Peringati World Hearing Day, RSUD Batang Berikan Pelayanan Konsultasi Gratis

Kamis, 02 Maret 2023 Jumadi Dibaca 956 kali Kesehatan
Peringati World Hearing Day, RSUD Batang Berikan Pelayanan Konsultasi Gratis
Batang - Memperingati Hari Pendengaran Dunia (World Hearing Day) jatuh pada Jumat, 3 Maret 2023. Sebagai bentuk pengabdian dan memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat Kabupaten Batang. RSUD Kalisari Batang memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran di Ruangan Klinik RSUD Kabupaten Batang, Kamis (2/3/2023).

Batang - Memperingati Hari Pendengaran Dunia (World Hearing Day) jatuh pada Jumat, 3 Maret 2023. Sebagai bentuk pengabdian dan memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat Kabupaten Batang. RSUD Kalisari Batang memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran di Ruangan Klinik RSUD Kabupaten Batang, Kamis (2/3/2023).

Direktur RSUD Batang Muhammad Ali Balki mengatakan, bahwa hari ini kami mengadakan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran gratis.

“Dengan kegiatan ini, kita diingatkan akan pentingnya perawatan telinga dan pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran adalah multi faktorial pada periode yang berbeda sepanjang rentang hidup,” jelasnya.

Adanya konsultasi gratis THT antusias masyarakat Kabupaten Batang sangat luar biasa yang tadinya kuota hanya untuk 75 orang ternyata tambah menjadi 100 orang.

“Pendukung pelayanan ini kami mempunyai Endoscopy THT yaitu teknik pemeriksaan telinga secara visual dengan cara melihat langsung ke monitor,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, kendala saat ini, RSUD Kabupaten Batang masih mempunyai satu dokter THT. Makanya, khusus hari ini kami meminta bantuan tiga dokter THT dari Pekalongan.

Sementara itu, Dokter THT RSUD Batang Muyassaroh mengatakan, perawatan kesehatan telinga merupakan hal yang harus kita perhatikan, karena jika sudah akut akan berbahaya hingga tidak dapat mendengar.

“Selama pemeriksaan tadi kebanyakan yang konsultasi adalah kurang dengar yang disebabkan kotoran padat dan dalam. Adanya kotoran padat dan dalam pada telinga efek dari pasien yang setiap hari selalu mengorek-orek telinga itu harus diperiksakan,” terangnya.

Sebetulnya mengorek telinga tidak dianjurkan, karena dibiarkan saja secara alami telinga akan membersihkan kotoran keluar dengan sendiri.

Kurangnya pendengaran akan menimbulkan dampak yang besar terutama bagi pelajar akan mengganggu belajarnya. Apalagi pelajar saat ini banyak menggunakan headset dengan durasi lama karena main game atau nonton youtube.

“Aturan yang benar penggunaan headset pada telinga durasi maksimal 60 menit dan volume suara hanya 60 persen saja. Kalau sudah lebih dari itu harus berhenti, karena berbahaya bisa menyebabkan kurang pendengaran,” ujar dia.

Ia berharap, adanya pelayanan konsultasi, pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran secara gratis bisa membantu sedikit masyarakat Kabupaten Batang yang mengalami gangguan pendengaran. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

 

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 68
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 120
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 70
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 32
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 37