Melatih Kemandirian, Pelajar Dilatih Berwirausaha Batik Ecoprint

Sabtu, 17 Februari 2024 Jumadi Dibaca 1.669 kali Pendidikan dan Latihan
Melatih Kemandirian, Pelajar Dilatih Berwirausaha Batik Ecoprint
Batang - Pelajar SMPN 8 Batang mendapatkan pelatihan khusus tentang cara membuat batik ecoprint, sebagai langkah mempersiapkan diri menjadi wirausahawan muda yang mandiri dan siap bersaing di dunia usaha dan industri.

Batang - Pelajar SMPN 8 Batang mendapatkan pelatihan khusus tentang cara membuat batik ecoprint, sebagai langkah mempersiapkan diri menjadi wirausahawan muda yang mandiri dan siap bersaing di dunia usaha dan industri.

Salah satu pengenalan dunia industri yakni dikemas dalam dunia seni membatik alami ecoprint yang lebih mengandalkan bahan-bahan alami, seperti dedaunan.

Kepala SMPN 8 Batang Ninik Maiheti menekankan, agar program P5 ini menjadi jembatan menuju kesuksesan anak didiknya, khususnya yang berbakat menjadi wirausahawan muda.

“Batik ecoprint sengaja dipilih menjadi media untuk mengasah kemampuan dasar dan kreativitas anak, sehingga nantinya mereka jadi lebih siap,” katanya, saat ditemui di halaman SMPN 8 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (17/2/2024).

Ecoprint sendiri merupakan cara mencetak bahan-bahan alami ke atas sebuah kain. Sebagai pendidik seni budaya, Yuli Setianingsih berupaya mengarahkan anak didiknya mencetak motif daun di atas kain lalu dijahit menjadi sebuah produk kerudung segi empat dan pashmina.

“Dalam pembuatannya membutuhkan waktu antara dua hingga tiga pekan dengan menerapkan teknik pounding atau memukulkan daun ke atas kain menggunakan palu. Agar menjaga kualitas warna tidak tetap memudar, kain harus direndam menggunakan air tewas dan ketika proses mencuci cukup menggunakan sampo bukan deterjen pada umumnya serta jauhkan dari terpaan sinar matahari langsung,” jelasnya.

Untuk menghasilkan karya batik ecoprint memerlukan bahan-bahan alami yang didapat di sekitar. Seperti, daun Pepaya Jepang dan Sambiloto.

Nadila dan Hilma dua pelajar itu mengungkapkan, saat ini masih berfokus untuk mempromosikan hasil karyanya di berbagai platform media sosial.

“Harga jualnya antara Rp50 ribu hingga Rp80 ribu,” ungkapnya.

Di era persaingan industri yang serba cepat ini, para pendidik di SMPN 8 Batang berupaya memutar otak agar anak didiknya mampu memanfaatkan potensi diri dan alam lingkungan sekitarnya hingga tidak hanya menghasilkan karya, namun juga mampu mendulang cuan di masa depan. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Konsumsi Manis Berlebih, Waspada Diabetes Mengintai Gen Z Konsumsi Manis Berlebih, Waspada Diabetes Mengintai Gen Z
Konsumsi Manis Berlebih, Waspada Diabetes Mengintai Gen Z
Batang - Budaya generasi z yang sering mengonsumsi minuman cepat saji dengan kadar manis berlebih, dinilai rawan jadi pemicu timbulnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus. Hal tersebut saat ini menjadi fokus dari pendidik maupun pemerhati kesehatan, dengan mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin maupun pembatasan konsumsi.
19 Jun 2026 Jumadi 35
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 87
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 77
BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
Batang - Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten (BNNK) Batang terus berinovasi dalam menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan mengemas kunjungan berbasis jelajah ruang. Kegiatan ini menjadi pengembangan BNN dalam mengedukasi pelajar yang dibalut dalam program Motivasi Edukasi Generasi Antinarkoba (MEGA), dengan memberikan kesempatan siswa melihat langsung contoh alat peraga berkaitan dengan bahaya narkoba maupun metode pencegahannya.
19 Jun 2026 Jumadi 80
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) dengan mengangkat Dolanan Anak atau Permainan Tradisional sebagai kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
19 Jun 2026 Jumadi 101
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 164