Kinerja ETDP Pemkab Batang 90 Persen, PAD Sektor Pajak Melebihi Target

Rabu, 28 Desember 2022 Jumadi Dibaca 876 kali Pemerintahan
Kinerja ETDP Pemkab Batang 90 Persen, PAD Sektor Pajak Melebihi Target
Batang - Elektronifikasi Transaksi Digitalisasi Pemerintah Daerah (ETDPD) Kabupaten Batang di tahun 2022 sudah mencapai 90 persen lebih. Jika dibanding dengan tahun kemarin ada kenaikan yang cukup signifikan.

Batang - Elektronifikasi Transaksi Digitalisasi Pemerintah Daerah (ETDPD) Kabupaten Batang di tahun 2022 sudah mencapai 90 persen lebih. Jika dibanding dengan tahun kemarin ada kenaikan yang cukup signifikan.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki usai membuka rapat koordinasi percepatan perluasan digitalisasi daerah dan billing center di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Rabu (28/12/2022).

“Kinerja kita dalam ETDPD tahun kemarin kita hanya mencapai 64 persen dengan kategori maju, sekarang kita sudah kategori digital  yang kinerjanya naik menjadi 90 persen lebih,” jelasnya.

Dari kenaikan kinerja ETDPD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Batang sudah melaksanakannya program tersebut dan mampu meminimalasir kebocoran pendapatan daerah.

“ETDPD itu untuk meminimalisir kebocoran di OPD yang mengampu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Semua transaksi pendapat daerah seperti pajak dan retribusi langsung masuk ke kas daerah tanpa diterima oleh petugas. Dan secara realtime kita bisa mengetahuinya,” terangnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Batang Sri Purwaningsih menyatakan, implementasi program ETDPD mampu menaikkan pendapatan yang sangat dignifikan di 11 sektor pajak.  

“Di tahun ini kita ditarget pendapatan pajak sebesar Rp124 miliar, Saya awalnya pesimis. Namun dengan kerja keras teman-teman BPPKAD targetnya sudah melebihi Rp4 miliar dengan realisasi Rp128 miliar atau sudah 103 persen,” ungkapnya.

Sri Purwaningsih pun memastikan realisasi pendapatan pajak hingga akhir tahun ini masih ada pemasukan dan nilainya pun cukup besar.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Dody Nugraha menyampaikan, billing center yang dikembangkan Diskominfo Batang untuk mengintegrasikan seluruh penerimaan pajak maupun e-retribusi.

“Itu penting supaya setiap saat secara realtime Kepala BPKPAD maupun Bupati bisa memantu pencapaian PAD. Sehingga setiap saar termonitor kalau ada kebocoran,” tegasnya.

Retribusi yang masih secara konvensiaonal atau manual sangat rentan kebocorannya. Misalkan, pengunjung suatu tempat obyek wisata, jumlahnya realnya berapa.

“Tapi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) setiap pengujung itu tercatat. Misalkan pembayaran tiket manual, pengunjung 1.000 orang yang masuk tiketnya hanya 500,” tuturnya.

Ia pun berharap, Pemkab Batang menerapkan QRIS disetiap penerimaan pajak, retribusi dan juga pengeluaran keuangan anggaran.

“Penerimaan maupun pengeluaram Pemkab Batang harus sudah menggunakan pembayaran non tunai. Hal ini untuk menekan kebocoran dan meningkatkan pendapatan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 63
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 114
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 115
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 65
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 30
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 34