Naiknya Inflasi, Pj Bupati Batang Sidak Pasar Untuk Tekan Harga Bahan Makanan Pokok

Rabu, 20 Desember 2023 Jumadi Dibaca 929 kali Acara Pimpinan Daerah
Naiknya Inflasi, Pj Bupati Batang Sidak Pasar Untuk Tekan Harga Bahan Makanan Pokok
Batang Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindagkop Batang Triossy Juniarto melakukan Inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (20/12/2023).

Batang Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindagkop Batang Triossy Juniarto melakukan Inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (20/12/2023).

Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, hari ini dari hasil pemantauan ada sedikit kenaikan bahan makanan pokok seperti gula pasir dengan harga Rp17 ribu per kg, tetapi ada subsidi dari PT. Industri Gula Nusantara sebanyak 1 ton untuk satu pasar.

“Rencananya akan melakukan Operasi Pasar Murah (OPM) di tiga pasar yakni Pasar Batang, Pasar Limpung, dan Pasar Bandar. Sehingga, mereka dapat menjual gula pasir dengan harga Rp15.500,00 per kg, dengan itu bisa membantu masyarakat mencukupi kebutuhan jelang Nataru,” jelasnya.

Untuk sekarang ini, harga yang masih tinggi cabai rawit setan dengan harga Rp80 ribu per kg kalau cabai yang lainnya berangsur menurun yaitu cabai merah keriting dan cabai merah teropong harganya Rp60 ribu per kg dari harga sebelumnya yang tinggi.

“Sidak pasar dilakukan bertujuan untuk pengendalian inflasi yang biasa terjadi jelang Nataru supaya harga bahan makanan pokok stabil,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa stabilitas harga berpengaruh sangat besar oleh pemasok bahan makanan. Makanya, Pemerintah Daerah akan menekan para distributor bahan makanan pokok agar tidak naik secara signifikan.

“Terpenting itu, stok bahan makanan pokok ini aman tidak ada kekurangan seperti beras, telur, daging, gula pasir, dan cabai,” ungkapnya.

Pengendalian inflasi di Kabupaten Batang pada minggu lalu turun peringkat 22 seluruh Jawa Tengah, tetapi masuk minggu mengalami kenaikan sedikit karena harga beras dan gula pasir meningkat artinya Kabupaten Batang cukup terkendali.

Ia berharap, semoga adanya OPM bisa menurunkan tingkat inflasi di Kabupaten Batang pada minggu depan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

 

Berita Lainnya

Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi
Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
07 Nov 2026 Jumadi 12
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 72
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 68
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 73
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 164
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 128