Pedagang Gorengan Keluhkan Minyakita Langka

Senin, 06 Februari 2023 Jumadi Dibaca 1.349 kali Stabilisasi Harga Bahan Pangan
Pedagang Gorengan Keluhkan Minyakita Langka
Batang - Terhentinya pasokan minyak goreng bersubsidi Miyakita di pasar-pasar tradisional, membuat pedagang gorengan mengeluh. Pasalnya, mereka harus kembali membeli minyak goreng curah yang harganya lebih mahal dan kualitasnya pun kurang baik, dibandingkan dengan minyak goreng bersubsidi yang lebih jernih.

Batang - Terhentinya pasokan minyak goreng bersubsidi Miyakita di pasar-pasar tradisional, membuat pedagang gorengan mengeluh. Pasalnya, mereka harus kembali membeli minyak goreng curah yang harganya lebih mahal dan kualitasnya pun kurang baik, dibandingkan dengan minyak goreng bersubsidi yang lebih jernih.

Para pedagang gorengan dan masyarakat umum pun makin mengeluh karena selain pasokan yang terhenti, harga Minyakita di pasaran pun mulai ikut merangkak naik, dari semula Rp14.000,00 menjadi Rp14.500,00 per liter.

Pedagang gorengan, Wilastri mengatakan sejak minyak goreng bersubsidi Langka di pasar, terpaksa kembali membeli minyak goreng curah.

“Kalau Minyakita dulu lebih murah, cuma Rp14 ribu sekarang terpaksa beli yang curah Rp17 ribu,” terangnya, saat ditemui di warungnya, kompleks Pasar Kabupaten Batang, Senin (6/2/2023).

Ia mengakui meski harga minyak goreng naik, namun harga jual gorengan tak ikut dinaikkan.

“Harga gorengan ya tetap, 1 buah tempe goreng Rp1.000,00,” tuturnya.

Salah satu konsumen sekaligus pedagang toko kelontong, Aminah mengaku harga gorengan masih sama, tidak mengalami kenaikan.

Meski demikian ia tetap menyayangkan kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyakita karena banyak konsumen yang kecewa.

“Saya kan juga jualan minyak goreng di warung rumah. Kemarin jualnya ya Minyakita Rp14 ribu, tapi karena sekarang langka terpaksa jual minyak goreng kemasan, harganya Rp18 ribu,” jelasnya.

Ia mengharapkan, pemerintah segera turun tangan, supaya harga minyak goreng bersubsidi kembali normal dan stok tercukupi, sehingga masyarakat dapat membeli sesuai kemampuan ekonominya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Batang, Endang Rahmawati menerangkan, kebutuhan minyak goreng untuk masyarakat Kabupaten Batang jika memperhatikan perhitungannya mencapai 0,036 liter per hari.

“Jadi dengan jumlah penduduk Kabupaten Batang 801.718 jiwa, maka kebutuhan minyak goreng mencapai Rp28 ribu liter per harinya,” terangnya.

Ia menambahkan, pasokan minyak goreng kemasan dan curah di Kabupaten Batang saat ini sebenarnya mencukupi kebutuhan masyarakat, yakni 28 ribu liter.

“Hanya saja masyarakat lebih memilih minyak goreng bersubsidi karena harganya yang lebih efisien. Sebenarnya kalau mereka belinya minyak goreng kemasan stok pasti mencukupi,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

SENJA di SMA Negeri 1 Bandar Meriahkan Bulan Bahasa SENJA di SMA Negeri 1 Bandar Meriahkan Bulan Bahasa
SENJA di SMA Negeri 1 Bandar Meriahkan Bulan Bahasa
Batang - SMA Negeri 1 Bandar menggelar kegiatan Seni Narasi dan Jelajah Aksara (SENJA) dalam rangka memperingati Bulan Bahasa di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (20102026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang bahasa dan sastra melalui berbagai perlombaan.
20 Okt 2026 Jumadi 193
Defisit 300 Tempat Tidur, Bupati Batang Minta Rumah Sakit Baru di Selatan Defisit 300 Tempat Tidur, Bupati Batang Minta Rumah Sakit Baru di Selatan
Defisit 300 Tempat Tidur, Bupati Batang Minta Rumah Sakit Baru di Selatan
Batang - Akses pelayanan medis yang cepat dan memadai masih menjadi tantangan nyata bagi warga Kabupaten Batang. Dengan populasi menembus angka 800 ribu jiwa, daerah ini harus berpacu dengan waktu untuk menutup jurang kekurangan ratusan tempat tidur rumah sakit, terutama bagi warga di wilayah dataran tinggi selatan.
20 Okt 2026 Jumadi 518
BPJS Ketenagakerjaan dan KEK Industropolis Batang Perkuat Perlindungan Pekerja BPJS Ketenagakerjaan dan KEK Industropolis Batang Perkuat Perlindungan Pekerja
BPJS Ketenagakerjaan dan KEK Industropolis Batang Perkuat Perlindungan Pekerja
Batang BPJS Ketenagakerjaan bersama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memperkuat sinergi dalam upaya mengoptimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di lingkungan kawasan industri. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran perusahaan dan tenaga kerja terhadap pentingnya perlindungan sosial dalam menghadapi berbagai risiko pekerjaan.
20 Okt 2026 Jumadi 158
Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa
Menanti Keajaiban 'Tol Khayangan Dua' di Jalur Pranten, Asa Baru Petani Sayur hingga Penyelamat Nyawa
Batang - Siapa yang tak terpikat dengan pesona Tol Khayangan. Jalur Mulus berlatar perbukitan megah yang menghubungkan wilayah Batang menuju dataran tinggi Dieng ini sudah lama jadi favorit para wisatawan. Namun, tahukah Anda bahwa jalan meliuk nan indah itu sebenarnya punya "saudara kembar".
19 Okt 2026 Jumadi 203
Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas
Cegah Laka Perlintasan Kereta Api, Pelajar Batang Diedukasi Cara Aman Melintas
Batang - Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman menjadi harapan setiap warga sekolah, utamanya yang berdekatan dengan perlintasan kereta api. Menilik tata letak SMP Negeri 2 Batang, yang berdekatan dengan perlintasan kereta api, maka Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang merasa perlu menyosialisasikan tentang pentingnya edukasi pemahaman cara aman saat melewati perlintasan kereta api.
19 Okt 2026 Jumadi 249
Alas Roban The Series Bawa Batang ke Kancah Internasional Alas Roban The Series Bawa Batang ke Kancah Internasional
Alas Roban The Series Bawa Batang ke Kancah Internasional
Batang - Suasana Alun-Alun Batang mendadak diselimuti ketegangan yang pekat. Di bawah naungan malam, rIbuan warga berkumpul untuk satu tujuan nonton bareng (nobar) pemutaran perdana Alas Roban The Series. Namun, malam itu seolah membawa kejutan tersendiri. Di awal penayangan, insiden kecil sempat terjadi, suara dialog dari film tiba-tiba hilang, menyisakan alunan backing sound dan musik yang mencekam, di Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Senin (19102026) malam.
19 Okt 2026 Jumadi 641