bukan hanya demi sesuap nasi, namun alasan terbesarnya menekuni profesi itu, karena ingin melestarikan tradisi leluhur sebagai pedagang kembang sesaji.

Tak hanya kembang tujuh rupa yang sering dipesan, namun juwadah pasar seperti kembang telon, kinang, kupat (ketupat), lepet, tak lupa ragam pisang seperti klutuk, raja, emas dan ampyang, adalah ubo rampe yang tidak boleh terlupakan sebagai syarat utama, apabila seseorang akan menggelar sebuah hajatan besar.

“Paling murah Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, isinya pisang raja, klutuk, emas, ampyang, kinang, kupat sama rokok layar. Pernah juga melayani juwadah pasar termahal sampai Rp200 ribu, semua ubo rampenya lengkap dan ukuran besar, untuk hajatan pengantin,” katanya, saat ditemui sambil menata ubo rampe ke atas daun pisang sesuai takaran di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Jumat (31/5/2024).

Pekerjaan sebagai pedagang juwadah pasar atau kembang sesaji, tak hanya dilakoninya sendiri. Namun ada rekan sebayanya yang juga tetap melestarikan adat budaya, sekaligus memenuhi kebutuhan bagi warga yang menganggap penting juwadah pasar sebagai syarat setiap kali menggelar hajatan besar.

“Ya kalau tidak disyarati (diberi sesaji), wah mesti ada bala' (kesulitan). Makanya biar acaranya lancar harus disyarati,” tuturnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kunaenah, salah satu warga yang hampir setiap kali ada hajatan besar tak meninggalkan juwadah pasar beserta kembang tujuh rupa, sebagai ubo rampe wajib.

Ia mengaku telah dua kali membeli perlengkapan ubo rampe di los milik Mbah Tumari itu.

“Ya ini sudah dua kali beli di sini, tahun kemarin buat hajatan sunatan anak, sekarang untuk pernikahan anak. Ini bisa habis sampai Rp200 ribu untuk beli ubo rampe lengkap, yang mau ditaruh di tempat tertentu seperti kamar, waktu menggelar selamatan,” terangnya.

Ia meyakini jika syarat-syarat tidak terpenuhi, akan ada bala' yang muncul. Tradisi itu akan terus disampaikan ke anak cucunya, agar selain tradisi leluhur tetap lestari, tujuan utamanya adalah supaya acara yang digelar tetap terlaksana dengan lancar sampai usai.

“Itulah serba serbi adat Jawa yang masih tetap dilestarikan di tengah modernisasi. Para pelestari itu, tetap meyakini bahwa salah satu upaya agar hajatan yang mereka gelar dapat berjalan lancar, tanpa halangan apapun,” ungkapnya.

Bagaimana pun juga, modernisasi dan tradisi akan tetap berjalan pada relnya masing-masing. Tanpa saling mengganggu. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 23
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 26
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 31
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 41
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 111
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1262026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal petugas sensus oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
12 Jun 2026 Jumadi 135