Kesakralan Nyadran Silurah Tak Boleh Luntur

Minggu, 30 Juli 2023 Jumadi Dibaca 2.267 kali Seni dan Budaya
Kesakralan Nyadran Silurah Tak Boleh Luntur
Batang - Nyadran Gunung Silurah telah menjadi tradisi adat di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal selama beratus-ratus tahun lamanya. Setiap hari dan bulan tertentu serangkaian ritual digelar oleh warga setempat yang dipimpin oleh seorang tokoh adat.

Batang - Nyadran Gunung Silurah telah menjadi tradisi adat di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal selama beratus-ratus tahun lamanya. Setiap hari dan bulan tertentu serangkaian ritual digelar oleh warga setempat yang dipimpin oleh seorang tokoh adat.

Ritual menjadi hal yang sangat sakral bagi warga karena di dalamnya mengandung berbagai makna dan filosofi, agar dapat dijadikan teladan sehingga mampu hidup selaras berdampingan dengan alam.

Ketua tim penggali Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Disdikbud Batang Mulyono Yahman menyampaikan, kehadiran pengunjung maupun wisatawan sebenarnya tidak menggangu, hanya saja menjadikan situasi tampak ramai.

“Ini hanya sebuah dampak yang timbul dari keramaian saja. Wisatanya tetap bisa aktif, tapi lokasi ritual tidak bisa dipindah karena sudah berjalan ratusan tahun, jadi kita tidak bisa diubah,” katanya, saat mendampingi tokoh masyarakat Waluyo melihat langsung lokasi Nyadran Gunung Silurah, di Gapuro Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Sabtu (29/7/2023).

Sempat terbesit kekhawatiran dari para pemerhati budaya, tentang berkurangnya kesakralan tradisi Nyadran Gunung Silurah dengan banyaknya publik yang turut menyaksikan runtutan prosesi.

“Tapi tidak perlu takut karena kesakralan itu tidak bisa luntur begitu saja, sepanjang masyarakat mendukung dan setia dengan adat tradisi leluhurnya, serta menentukan area inilah yang harus dijaga kesakralannya,” jelasnya.

Salah satu tokoh masyarakat setempat Waluyo membenarkan, ada sedikit perbedaan suasana dalam perayaan nyadran, antara masa nenek moyang dengan beberapa tahun ini.

“Dulu memang hanya orang-orang tertentu saja yang menyaksikan prosesi Nyadran Gunung Silurah, tapi sejak beberapa tahun lalu suasana sedikit ramai. Tapi itu tidak menggangu kesakralan dan kekhusyu'an dalam prosesi adat,” terangnya.

Hanya saja wisatawan harus memahami bahwa ketika memasuki area Hutan Larangan harus mempu menjaga perilaku.

“Contohnya ketika berada di sini (Hutan Larangan), tidak boleh menebang atau mengambil segala sesuatu yang ada seperti menebang pohon bambu untuk kepentingan pribadi, termasuk perniagaan karena menurut mitos si penebang akan menerima karma atau bala, begitu juga sebaliknya,” ujar dia.

Dulu sempat ada orang dari luar daerah yang ingin memotong Watu Larangan (Batu Larangan), karena dirasa menghalangi jalan.

“Dia sudah kami ingatkan biar tidak melakukannya, tapi bersikeras akhirnya belum selesai memotong badan sudah panas dingin, sakit dan dua minggu kemudian meninggal dunia,” ungkapnya.

Tiap malam Jumat Kliwon di bulan Jumadil Awal seluruh warga menggelar tasyakuran sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dengan melakukan ritual ider desa atau keliling desa dan memotong kambing kendit, lalu kepala dan kaki ditanam di tempat tertentu.

“Termasuk prosesi meletakkan sejumlah sesaji beserta uborampenya di beberapa tempat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Usung Semangat Patriotisme, LCC 4 Pilar Siapkan Orator Ulung Usung Semangat Patriotisme, LCC 4 Pilar Siapkan Orator Ulung
Usung Semangat Patriotisme, LCC 4 Pilar Siapkan Orator Ulung
MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
07 Nov 2026 Jumadi 108
Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi
Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
07 Nov 2026 Jumadi 79
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 105
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 114
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 108
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 144