Satpol PP Tertibkan PKL di Batang

Jumat, 06 Januari 2023 Jumadi Dibaca 1.583 kali Hankam
Satpol PP Tertibkan PKL di Batang
Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang kembali menggelar penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati badan jalan dan trotoar di Jalan Protokol Batang Kota.

Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang kembali menggelar penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati badan jalan dan trotoar di Jalan Protokol Batang Kota.

Penertiban dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Batang M Fatoni bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan Permukiman (DPRKP) Eko Widianto. 

“Penertiban PKL ini karena melanggar Perda. keberadaan pedagang kaki lima kian hari kian marak sangat terkesan kumuh. Satpol PP Selaku penegak Perda akan intens melakukan pertiban ini,” kata Kepala Satpol PP Batang M Fatoni saat ditemui di lokasi penertiban di Jalan dr Sutomo Batang, Kabupaten Batang, Jumat (6/1/2023). 

Ia juga menyatakan bahwa Pemkab Batang sangat berpihak kepada pedagang kaki lima, namun mereka juga harus taat terhadap Perda, karena demi kebaikan semuanya. 

“Jualan oke ndak papa. Tapi bongkar pasang dan tidak di tempat tempat yang dipakai  untuk publik. Kalau pakai songkro atau gerobak ndak masalah, sore jualan malamnya diambil. Tapi kalau gerobak tidak diambil dan tenda juga tidak dibongkar menggangu orang lain. Ini yang akan kita tertibkan,” jelasnya. 

Kepala Satpol PP Batang juga menegaskan bahwa Pemkab memberikan kesempatan pedagang kaki lima untuk bisa berjulan di waktu sore pukul 16.00 sampai pukul 08.00 WIB. 

Ia juga menyatakan bahwa,  Pemkab Batang tidak melarang PKL berjualan tapi tidak menempati aset aset publik.  

“Aturannya, dari pukul 09.00 sampai dengan 15.00 WIB pedagang kaki lima tidak ada yang berjualan di badan jalan maupun di trotoar. Jadi kita itu yo ngemong ekonomi rakyat dan juga ngemong keindahan kota,” tegasnya. 

Sementara itu, Kepala DPRKP Eko Widianto menambahkan, menjaga lingkungan agar rapi tertib dan indah tidak bisa hanya di lakukan oleh Pemkab Batang, semuanya harus ikut terlibat. 

“Kalau pedagang kaki limanya semrawut, kesannya jadi kotanya kumuh. Maka kita harus bisa menyadari dan taat terhadap aturan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar
Bupati Batang Resmikan Mesin Pirolisis UNDIP, Sampah Plastik Bisa Diolah Jadi Bahan Bakar
Pemkab Batang bersama UNDIP mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar sebagai alternatif solusi penanganan sampah, mengurangi ketergantungan pada TPA, serta mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan dampak lingkungan.
26 Okt 2026 Jumadi 93
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Batang Prioritaskan Kontraktor Lokal untuk Proyek di Bawah Rp2 Miliar
Pemkab Batang melalui DPUPR memprioritaskan kontraktor lokal berdomisili di Batang untuk proyek pemerintah daerah dengan nilai di bawah Rp2 miliar. Kebijakan ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja bagi warga setempat, serta memberdayakan pemasok material lokal. DPUPR juga berencana mempercepat pengadaan proyek melalui lelang dini untuk tahun anggaran 2027.
26 Okt 2026 Jumadi 71
Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam
Aksi Solidaritas Kontingen Batang, Kirim Doa dan Pita Hitam untuk Atlet Selam
Kontingen Kabupaten Batang menunjukkan solidaritas dan belasungkawa atas meninggalnya atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026 melalui pemakaian pita hitam dan pembentangan spanduk. Kontingen Batang juga memperketat pengawasan kesehatan atlet dengan menyiagakan ambulans dan tenaga medis, sekaligus terus berjuang meraih prestasi di ajang Porprov.
26 Okt 2026 Jumadi 217
Pulihkan Ekosistem Laut, BPI bersama UNDIP Luncurkan AFA dan APR Sebagai Produk Hilirisasi Pulihkan Ekosistem Laut, BPI bersama UNDIP Luncurkan AFA dan APR Sebagai Produk Hilirisasi
Pulihkan Ekosistem Laut, BPI bersama UNDIP Luncurkan AFA dan APR Sebagai Produk Hilirisasi
Pemkab Batang, UNDIP, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memperkuat kolaborasi pemulihan ekosistem laut melalui pengembangan Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR) berbahan Fly Ash and Bottom Ash (FABA). Program ini diharapkan menjadi habitat biota laut, mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, serta dikembangkan sebagai destinasi edukasi wisata pesisir. Kolaborasi tersebut juga disertai pemberdayaan nelayan dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.
26 Okt 2026 Jumadi 60
Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen
Dipantau Tim Wasgiat, Jalan Tembus ke KITB Capai 50 Persen
Pembangunan jalan tembus dari Desa Sembung menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui program TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736Batang telah mencapai progres lebih dari 50 persen, dengan target penyelesaian pada 5 November 2026. Jalan sepanjang 1.400 meter ini diharapkan mempermudah akses pekerja menuju kawasan industri, memperlancar pengangkutan hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
26 Okt 2026 Jumadi 85
Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November
Kejar Target Infrastruktur, Jalan Tembus KITB Bakal Selesai Awal November
Pembangunan jalan penghubung Desa Sembung menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui program TMMD Reguler Kodim 0736 Batang telah mencapai progres 530 meter dari target 987 meter atau sekitar 54 persen berdasarkan perhitungan panjang jalan. Pembangunan ditargetkan selesai awal November 2026 untuk memangkas waktu tempuh dari satu jam menjadi sekitar 10 menit, sekaligus meningkatkan akses pekerja, distribusi hasil pertanian, dan perekonomian masyarakat setempat.
25 Okt 2026 Jumadi 199