Pertahankan Budaya, Pemkab Batang Gelar Festival Tari Tradisional Batik Gringsing dan Simo Gringsing

Minggu, 12 Maret 2023 Jumadi Dibaca 1.375 kali Seni dan Budaya
Pertahankan Budaya, Pemkab Batang Gelar Festival Tari Tradisional Batik Gringsing dan Simo Gringsing
Batang - Dalam rangka memperingati HUT Ke-57 Kabupaten Batang, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar festival tari tradisional di Pendopo Kabupaten Batang, Minggu (12/3/2023).

Batang - Dalam rangka memperingati HUT Ke-57 Kabupaten Batang, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar festival tari tradisional di Pendopo Kabupaten Batang, Minggu (12/3/2023).

Festival tari tradisional diikuti dua kategori tingkat SD dan SMP seluruh Kabupaten Batang. Dalam kegiatan ini kategori SD harus menarikan tari Batik Gringsing dan kategori SMP harus menarikan tari Simo Gringsing.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Affy Kusmoyorini mengatakan, hari ini Disdikbud mengadakan lomba tari yang dibalut dalam acara festival tari tradisional yakni para peserta harus membawakan tari batik gringsing dan tari simo gringsing.

“Pada hari minggu tanggal 12 Maret 2023 ini khusus untuk kategori SD yang dilombakan wajib membawakan tari Batik Gringsing dan besok pada hari senin 13 Maret 2023 untuk kategori SMP yang dilombakan wajib membawakan tari Batik Gringsing dan tari Simo Gringsing,” jelasnya.

Setiap tim yang ikut ada 5 peserta dan pada perlombaan kali ini kategori SD ada 27 tim dan kategori SMP ada 20 tim untuk yang tari Batik Gringsing dan ada 12 tim untuk yang tari Simo Gringsing mengikuti Festival Tari Tradisional.

Jurinya kebetulan pencipta tari batik gringsing dari sanggar greget Semarang yang bernama Yoyok Bambang Priyambodo.

“Memilih tarian Batik Gringsing dan Simo Gringsing sebagai rangkaian memperingati HUT Ke-57 Kabupaten Batang sebagai edukasi kepada generasi muda memperkenalkan budaya asli Kabupaten Batang,” terangnya.

Tidak cuma itu, lanjut dia, tarian ini juga pada tahun 2022 sudah ada pembinaan seni dasar tarian Batik Gringsing dan Simo Gringsing yang diberikan kepada guru-guru seni SD dan SMP.

Harapannya, guru-guru seni yang sudah dibina dapat mengajarkan ilmunya ke siswa-siswinya agar dapat menguasai seni dasar tarian Batik Gringsing dan Simo Gringsing.

Sementara itu, seniman tari dari Semarang Yoyok Bambang Priyambodo menerangkan, kedua tari tradisional itu berasal dari cerita rakyat dan artefak yang ada menunjukkan kekayaan intelektual milik Kabupaten Batang.

“Menurut cerita rakyat, Ki Ageng Gringsing bisa berubah jadi Simo atau harimau dan berdasarkan sejarah di Kabupaten Batang ada arca Sri Vasudara Asinjang Angagem Batik Gringsing, dari dua peristiwa itu muncullah kedua tari tradisional itu,” terangnya.

Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Batang tidak hanya sebagai tempat singgah bagi pengemudi yang mengarah ke Jawa Barat maupun Jawa Timur. Namun lebih dari itu, bisa menjadi tempat menyaksikan kedua seni tari tersebut.

“Adanya kegiatan pementasan lomba hari ini sangat luar biasa para generasi muda kita dapat menarikan tarian tradisional Kabupaten Batang sebagai tempat apresiasi yang sudah mempertahankan budaya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 16
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 89
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 97
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 50
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 13
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 15